Sebuah Catatan Kecil

We are agree that Knowledge is FREE…

Perjalanan Religius

Ditulis oleh Heri Setiawan di/pada Oktober 18, 2006

Apa sih Islam itu..? Pencarian seorang Anak kecil
Ketika saya kecil, pendidikan religius saya sangatlah kurang. Orang tua saya lebih menekankan kepada saya tentang ilmu pengetahuan dunia sehingga pengetahuan tentang agama saya termasuk kurang.
Menginjak kelas 3 SD, di kampung ada kakak-kakak ato istilahnya guru ngaji yang mengajar anak-anak untuk mengaji. Awal-awalnya sih pake acara kado silang (saling tukar kado) terus dilanjutkan ke pengajian.
Tapi entah kenapa dalam beberapa bulan saya udah males-malesan belajar, waktu itu baru Iqro’ 1 di TPA. Yah, mungkin terpengaruh sama temen saya, Maklum juga waktu kecil saya termasuk jago main kelereng, juga gak buruh dalam main ketapel (Alhamdulillah Allah memberikan kemampuan ini kepada saya).
Alhamdulillah juga, walaupun saya kurang mengaji di TPA, pengetahuan saya tentang Shirah Nabi pada waktu itu termasuk di atas rata-rata.

Belajar sholat
Kelas 4 SD… saya tinggal di tempat tinggal nenek saya di kampung sebelah yang lebih dekat dengan SD saya waktu itu. Sebenarnya sih jarak rumah saya ke SD saya dengan jarak rumah nenek ke SD yag jauh-jauh beda sih :D
Alhamdulillah,ternyata Allah memberikan petunjuknya kepada saya… Paman saya (paklik) yang merupakan seorang mahasiswa swasta di yogyakarta yang tegas dan juga merupakan guru ngaji di kampungnya.
Dimulailah pembelajaran TPA bagi saya, tapi lagi-lagi, tidak bertahan lama…cuman sampe iqro’ 2 setelah itu ndak ikutan lagi. Tapi mengenai sholat lima waktu, paman saya termasuk orang yang tegas, dan dari beliaulah saya mendapatkan tambahan ilmu agama.
Selama tinggal di rumah nenek, prestasi saya di sekolah meningkat drastis, mungkin efek dari sholat lima waktu juga.

Hampa…Waktu berlalu begitu cepat!
Setahun di rumah nenek, saya masuk rumah sakit karena sakit kurang darah. Selama 12 hari saya dirawat di rumah sakit panti rapih yogyakarta dan waktu itu menghabiskan biaya hampir 700 ribu.
Pulang dari rumah sakit, akhirnya kembali lagi kerumah orang tua saya…mungkin udah kangen tidur di rumah lagi.
Hari-hari berlalu begitu saja… tanpa belajar agama dan juga tanpa ngaji, padahal TPA di kampung saya sudah lebih maju dari sebelumnya.
Rasa malu karena gak bisa dan gak biasa ngaji selalu menyelimuti saya walaupun sebenarnya saya ingin sekali ikut ngaji. Sampai ketika remaja 17-an, saya masih terbata-bata (tapi cenderung tidak bisa) membaca Al-Qur’an. Karena masalah itulah saya gak pernah mengikuti pengajian…rasa malu yang tidak pada tempatnya…
Dalam waktu yang bersamaan pula, sholat saya semakin kendor.

Perkenalan dengan NII (Negara Islam Indonesia)
Masuk di STM terbaik di Yogyakarta, jurusan terbaik – Elektronika Komunikasi, masih kacau… sholat aja bolong-bolong apalagi ngaji..!
sampe di akhir kelas 1 (tahun 2000), saya tidak sengaja diperkenalkan oleh Allah kepada salah satu hambanya. Akhirnya mulailah diskusi-diskusi tentang politik dan agama.
Sang “aktifis” sering mendatangi rumah saya dan membicarakan masalah agama setiap kali bertemu, hingga saatnya tiba akhirnya saya berbai’at di sebuat rumah kontrakan tempat aktifis NII tinggal.
Kalau ditanya apakah saya dalam keadaan sadar saat berbai’at? Maka saya menjawab, iya saya sangat sadar waktu berbai’at tapi kondisi saya waktu itu sangat dalam keraguan, karena saya diajak ke kontrakan mengiranya cuma untuk berkenalan dan kumpul dengan teman sang “aktifis” tetapi ternyata…
Akhirnya saya coba mencari jawaban tettang keraguan saya dengan sholat istiqoroh…hari pertama, hari kedua sampai akhirnya hari ketiga saya mendapat jawaban lewat mimpi saya bahwa saya tetap di NII.. yah mungkin itu adalah jalan terbaik yang Allah berikan untuk saya supaya saya terus mencari ilmu walaupun lewat NII.
Setiap seminggu sekali diadalakan pengajian di “basecamp”, mirip mentoring ato pendampingan agama islam ato Liqo. Satu Murobbi menghandle beberapa Mutarobbi, dimulai dari tilawah dilanjutkan kajian terus sharing, kajiannyapun bervariasi mulai dari tauhid sampai dengan politik.
Hal tersebut berjalan selama 2 tahun, sudah cukup ekstrim lah sebagai warga Negara Islam Indonesia.

