Sebuah Catatan Kecil

We are agree that Knowledge is FREE…

Ketika Roh Terpisah Dari Jasad

Posted by Heri Setiawan pada September 16, 2007

Hari ini.., malam ini…, hari ke-3 bulan Ramadhan 1428H atau bertepatan 24th sejak 3 Ramadhan 1404 – pertama kali saya menghirup dan menghembuskan nafas di dunia ini …. (dalam kalender hijriah)

Yak, malam ini saya mendapatkan bunga tidur yang mungkin cukup aneh… dan mendebarkan… Saya bermimpi…roh saya keluar dari jasad saya…!

Ketika itu (dalam mimpi), saya melihat badan saya sendiri dan menyadari kalau sudah saatnya meninggalkan kehidupan duniawi. Saya bertanya, “Bisakan saya kembali ke tubuh saya?”. Lalu “seseorang” yang berada disamping saya menjawab,”Tidak bisa!”. Entah siapa “orang” itu… Sayapun kembali menyahut,”Waduh, saya belum sempat meminta maaf sama ibu saya..”. Saya tidak tahu kenapa kalimat itu yang tiba-tiba terucap dari mulut saya…

Dalam hati saya waktu itu, saya pun berteriak,”Aku bebas!!”, bebas dari apa saya juga tidak tahu… apakah bebas dari beban dunia?, bebas dari belenggu duniawi atau apa..? Wallahu a’lam…, mungkin itu menjadi PR untuk saya memikirkannya…

(masih dalam mimpi) Waktu roh “bergentayangan” di rumah, saya melihat orang-orang yang ada di sekitar badan tanpa nyawa yang sudah saya tinggalkan…terlihat dengan jelas masih ada yang mencoba membangunkan badan saya, entah itu adik saya atau ibu saya…

Namun tiba-tiba… “tok..tok..tok..”, suara ketukan pintu kamar membuat saya terjaga dari tidur saya… Ya… ketukan pintu oleh ibu saya itu membangunkan saya sehingga saya lepas dari mimpi itu…

“Dug..dug…dug…” dengan agak ketakutan saya mencoba menenangkan diri saya dan memastikan apa yang barusaja saya alami hanyalah sebuah mimpi… “Astaghfirullaah, ternyata hanya sebuah mimpi..”, gumam saya dalam hati… Mimpi itu seolah-olah seperti kejadian nyata…

Dan…. ternyata adzan subuh sudah berkumandang… Telaatt!!..Tidak..!!!belum sahur..!!!. langsung saja saya bergegas keluar rumah untuk melihat sudah terbit fajar atau belum dan….Alhamdulillaah fajar masih belum nampak. Akhirnya sempat juga makan 1 iris “tahu bacem” segelas besar teh yang sudah dibuatkan untuk saya dan segelas besar air putih sampai akhir adzan subuh… End….

Terimakasih yaa Rabb sudah mengingatkan hambaMu yang dhaif ini…

About these ads

2 Tanggapan to “Ketika Roh Terpisah Dari Jasad”

  1. Hafez said

    assalammualaikum

    waduh akh….saya jadi mikir tentang diri sendiri……………..seandainya kita tau kapan maut akan mejemput akankah kita jadi orang yang selalu bertaqwa?…. jadi terbayang semua kesalahan yang pernah saya lakukan ke orang lain T_T

    wassalam…………

  2. ridwhan said

    Assalamualaikum wr wb
    Pengalaman yang hebat.menyadari pengalaman tersebut sebagai hadiah dari Tuhan lebih hebat dari mimpi itu sendiri.

    Juka kesadaran akan mimpi tadi adalah sesuatu yang hebat, tentu ada yang lebih hebat. Apakah itu ?

    Sesuatu yang membuat hidup antum seperti dibimbing-Nya diluar tidur. Mengarahkan apa yang harus dilakukan dan selalu memberi tantangan hidup yang makin hari makin dahsyat : ujian. Diuji terus tapi antum menikmatinya. Tuhan menguji, hendak memberi sesuatu yang amat menakjubkan…..Amazing….

    Ridwan, Bandung 0856.5939.0570

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 64 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: