Sebuah Catatan Kecil

We are agree that Knowledge is FREE…

Bagaimana Memakai Jilbab Dengan Benar..?

Ditulis oleh Heri Setiawan di/pada Mei 14, 2007

DEFINISI JILBAB

Diterangkan dalam kamus al Muhith, jilbab adalah pakaian yang luas untuk wanita yang dapat menutupi pakaian rumahnya seperti milhafah (mantel).

Tafsir Jalalain (jilid 3:1803) memberikan arti jilbab sebagai kain yang dipakai seorang wanita untuk menutupi tubuhnya.

Jauhari dalam Ash Shihah mengatakan jilbab adalah kain penutup tubuh wanita dari atas sampai bawah.

Khaththath Usman Thaha dalam Tafsir wa Bayan menjelaskan jilbab adalah apa-apa yang dapat menutupi seperti seprai atas tubuh wanita hingga mendekati tanah.

Fiqh Sunnah oleh Sayyid Sabiq Jilid 7 (Edisi Indonesia) menerangkan jilbab adalah baju mantel.

Dalam Kitab Mujam al Wasith hal 128 jilbab diartikan sebagai pakaian yang menutupi seluruh tubuh atau pakaian luar yang dikenakan diatas pakaian rumah seperti mantel.


KEWAJIBAN BERJILBAB

Kewajiban berjilbab diterangkan pada Qur’an surat Al-Ahzab:59 dan An-Nur:31 sebagai berikut:

Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu’min: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Al-Ahzab:59

Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. An Nuur:31


BATAS AURAT WANITA

Batas aurat wanita adalah wajah dan telapak tangan sebagaimana disebutkan dalam hadits:

Hadis riwayat Aisyah r.a., bahwasanya Asma binti Abu Bakar masuk menjumpai Rasulullah dengan pakaian yang tipis, lantas Rasulullah berpaling darinya dan berkata, “Hai Asma, seseungguhnya jika seorang wanita sudah mencapai usia haid (akil balig) maka tidak ada yang layak terlihat kecuali ini,” sambil beliau menunjuk wajah dan telapak tangan. (HR Abu Daud dan Baihaqi).


SYARAT-SYARAT PAKAIAN MUSLIMAH

Pada dasarnya seluruh bahan, model, dan bentuk pakaian boleh dipakai, asalkan memenuhi syarat-syarat berikut.
1. Menutup seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan.
2. Tidak tipis dan transparan.
3. Longgar dan tidak memperlihatkan lekuk-lekuk dan bentuk tubuh (tidak ketat).
4. Bukan pakaian laki-laki atau menyerupai pakaian laki-laki.
5. Tidak berwarna dan bermotif terlalu menyolok. Sebab, pakaian yang menyolok akan mengundang perhatian laki-laki. Dengan alasan ini pula, maka membunyikan (menggemerincingkan) perhiasan yang dipakai tidak diperbolehkan walaupun itu tersembunyi di balik pakaian.


KESALAHAN DALAM BERPAKAIAN

Berikut digambarkan beberapa kesalahan wanita muslimah dalamberpakaian

salah 01

salah 02

salah 03


BERJILBAB DENGAN BENAR

Berikut gambaran bagaimana cara berpakaian yang benar bagi seorang muslimah:

benar 01

benar 02

Sumber gambar :
http://pondok-muslimah.blogspot.com/2006/09/jilbab-muslimah.html

Sumber Referensi:
Al-Qur’an
Waspada.co.id
Suryaningsih.WordPress.com

36 Tanggapan ke “Bagaimana Memakai Jilbab Dengan Benar..?”

  1. Agam berkata

    Bagus banget. Sangat bermanfaat. Makasih.
    Di kampusku banyak yang tipe E tuh..
    parah banget!!

  2. klikharry berkata

    numpang di copy, boleh kan?!! :)

  3. Heri Setiawan berkata

    Boleh banget… silakan disebarkan… :D

  4. Rizma Adlia berkata

    wah,, Ma sih untungnya ga dari A-F,, tapi kalo dari gambar yang sempurna itu Ma ga sepanjang itu jilbabnya,, menutupi dada kan??

  5. orido berkata

    bole juga tuh gambar2nya.. informatif sekali..

  6. [...] Sumber:  alikhwan.wordpress.com [...]

  7. Hanichi Kudou berkata

    Wahai saudaraku, Inget lho.. inget..

    “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka

    Jadi gambar-gambar diatas itu, maaf, gak ada yang syar’i satupun, termasuk gambar berjibab dengan benar. Afwan. TApi kan memang benar, ndak syar’i, harus mengulur lhoo..

