56% Remaja Melakukan Hubungan Sex di Luar Nikah
Ditulis oleh Heri Setiawan di/pada Agustus 15, 2008
Seperti biasanya, pagi hari menyaksikan siaran televisi yang baru saya sukai… tvone… acara Apa Kabar Indonesia pagi… hari ini 15/08/08 bahas beberapa diskusi antara lain ttg survey remaja 56% telah melakukan hubungan sex di luar nikah, ttg Supriyadi, pemimpin pemberontakan PETA yang muncul di media masa, tentang baju koruptor yang digagas KPK dan beberapa info lainnya…
Saya cukup tertarik dengan bahasan masalah remaja kita yang berdasarkan survey ada 56% udah melakukan hubungan sex diluar nikah, dengan kata lain sedikitnya 28 wanitanya udah tidak virgin lagi… Penasaran sama beritanya, caya coba searching di Internet, dan akhirnya ketemu juga di Tribun…
Sangat memprihatinkan… harus jeli kalo nyari pasangan hidup.. ![]()
Berikut beritanya:
BANDUNG, TRIBUN – Sedikitnya 56 persen remaja Kota Bandung pada rentang usia 15 hingga 24 tahun sudah pernah berhubungan seks atau making love (ML) di luar nikah. Hubungan seks dilakukan dengan pacar, teman, dan pekerja seks komersial.
Hal itu terungkap dalam workshop hasil baseline survei pengetahuan dan perilaku remaja Kota Bandung oleh 25 Messenger Jawa Barat di Wisma PKBI Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Selasa (12/8).
Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan 25 Messenger Jabar Kristian Widya Wicaksono mengatakan, survei yang dilakukan rentang waktu bulan Juni 2008 ini melibatkan rata-rata 100 responden remaja usia 15-24 tahun yang ada di setiap kecamatan di Kota Bandung.
Survei dibagi menjadi dua kategori rentang usia di dua jenis kelamin, yaitu laki-laki dan perempuan usia 15-19 tahun dan rentang usia 20-24 tahun. Survei juga mendapat data adanya hubungan sesama jenis dari responden.
“Kita juga melakukan survei dengan melibatkan responden yang biasa nongkrong di tempat-tempat seperti pusat perbelanjaan dan beberapa tempat nongkrong yang dianggap rawan,” kata Kristian.
Dari hasil survei tersebut, Kristian mengatakan sebanyak 56 persen remaja pada rentang usia tersebut pernah melakukan hubungan seksual.Dari jumlah tersebut, 30 persen menyatakan hubungan dilakukan dengan pacar sendiri, 11 persen dengan pekerja seks komersial (PSK), dan 3 persen dengan seseorang atau teman yang baru dikenalnya (one night standing).
“Dari hasil ini bisa disimpulkan kondisi remaja di Kota Bandung saat ini bisa dikatakan hampir mendekati kondisi parah dalam berperilaku,” katanya.
Menurut Kristian, perilaku remaja tersebut ternyata tidak dipengaruhi tingkat strata sosial. Bukan hanya remaja dari kalangan kelas sosial rendah yang pernah melakukan hubungan seks, tapi di tingkat strata yang lebih tinggi, perilaku semacam ini juga terjadi.Bahkan tingkat pendidikan juga tidak memengaruhi prilaku mereka berhubungan seks. Ini bisa diketahui dari hasil survei pengetahuan remaja mengenai HIV AIDS dan penularannya. Ternyata, pendidikan tinggi tidak menjamin pengetahuan mereka tentang HIV AIDS lebih baik dibanding mereka yang berpendidikan rendah.
Hanya saja, hasil survei menunjukkan tingkat pendidikan rendah berpengaruh terhadap perilaku menonton film porno. “Ada hasil signifikan, semakin rendah pendidikan, semakin banyak yang menonton film porno. Ini karena rasa ingin tahu mereka,” lanjutnya.
Kristian mengatakan, perilaku remaja yang demikian salah satunya memang paling banyak dipengaruhi oleh tontonan film porno. Selain itu, mereka juga mengetahuinya dari internet. Dan saat ini yang sedang tren adalah memperoleh gambar porno melalui telepon seluler.
Yang cukup mengejutkan, mayoritas remaja/pemuda di rentang usia 15-24, baik laki-laki maupun perempuannya, pernah menonton film porno. Mayoritas lewat VCD/DVD, atau diperoleh dari internet, atau kedua-duanya.
Pengaruh lain dalam perilaku seksual remaja antara lain seringnya orang tua bertengkar serta perceraian orang tua. Dari hasil survei, remaja yang orang tuanya kerap bertengkar membuat mereka mengalihkan kejenuhan tersebut dengan berperilaku menyimpang dengan melakukan hubungan seks.
“Bahkan ada responden yang berhubungan seks dengan PSK sebagai bentuk kompensasi psikologis menghadapi pertengkaran orang tua atau perceraian orang tuanya,” ujar Kristian.