Perkenalan dengan Salafy
Tanun 2002, tepatnya 6 Agustus 2002, setelah melalui proses panyaringan ato istilahnya ujian masuk perusahaan, dari 70-an peserta diambil 13 pelajar untuk magang disebuah perusahaan pengemasan IC di batam.
PT AIT Batam (Advanced Interconnect Technologies) adalah nama perusanaan itu, sebuah perusahaan internasional nomor wahid di Batam, website : www.aitsales.com. Bulan-bulan pertama sampai bulan terakhir proses magang kebanyakan sibuk ngurusin masalah asmara, yah maklumlah waktu itu saya punya seorang calon istri hehe…tapi ya lumayan masih ada kesempatan untuk belajar agama.
Di Batam sendiri saya coba mencari info tentang NII tapi..karena disibukkan pekerjaan, akhirnya seolah-olah saya melupakan status saya sebagai seorang warga NII.
Karyawan PT.AIT diberi kebebasan dalam masalah beragama sehigga dibanding karyawan perusahaan lain, Karyawan AIT lebih religius. Hal ini dibuktikan dengan:
1. Banyaknya aktivitas keagamaan mulai dari Majelis Ta’lim sampai Pengajian Salafy
2. Diperbolehkannya wanita bercadar di perusahaan
3. Diadakannya jum’atan di perusahaan dan karyawan sebagian besar memakai baju koko ketika hari jum’at
4. Majelis Ta’lim AIT termasuk dalam Majlin ta’lim teraktif di Kawasan Industri Batamindo
5. Munculnya grup-grup Nasyid dar karyawan AIT yang diundang untuk mengisi acara-acara diluar.

Benar-benar suasana yang sangat kondusif untuk mencari Ilmu… Bulan July status sebagai pelajar yang sedang magang berubah dan meningkat menjadi karyawan tetap…iya, saya lulus dari STM dan langsung diangkat menjadi karyawan.
Tahun 2003 bulan September…Mungkin hari yang paling menyedihkan dan tidak terlupakan bagi saya, hubungan dengan “calon” istri terputus dan bulan selanjutnya nenek yang sangat dekat dengan saya meninggal dunia…
“Seperti inikah yang Rasulullaah rasakan pada tahun kesedihan ketika istri dan pamannya meninggal?”, Pikir saya waktu itu. Mulai saat itulah saya berusaha menyibukkan diri saya dan mulailah bergabung dalam kepengurusan Majelis Ta’lim.
Hmm… kok ceritanya sampai kesana-sana ya..?
Singkat cerita, secara tidak sengaja saya mendapatkan file-file tentang ilmu-ilmu agama disuatu folder di komputer “umat”, bagus juga nih isinya…tegas, lugas dan mudah dimengerti karena mempunyai dalil-dalil yang kuat.
Mulailah saya membaca baca tulisan tersebut disamping juga saya membaca tulisan lain untuk menambah pengetahuan agama saya.
Nama “salafi” sendiri secara tidak sengaja daya dapatkan dari aktifis PKS, ketika ada anak baru bergabung dengan tim kerja saya dengan celana dipotong diatas mata kaki. Beliau bertanya,”Si Fulan anak Jama’ah Tablig atau Salafy”. ya saya jawab kalo saya nggak tahu.
Tahun 2004, ketika sudah pasang akses internet di Dormitory, saya mulai aktif mencari ilmu melalui internet, mulai berdiskusi di forum www.myquran.org sampai debat dengan orang nasrasi lewat chatting. Dari Sini juga saya mulai mengenal tentang apa dan seperti apakan salafy itu.
Dan otomatis dalam suatu diskusi saya mengambil rujukan dari tulisan yang basisnya adalah dari salafy. Waktu terus berlalu dengan suasana kerja yang monoton, bersama temen-temen buat acara kajian halaqoh, chatting, dan posting di myquran.org ampe gak terasa menembus ribuan posting.

Pertentangan dalam hukum perpolitikan
Ternyata semakin jauh belajar semakin banyak yang menimbulkan pertanyaan dalam hati saya.
Masalah politik…itulah yang menjadi pusat pertentangan, mungkin karena saya mendapatkan banyak pemahaman politik waktu kajian di NII apa ya..?
Masalah lain yaitu pada boikot Israel dan bentuk loyalitas terhadap pemerintah yang InsyaAllah saya akan menuliskannya di Kategori “Studi Kritis Islam”
Akhirnya…saya mencoba putuskan untuk mengambil ilmu non politik dan mengabaikan sebagian ilmu yang berhubungan dengan politik dari manhaj yang mulia ini.

Ikhwanul Muslimin / PKS menyapa…
Da’wah diseluruh bagian kehidupan, seperti itulah Ikhwanul Muslimin.
Berikut cuplikan dari eramuslim.com:
“Ikhwan nama resminya adalah Al-Ikhwan Al-Muslimun, didirikan oleh tokohnya yang kharismatik, Hasan Al-Banna di Mesir pada tahun 1928. Gerakan ini menyerukan kepada umat Islam untuk kembali kepada Islam secara syamil (menyeluruh). Sehingga ciri khas utama adalah kelengkapan aktifitas kadernya yang meliputi hampir semua bidang dalam Islam. Islam adalah agama sekaligus negara, ini adalah ungkapan khas yang sering kita dengar dari para tokoh gerakan ini.
Maka aktifis Ikhwan bisa merupakan sosok ulama, insinyur, advokat, politikus, guru/dosen, hakim, pekerja, buruh, mahasiswa, sarjana dan lainnya. Kesemuanya disatukan dalam tatanan struktur yang tertata rapi.
Gerakan Ikhawan memiliki keistimewaan dalam pembentukan kader dan penataan tanzim (strurktur) yang terkenal rapi, solid dan kuat. Apalagi dengan sistem Usrah yang dicanangkan oleh pendirinya, membuat gerakan ini tahan banting dalam segala kondisi dan telah teruji paling tidak selama lebih dari 70 tahun di hampir semua negeri Islam, termasuk di barat dan negeri minoritas muslim lainnya. Ikhwan punya pengalaman berharga menghadapi ribuan bentuk penyiksaan, pembantaian dan ujian lainnya dari para penguasa yang ketakutan dengan gema kebangkitan Islam yang selalu dihembuskan gerakan ini. Termasuk fitnah dari kalangan muslim sendiri yang seringkali salah sasaran.
Sedikit berbeda dengan gerakan salafi, Ihkwan aktif berpolitik praktis di berbagai negeri yang memang memungkinkan untuk itu. Sehingga di beberapa negeri Islam yang kondusif, aktifis ikhwan bisa saja membentuk partai Islam dan masuk ke dalam parlemen dan turun mewujudkan hukum Islam secara formal dalam undang-undang yang berlaku di negeri itu. Namun di beberapa negeri lainnya yang tidak memungkinkan untuk itu, ikhwan menjadi gerakan bawah tanah yang tidak nampak di permukaan.”

Di Kawasan Industri Batamindo, Muka Kuning, Batam. Kegiatan aktifitas agama banyak dilakukan oleh aktifis tarbiyah, maka tidak salah juga sebuah kabar bahwa pada pemilu 2004 di kawasan industri ini 80% memilih PKS.
Banyak sekali organisasi yang berhasil di”infiltrasi” oleh ikhwah tarbiyah. Memang semua lapisan masyarakat butuh da’wah dan dengan pengorganisasian yang solid mereka bisa melakukan da’wah diseluruh lapisan masyarakat, dan merekapun menjadi seorang yang berguna bagi masyarakat.
Mulai dari pengelolaan zakat, dana sosial, majlis ta’lim, organisasi pecinta alam, ta’mir masjid maupun pondok pesantren, kebanyakan dikelola oleh ikhwah tarbiyah.

Da’wah kepada seluruh lapisan masyarakat, itulah awal ketertarikan saya terhadap organisasi ini. Walaupun selama di Batam saya belum sempat mengikrarkan untuk bergabung dengan mereka tetapi saya dekat dengan aktifis da’wah ini.

Perpisahan dengan Batam, Kebimbangan dalam menentukan Pilihan…
Bulan Agustus 2005, dalam rangka meneruskan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi akhirnya saya putuskan untuk kembali ke kampung halaman. Sedih bercampur senang… sedih karena meninggal kan Batam dan teman-teman dengan suasana religius yang kental dan senang karena bisa kembali ke kampung halaman, berkumpul dengan keluarga dan tentunya bisa meneruskan pendidikan.
Ketika sudah berada di Jogja, suasana begitu berubah… seperti seorang yang asing di kampung halaman sendiri ditambah memori masa lalu yang mulai muncul dipikiran.
Teman dari NII mulai menghubungi saya kembali, tak jarang saya berhubungan dengan teman-teman salafy dan juga mulai bergabung dengan Lembaga Da’wah Kampus yang berorientasi pada sistem tarbiyah…
NII – Salafy dan Ikhwanul Muslimin…

Selamat Tinggal NII
Berpikir dengan kepala jernih, mencoba mencari apa yang sesuai dengan keadaan zaman dan menatap kepada hasil di masa depan… Akhirnya saya putuskan untuk keluar dari NII.
Teringat suatu kaidah Fiqh “Menghindari Kerusakan lebih diutamakan daripada mengambil manfaat/keuntungan” lalu mulailah membayangkan jika da’wah NII diteruskan maka yang muncul adalah peperangan diantara kaum muslimin. Jelas itu akan membuat kerusakan dan bisa melahirkan perang Jamal kedua.
Dari sinilah saya memutuskan untuk keluar dari da’wah NII.

Dalam barisan Ikhwanul Muslimin
Ketidakpuasan saya terhadap pemahaman Salafy dalam hal politik dan parlemen membuat saya mencari tahu ada apa dengan politik dan parlemen? Mengapa semua itu dilarang?
Setelah melalui proses pencarian, saya dapatkan bahwa sebenarnya politik, masuk parlemen itu diperbolehkan. Ulama besar Saudi saja membolehkan, lalu kenapa salafiyyin melarang? (mungkin bukan melarang, tetapi menjaga diri dari sesuatu yang berbahaya)
Syaikh bin Baz, Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albany, Syaikh Shalih Al Fauzan, Syaikh Muhammad Ibn Shalih Al ‘Utsaimin membolehkan pemilu, parlemen maupun politik dan dari fatwa meekalah yang memantapkan saya bergabung dalam barisan Ikhwanul Muslimin.
walaupun begitu, saya bukanlah seorang yang suka taqlid maupun bangga dengan suatu kelompok. Ikhwanul Muslimin (PKS kalo di Indonesia) hanyalah sebuah bendera da’wah, sebagai penyatuan da’wah sehingga lebih terorganisir, lebih tangguh dan lebih kuat.
Dan walaupun dengan komitmen ini saya di”cap” hizbiyyin”, “sururiyyin” maupun “Sekuler”, saya tidak peduli…silakan mereka memberikan sebutan itu kepada saya dengan konsekuensi kalau dakwaan itu salah maka akan kembali kepada mereka sendiri.

Mungkin sampai disini dulu tulisan ini, kalau ada berita baru insyaAllah disambung.

10 Tanggapan ke “Perjalanan Religius”

  1. Agul berkata

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    sebuah perjalanan yang panjang ya akh. Memang benar seperti yang antum ungkap bahwa semua ini hanya bendera dakwah yang tetap bernaung di bawah titah Allah dan Rasul-Nya insya Allah. dan mungkin pokok dari perdebatan yang ada selaman ini mungkin dikarenakan sikap kehati-hatian yang memang terkadang terlihat begitu radikal. dan ini semua terjadi karena kita tengah kehilangan kekhalifahan yang memang satu-satunya yang cocok untuk kehidupan dan peradadaban manusia lebih lanjut. Dan insya Allah untuk inilah semuanya berjuang. Demi kemashlahatan umat. Kita tengah kehilangan sebuah payung yang telah menaungi dunia dari teriknya kebodohon, kezhaliman, dan pelbagai kejahiliyahan yang ada. Semuanya mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing-masing. alangkah tidak bijaknya menghina saudara sesama muslim, mu’min yang masih menyatakan tiada ilah selain Allah dan Muhammad adalah hamba dan utusanNya dan beristiqomah pada ikrar itu. tidaklah dibenarkan mengkafirkan, membid’ahkan sesama muslim hanya karena perbedaan sepele (yang tidak menyangkut permasalahan aqidah tentunya).
    Semoga Allah mengampuni kita semua dan memberikan hidayahNya untuk kita. Amien. Keep Istiqomah. Wassalmu’alaikum Wr. Wb.