    LIHAT DISINI Untuk Kriteria Kerudung.

    Kriteria Kerudung yang syar’i:

    Pertama, bahwa kerudung yang diulurkan dari atas kepala wajib menutupi leher dan dada, karena leher dan dada adalah aurat wanita yang wajib ditutupi (Taqiyuddin an-Nabhani, an-Nizham al-Ijtima’i fi al-Islam, Beirut : Darul Ummah, 2003, hal. 68; lihat juga Imam Suyuthi, Al-Iklil fi Istinbath at-Tanzil, Kairo : Darul Kitab al-‘Arabi, Kairo, 1373 H, hal. 162; Tafsir al-Baidhawi, Beirut : Darush Shadir, Juz IV hal. 78).

    Kedua, bahwa wajib hukumnya menutupkan/mengulurkan kain kerudung ke atas leher dan dada. Jadi, kerudung tidak hanya berfungsi menutupi kepala, namun sekaligus juga menutupi leher dan dada itu. (Taqiyuddin an-Nabhani, an-Nizham al-Ijtima’i fi al-Islam, Beirut : Darul Ummah, 2003 hal. 69; lihat juga Syaikh Hasanain Muhammad Makhluf, Tafsir wa Bayan Kalimat al-Qur`an al-Karim, Beirut-Damaskus : Darul Fajr al-Islami, 1994, hal. 353).

    Kriteria yang benar mengenai JILBAB:

    1. ar-ridâ’ (mantel) yang menutup tubuh dari atas hingga bawah (Az-Zamakhsyari, al-Kasyâf, vol. 3 (Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, 1995), 542.)

    2. Al-Qasimi menggambarkan, ar-ridâ’ itu seperti as-sirdâb (terowongan)(Al-Qasimi, Mahâsin al-Ta’wîl, vol. 8 6 (Beirut: Dar al-Kutub al-Kutub al-Ilmiyyah, 1997), 112.)

    3. Adapun menurut al-Qurthubi, Ibnu al-’Arabi, dan an-Nasafi jilbab adalah pakaian yang menutupi SELURUH TUBUH. (Al-Quthubi, al-Jâmi’ li Ahkâm al-Qur’ân, vol. 13 (Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, 1993), 156; Ibnu al-’Arabi, Ahkâm al-Qur’ân, vol. 3 (Beirut: Dar al-Kutub al-’Ilmiyyah, ), 382; al-Nasafi, madârik al-Tanzîl, vol. 2 (Beirut: Dar al-Kutub al-’Ilmiyyah, 2001), 355; Mahmud Hijazi, al- Tafsîr al-Wadhîh (Dar at-Tafsir, 1992), 625.)

    4. Sebagian lainnya memahaminya sebagai mulâ’ah (baju kurung) yang menutupi wanita atau al-qamîsh (baju gamis). (Wahbah al-Zuhayli, Tafsîr al-Munîr, vol. 11 (Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, 1991), 106; al-Wahidi al-Naysaburi, al-Wasîth fî Tafsîr al-Qur’ân al-Majîd, vol. 3 (Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, 1994), 482; al-Baghawi, Ma’âlim al-Tanzîl, vol. 3 (Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, 1993), 469; al-Khazin, Lubâb al-Ta’wîl wa fî Ma’â nî al-Tanzîl, vol. 3 (Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, 1995), 437.; Al-Baqa’i, Nazhm Durar fî Tanâsub al-Ayât wa al-Suwar, vol. 6 (Beirut: Dar al-Kutub al-Kutub al-Ilmiyyah, 1995), 135.)

    5. Menurut Ikrimah, jilbab itu menutup bagian leher dan mengulur ke bawah menutupi tubuhnya, sementara bagian di atasnya ditutup dengan khimâr (kerudung) yang juga diwajibkan (QS an-Nur [24]: 31). (Ibnu Katsir, Tafsîr al-Qur’ân al’Azhîm, vol. 3 (Riyadh: Dar ‘Alam al-Kutub, 1997), 637; Said Hawa, al-Asâs fî Tafsîr, vol. 8 (tt: Dar as-Salam, 1999), 4481.)

    Nah.. jilbab dipakai :

    1. Untuk menutupi pakaian yang biasa dikenakan dalam rumah. Jadi Jilbab itu adalah pakaian LUAR, dan DI-DALAM jilbab itu harus ada pakaian rumah, seperti rok atau celana panjang yang biasa dipakai di rumah/kamar kos, jadi intinya, didalam jilbab itu ada pakaian lagi, dan pakaian ini harus lengkap.