Hasil survei lain menunjukkan bahwa remaja yang tidak aktif dalam kegiatan ekstrakulikuler dan keagamaan sangat memengaruhi perilaku seksual mereka.
Diketahui bahwa mereka yang tidak aktif cukup banyak yang melakukan hubungan seks karena tidak adanya kegiatan lain dan sebaliknya. Namun yang mengejutkan, ada beberapa responden yang aktif dalam kegiatan keagamaan tapi tetap melakukan hubungan seks bahkan dengan PSK.Dengan perilaku yang demikian, ujar Kristian, 40 persen responden ternyata bergonta-ganti pasangan. Ini menunjukkan ada kecenderungan peningkatan tertular HIV postitif. “Dari sini ada potensi kasus HIV/AIDS bisa meningkat bila tidak segera dicari solusi,” katanya.
Ketua Granat Kota Bandung Edi Herwansyah mengatakan, narkoba juga memengaruhi perilaku seks remaja. Dari hasil penelitian, narkoba seperti minuman keras, ganja, dan sabu-sabu memicu mereka melakukan hubungan seks.
“Saat ini trennya ganja dan sabu. Bila remaja lebih terbuka saat menggunakan narkoba, orang dewasa cenderung melakukannya di tempat tertentu agar orang lain tidak tahu. Dan di Bandung pengguna narkoba juga cenderung meningkat,” katanya. (tif)










eko supriyanto berkata
memang risih bila mendengar remaja berperilaku menyimpang, oleh karena itu perlu peran kita semua untuk meminimalisir perilaku tersebut, jangan memberi peluang kearah amoral. ok
farieh berkata
na’udzubillah. moga tidak terjadi pada dirikita dan anak cucu keturunan kita. amiin.
ironi sekali memang.
ndro berkata
sebenarnya peran keluarga yang harusnya sangat dominan mencegah itu.
yayan_re3 berkata
hiks…hiks…
gw juga pernah punya pcr yg sdh di “habisi” sm mantan pcrnya terdahulu.
sedih hati gw liat tu cwe, cantik2 kok dah ga per****.
masalahnya mereka punya rmh kos, jadi waktu senggang kul pergi kesana ML (huwaaaa!!)
dalam kurun waktu hampir 1 tahun, gituan melulu kerjanya, ga tau klo bulan puasa??
ortunya dah pisah selama 2 thn, anak pak haji lagi. IRONI BGT!!!!
ne jaman, jaman edan! pinggin rasanya mati, mendengar semua ceritanya
gw jadi kasihan…..cwe2 Indonesia. klo cwe bule biariiiin…..emang udh dari sononye!!!
ya Allah, jauhilah anak cucu kami dari godaan setan yang terkutuk. dan limpahkanlah mereka dengan rahmat dan hidayahmu. Amin….
yayan_re3 berkata
ahhhh……
gw benci tuh pacarnya…
udah cantik, cwonya?? ah jelek bgt. tukang ojek man!!!
sumpah ga bohong, klo lu2 pada liat, pasti lu ga percaya 100%
yayan_re3 berkata
apa sih yg ada dipikiran kita??
tiap hari nonton sinetron berbau “pacaran” yg meracuni pikiran anak SD, SMP, SMA bahkan Mahasiswa.
nonton film barat, ada adegan ciu***** n adegan ML.
kenapa mesti Undang2 Pornografi dilarang? bukankah itu baik buat moral kita.
percuma masuk Masjid sholat trz pas keluar masjid liat cwe2 pada pamer2 da** n ping***, ane tobat!
apa ini yg dibilang Dian Sastro pencekalan seni? ntr diper**** baru tau rasa tu artis.
dengar tuh lagunya Jamrud – Putri.mp3, dengarin baik2 apa katanya.
ga sadar apa ne jaman udah mau ketemu buntutnya, nyadar donk Dewi Persik!!!
gw jg manusia biasa man, bisa sj salah, tp gw trz berupaya untuk tidak ikut gaya orang kafir kayak Bunga C. Lestari. So Alim lu…
Allhamdulliah gw blm pernah ML, syukur bgt wkt SMA takut nyoba2. ga seperti tmn2.
sering2 dengar kajian agama, baca fadilah amal, hadist, arti Alquran, Tabliq, Salafi atau yang semacamnya, tapi jgn terpecah belah n mari kita satukan perbedaan masing2.
gw pengen cerita bnyk sama2 org2 yg berpikiran sama seperti sy. sy juga dulu perokok, peminum, penjahat wanita, preman, tapi Allah telah menunjukan sy Hidayahnya, dgn bgt perlahan-lahan sy mulai ubah cara hidup saya yang dulu.