  2. Frman Adiyatma berkata

    Assalamu’alaikum wr. wb.
    Saya pernah mengutip sebuah hadits nabi Muhammad SAW bahwasanya Yahudi mempunyai 71 aliran, Nasrani mempunyai 72 aliran dan Islam mempunyai 73 aliran / golongan. Menurut hadits tersebut 72 aliran / golongan masuk neraka dan 1 aliran / golongan masuk surga. Mari sama-sama kita cari dan kita belajar untuk menemukannya. Kalau ada berita baru tolong layangkan ke e-mail saya, terima kasih. Wassalamu’alaikum wr. wb.

  3. Frman Adiyatma berkata

    Mana ya aliran Islam yang haq??????????????????????????????????

  4. Heri Setiawan berkata

    Mebenarnya saya males kalo sudah berhubungan dengan kata “aliran”. Mengenai hadits itu sendiri, ada perbedaan pendapat didalamnya di kalangan ulama…
    Seyogyanya kita pun megetahui apa itu manhaj, apa itu golongan, apa itu gerakan dan apa itu organisasi sehingga kita tidak mudah untuk ikut-ikutan, menghakimi dan sebagainya.
    Juga jangan sampai FANATIK terhadap gerakan/organisasi bagi yang bergabung didalamnya.
    Fanatiklah kepada ajaran islam dan taklidlah kepada Rasulullaah, jangan kepada yang lain…

  5. yasser arafat berkata

    Islam adalah agama yang satu. tetapi pandangan orang mengenai Islam itulah yang berbeda-beda. ada orang yang memandang Islam itu seperti A. ada orang lain yang memandang Islam itu seperti B.

    Pandangan Islam yang seperti apa yang kita pilih, semoga bisa kita pertanggung jawabkan kepada diri sendiri, orang lain, dan terutama kepada Allah SWT.

  6. Heri Setiawan berkata

    Setuju, untuk menuju kesana yang kita perlukan adalah ilmu… bukan cuma mengkaji ilmu saja tetapi juga melaksanakannya…
    Buat apa berbangga-bangga dengan ilmu tetapi tidak bisa melaksanakannya…

  7. abu majhul berkata

    islam yang benar adalah islam yang mengikuti manhaj nya rasululullah dan para sahabat, siapapun antum ketika berada diatas alqur’an dan sunnah sesuai dgn pemahaman para sahabat maka itu asalah manhaj salaf

  8. retnoarum berkata

    assalamu’alaikum akhi…
    perjalan hidup yg menarik.saya kira akhi ga pernah mengalami masa hubungan dengan akhwat.yakin tuch calon istri?atau bahasanya yg diperhalus(maksudnya pacaran, jgn marah ya!)bersyukur akhi masi bisa mendapatkan hidayah sebelum semuanya terlambat.
    yups kalo denger kata aliran ini,aliran itu..kadang miris juga.coz dalam islam sediri tdk ada yg namanya aliran.walaupun sebenernya di indonesia ini banyak juga yg mennyesatkan atau mencoba melencengkan agama islam itu sendiri.
    salaf atau ikhanulmuslimin kalo menurut saya merupakan Salah satu sarana untuk bisa mengenal islam lebih dalam lagi.kedua2nya memiliki kelebihan dan kekurangan masing2. yups tapi kembali lagi ke hati personal masing2.asal jg saling menuduh atau membuat pernyataan bahwa ini yg terbaik…liqa disini lebih baik…KARENA MANUSIA GA AKAN PERNAH BISA MENILAI KEBAIKAN ATAU KEIMANAN SESEORANG DALAM BERIBADAH SELAIN ALLAH SWT.
    yang terpenting adalah jangan sampai melenceng dari AL-Quran dan sunnah Rasulullah.berusaha sebaik mungkin memberikan yg terbaik untuk Allah.

  9. heri setiawan berkata

    hiks, kenapa saya tulis “calon istri”..?, karena emang “waktu itu” emang serius ampe udah “diplanning”. wakaka… :D

    yah, kalau sekarang mah, saya cenderung “tengah-tengah”, tidak terlalu keras dan tidak terlalu tolerir. dan sekarang tidak menampak-nampakkan “keberpihakan” kepada suatu kelompok. just, jalani aja… yang perlu dibantu ya saya bantu dan mencoba untuk bersikap tidak “eksklusif” karena memang rata2 aktifis manhaj atau harokah terkesan “eksklusif” sih… ngumpul sama kelompoknya masing2..

  10. badrushshalih berkata

    Assalamu’alaikum…akh ana copy materi yng ni ya….syukron smg Alloh senantiasa membimbing jalan hidup kita pada cahayaNya…Amin…

Tinggalkan Balasan

XHTML: Anda dapat gunakan tag ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>