    2. Ketika hendak KELUAR RUMAH. Seperti di kampus, sekolah, pasar, pokoknya ketika keluar dari pintu rumah wajib mengenakan Jilbab.

    JAzkaLALh khoiran.

  8. sainiyah berkata

    bener banget tuh. saya setuju,tapi didepan mata kita masih banyak orang yang ber-tipe E sayang banget ya padahal dia cantik

  9. mutie berkata

    mmmm. kayaknya semua yang berkrudung musti baca ini deh alnya bermanfaat banget. tipe E paling parah n paling banyak di sekitar q-ta.mudah mudahan ia tersadar setelah baca ini

  10. m.zainil bahri berkata

    ana mo sebarin to dakwah boleh dong

  11. Heri Setiawan berkata

    Boleh banget, jangan sungkan-sungkan ya…

  12. [...] juga kalo penampilan mereka seperti ini, khan bisa lebih terjaga, baik mereka sendiri atau orang lain… semoga saja mereka mau [...]

  13. Erwin berkata

    Ass.

    Af1, ane copy artikelnya, insya dJJI ane forward ke teman-teman, ato ane sampaikan link ini. Sukron.

    Wss.

  14. ade sukriyah berkata

    Salam,

    Terimakasih banget karena sudah memuat materi ini…karena saya yakin masih banyak muslimah yang belum mengerti bagaimana aturan jilbab yang sebenarnya…di tunggu yah berita bermanfaat lainnya.

    wasalam,

  15. Rie berkata

    assalamualaikum…saya setuju banget ma penjelasan dari Hanichi Kudou, karena Jilbab (*pakaian yang menutup aurat*) harus mengulur seperti terowongan dan tidak berpotongan.
    wass

  16. vana berkata

    iya nih,,, jilbab saya masih belum bener (kategori B), thank u ya informasinya, insya 4JJI saya akan berubah….
    mohon bimbingannya…
    terima kasih…

  17. Heri Setiawan berkata

    @Rie
    Kalo dari pemikiran saya yg masih cetek ini, inti dari penggunaan pakaian adalah bagaimana pakaian itu bisa menutup aurat dengan sempurna tanpa memperlihatkan lekuk badan. Walaupun berpotongan tapi memenuhi kriteria itu seharusnya tidak menjadi masalah. Sekali lagi, ini “conclusion” dari saya pribadi lho ya….

    @vina,
    sama sama ya…, :D semoga segera diganti penampilannya :D

  18. Hanichi Kudou berkata

    Kang Heri Setiawan.. Maaf, Bang, sekali lagi..

    “Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu’min: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Al-Ahzab:59″

    Dari terjemahannya, kata “mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka“, klo kita nerbangin layang-layang tuh.. sering kita bilang ulurin lagi dong senarnya.. apakah mungkin.. mengulururkan itu sama dengan perpotongan..?? Begitu juga dengan Jilbab..

    Syaikh Dr. Yusuf al-Qardhawi-hafidhahuLlah-, dalam bukunya Fatwa kontemporer : Apakah cadar itu bid’ah, juga mengatkan hal yang sama seperti yang dikatakan oleh Imam Ibnu Katsir (Ibnu Katsir, Tafsîr al-Qur’ân al’Azhîm, vol. 3 (Riyadh: Dar ‘Alam al-Kutub, 1997), 637) dan Sa’id Hawa (Said Hawa, al-Asâs fî Tafsîr, vol. 8 (tt: Dar as-Salam, 1999), 4481.), yang menuliskan kurang lebih bermakna bahwa :

    “Jilbab itu menutup bagian leher dan mengulur ke bawah menutupi tubuhnya, sementara bagian di atasnya ditutup dengan khimâr (kerudung) yang juga diwajibkan (QS an-Nur [24]: 31).”

    WaLLahu a’lamu bis shawaab..

  19. Heri Setiawan berkata

    makasih ni om atas penjelasannya…
    baru tahu kalo kata “mengulurkan” itu diartikan “tidak berpotongan” atau “tidak disambung” .. :D

  20. revy berkata

    jd mn yg bener niy,, jilbab tuh blh potongan apa engga siy??? bingung jadinya,,

    blz k imel yha

  21. alhamdulillah, gembira melihatblog anda

  22. mysyam berkata

    af1 untuk kategori jilbab benar menurut Anda diatas saya kurang setuju. Kenapa ? selain tidak mengulur juga WARNANYA MENCOLOK..

  23. shinoda berkata

    Assalamu alaikum wr.wb
    saudaraku……
    saya sangat terimakasih dengan adanya kategori pemakaian jilbab yg syar’i ini. Tetapi yang terpenting dalam memakai jilbab adalah ia berusaha sekuat tenaga dengan syar’i dan niat agar tidak diganggu. kenyataan (afwan bila kurang sopan), belakang banyak anak didik sekolah, juga PT yang bangga dishoot saat ia melepas jilbab terus tanpa mengenakan busana. bahkan pamer lagi. Na’udzubillahi mindzalik. Semoga Allah memberikan petunjuk yang benar kepada mereka, karena mereka belum tahu arti dari memakai jilbab, walau dibayar sekalipun.

  24. KH. Aminulloh berkata

    saya kira kita tidak seharusnya terlalu ekstrim dalam mengikat wanita, setiap manusia mempunyai kebebasan yang perlu kita jaga, artinya tidak sepantasnya kita sesama manusia memposisikan diri sebagai Tuhan dan Nabi di dunia ini dengan mengatur dan mengekang kebebasan wanita, apalagi dalam berbusana. pada dasarnya busana apapun semuanya dibolehkan yang penting tidak telanjang, artinya ketika busana sudah pas dalam menutup aurot maka bentuk dan model dapat disesuaikan dengan selera masing masing kita, apabila rosul hidup di jaman sekarang, mungkin rosululloh juga akan pakai jeans dan mungkin sayyidah ‘aisyah pakai kerudung gaul seperti muda mudi sekarang ini. hemat saya janganlah sok sebagi tuhan dan nabi didunia ini, belum tentu kita yang dapat surga yang penuh ridho, bahkan mungkin orang yang kelihatan mungkar didunia ini mendapatkaanya, salam

  25. Heri Setiawan berkata

    Coba renung sekali lagi hadits berikut…
    “Dua golongan di antara penghuni neraka yang belum aku lihat keduanya: suatu kaum yang membawa cambuk seperti ekor sapi yang mereka gunakan untuk memukul orang-orang; perempuan yang berpakaian, tetapi telanjang yang cenderung dan mencenderungkan orang lain, rambut mereka seperti punuk unta yang miring. Mereka ini tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium aroma surga. Sesungguhnya aroma surga itu bisa tercium sejauh perjalanan demikian dan demikian.” (HR Muslim)

    InsyaAllah masih ada hadits2 sejenis…

  26. retnoarum berkata

    Assalamu’alaikum..
    kebebasan?waduh kalo dunia ini ga ada yg mengatur bisa2 malah jadi kebablasan. dalam penyampaian dakwah tdk ada tuch yg menganggap dirinya tuhan or rasul.karena segala sesuatu hal yg baik itu mesti disampaikan walau satu ayat.dan ini jelas sebagai muslim wajib menyampaiakan kebaikan.

    @KH. Aminulloh
    “apabila rosul hidup di jaman sekarang, mungkin rosululloh juga akan pakai jeans dan mungkin sayyidah ‘aisyah pakai kerudung gaul seperti muda mudi sekarang ini”

    wah kalo semua org muslim berfikiran seperti itu apa kata dunia? he..he..dapet teori dari mana tuch mas..dizaman rasulullah banyak saudagar atau shabat2 nabi yg memiliki kelebihan harta.dan berpakaian dari sutra.tapi setelah mengenal islam mereka mulai meninggalkan kebiasan tersebut.sahabat2 nabi aja bisa berfikiran seperti itu tentu karena ada contoh dari gurunya yaitu Rasulullah SWT.beliau walaupun seorang pemimpin negara tapi tidak pernah hidup bermewah-mewahan walaupun memiliki kesempatan tersebut.jadi ga mungkinlah rasul berpakaian jins apalagi menyamakan ibunda kita Aisyah dengan wanita yg berpakaian seperti org jahiliyah.Naudzubillah….

  27. Heri Setiawan berkata

    Tu buktinya, siapa bilang terlalu extrim mengikat wanita…? Mereka (yang mengerti ilmunya) dengan senang hati menjaga dirinya kok.

    InsyaAllah mereka akan terjaga…PASTI, karena itu janji Allah… Mereka ridha dengan keadaan mereka dan Allah pun insyaAllah ridha kepada mereka….

    Kalau menganggap Rasulullah dan Ummul Mukminin serendah itu… wah… Apa kata dunia..? (nerusin ukt retnoarum aja loh :D )

  28. wedhulgembes berkata

    asww,
    semoga penjelasan saudara bisa menambah pengetahuan dan membuka hati bagi para muslimah “yang mengenakan jilbab secara tidak syar’i”
    karena mereka ga mau memakai jilbab yang syar’i alasannya kebanyakan sungguh2 menggelikan, menjengkelkan ( “gue nyaman dg jilbab yg begini”, “kurang modis”, “enggak gaul” dsb)
    semoga Alloh SWT membuka pintu hati mereka agar mengenakan jilbab secara syar’i, amin3x
    wasww.

  29. belumcukuppinter berkata

    kalo milih kan harus nyoblos to kang?
    2-2ne ga bikin menarik, aku ga nyoblos, kang..
    ha lha kepriben to kang joe kie?
    aja kaya kie lah…

  30. [...] Bagaimana Memakai Jilbab Dengan Benar..? [...]

  31. retnoarum berkata

    assalamualaykum…mampir lagi ya akh…dah lama juga ga orat-oret di blog antum af1 ya… :)

    MANFAAT JILBAB (sumber: Kotak kecantikan Ajaib, Ninih Muthmainnah)

    1.Rambut muslimah yang berjilbab terlindungi dari sengatan panas matahari dan terlindung dari debu serta polusi, sehingga ketika jilbabnya dibuka,rambut tampak selalu bersinar. Rambut indahnya hanya diperlihatkan untuk orang-orang yang berhak melihatnya.

    2. Terjaga dari pandangan pria nakal. Muslimah yang berjilbab tidak mengumbar tubuhnya kecuali muka dan telapak tangan. Karenanya priapun terbatas memandangnya

    3. Pria segan menggoda apalagi melecehkan. Biasanya pria segan mendekati apalagi menggoda wanita berjilbab, kecuali kalau peluang itu diciptakan oleh wanita itu sendiri

    4. Termotivasi untuk terus menuntut ilmu dan mengamalkanya. Muslimah yang berjilbab merasa dirinya menjadi alat ukur kebaikan dan kesuksesan. Tuntutan ini sangat baik karena memacu dirinya untuk senantiasa berlomba meraih prestasi. Kebaikan dan sekuat mungkin menghindari kesalahan-kesalahan yang dapat mencemarkan nama baik islam oleh perbuatan dosa dan tercela

    5. Terjaga kehormatanya. Wanita berjilbab akan selalu menjaga kehormatanya seiring dengan ilmu yang dimilikinya karena mereka mengetahui dan dapat membedakan perilaku yang harus dilakukan dengan prilaku yang harus dihindari. Wanita berjilbab dan berilmu merasa selalu diawasi Allah dari segala kemaksiatan

    6. Terjaga dari polusi. Berjilbab berarti menutup aurat. Kain penutup yang menutupi bagian tubuh wanita menghalangi kotoran dari polusi udara.

    Ternyata Allah memberikan kasih sayangnya kepada wanita melalui syariat yang sempurna…..masih bilang jilbab ga OKE ??

  32. Heri Setiawan berkata

    Terimakasih atas tambahannnya ukhti Retnoarum. Yak benar sekali… apa-apa yang telah dituntunkan kepada MANUSIA itu sebenarnya adalah untuk kebaikan manusia sendiri menurut perhitungan Allah. Perhitungan siapa yang lebih baik daripada perhitungan Allah..?

    Yah.. mungkin emang sudah sifat manusia atau mungkin karena kebodohan manusia itu sendiri…

  33. aghram berkata

    sesungguhnya perempuan islam di dunia ini tidak mau hidupnya terperusuk kedalam zaman kuno akan tetapi mereka maunya hidup yang simple dan elegan dan mereka tidak mau hidup susah.memang susah untuk menyadarkan para umat islam khususnya para perempuan untuk menuruti ajaran agamanya.

  34. yanti berkata

    bagUs banGed Yuh..materinya,,
    Aku dUkung SeMuanya karena aku juga memakai kerudung

  35. fadhilah berkata

    Assalamualaikum.. Subhanallah bagus sekali pemaparan yang di atas tentang jilbab.. Semoga setiap muslimah dapat menyadari akan pentingnya menutup aurat…

  36. anggra berkata

    assalamu’alaikum

    ane suk banget dengan blog ini.
    ayo untuk kita para akhwat…. aurotnya tuh!!!diperhatikan

Tinggalkan Balasan

XHTML: Anda dapat gunakan tag ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>