56% Remaja Melakukan Hubungan Sex di Luar Nikah « berkata
[...] 56% Remaja Melakukan Hubungan Sex di Luar Nikah Ditulis pada Oktober 22, 2008 oleh oyonghairudin 56% Remaja Melakukan Hubungan Sex di Luar Nikah [...]
rendi berkata
wah kalau bandung..mah jangan heran nyak….edones semua masyarakat bandung…????sulit sekali cari perwan di kota bandung..????kenytaan bener khan..?????bandung theaaaaaaaaaaaa!!
neira sintya berkata
justru itu….kita harus biasakan begitu….kata orang kan indonesia kekurangan penduduk…..makanya yuk….bersama sama buat penduduk yang buanyak amiiiieeenn
yana berkata
Dlu waktu sbelum gw nikah,nyokap slalu bilang..BOLEH AJA PUNYA TEMEN BANYAK,TP JANGAN SAMPE DEH NGLAKUIN YG SATU ITU..NTAR HARGA DIRI SBAGAI CWE JD JATOH BGT..gt..dan emang bner..buktiny ada tmen2 yg MBA,Eh jadiny kluarga cwokny jd mandengny sbelah mata gt..memang keluarga dan agama bs jd benteng dr hal buruk itu
wijayanto berkata
kasus sex remaja tidak bisa melulu disalahkan media aja.., tapi dicoba juga komunikasi dan “doktrinasi” kaidah moral agama dalam keluarga…, yang puenting itu kehidupan harmonis yang sehat dalam keluarga koq..,
Ranny berkata
huah!!!!
ni zaman emang udah berubah, nggak banyak anak SMP, SMA atu bahkan yang udah mahasiswa terjerumus dalam dunia sex before married kalo gini generasi muda indonesia, apakabarnya indonesia dewasa nanti?
tobat ouy! tu cuman kesenangan dunia sementara, toh Allah juga udah ngasih kita kesempatan buat ngerasainnya, asal musti sabar, married dulu, itu yang bener!
bodo banget orang yang ngerasain nikmat itu secara nggak sah, Allah udah ngasih kesempatan, kenapa enggak kesempatannya dipake, udah gitu berpahala lagi, iya dunk bermesraan ma yang bukan muhrim itu kan haram, makannya harus di halalkan dulu, yupz lewat izab qobul alias married, kalo belum siap sabar aja, coz semua orang pasti bakal ngerasainnya, so sabar dlu, tahan aja, kalo nggak bisa nahan tuhan juga udah ngasih solusi puasa cuy!
semoga kita termasuk dalam hambanya yang selalu istiqommah amiiiiin….
RAYAP berkata
Ada masalah psikologis disini,dorongan keinginan yang amat sangat dari provokasi oleh media sosialisasi spt internet membuat remaja yang rentan,ingin menjajal dalam btk empiris so terjadi freesex.Cara mencegahnya adl dg me-redesign paradigma.Sbnernya c org yg melakukan freesex tu org sakit jiwa.Utk menyembuhkan maka obat yang manjur adl pendekatan religius dari sisi hakekat penciptaan manusia,trus jgn lupa payung hukum bagi mereka2 yang suka mempertontonkan auratnya
son berkata
kalo penasaran pengin yoba free sex, dan itu dah ga ketahan lagi, dah masturbasii aja, bis itu banyak bayak beribadah , iringi keburukan dengan selalu sholat, puasa baca quran,dijamin dah kamu bakal secara alami akan terjadi konflik batin yang berkcamuk hebat,antara potensi buruk dan potensi baikmu, nah…..kalo dah gitu baru alihkan kehal-hal yang positif,ingat tu hanya kesenangan sementara, kalo ga pengin nyeseellll di buatnya, sabar mas / mba…….smoga bermanfaat
santo berkata
gimana remaja ga’ banyak yg ngelakuin kaya’ gt. abis enak sich…. aku juga mau buangeeeetttttt……..
D-Engine berkata
udhlah klo dibukain celana cew nya, jg mw coba, ga usah munafik dech, krn udh kodrat manusia tmpatnya salah,
Venny berkata
Manusia memang tempatnya salah, tapi manusia punya hati dan akal yang ngebedain dia dengan binatang. Dan berfungsinya itu semua tergantung iman.
yoyo berkata
Hati2 buat lo2 pada yang suka tuding kanan kiri bilang ‘lo kafir ato lo muna’!! lo mesti inget orang yang religius sekalipun bisa jatuh juga. Dan menurut gw itu jadi tanggung jawab masing2.
Klo gw bilang sih mending lo jangan pada ML di luar nikah deh.. lo ga tau apa yang lo hadapin di balik semua kenikmatan sesaat itu. Ce lo Hamil ato paling nggak Beban Psikologis yang lo ato cewe lo derita.
klo lo bener2 sayang sama cewe lo mending lo buang jauh2 pikiran ML sblm nikah.
siti nur rahmah berkata
Saya jadi bingung , gimana ya nanti saya bakal mendidik anak saya kelak.
Heri Setiawan berkata
coba arahkan lingkungan pergaulannya mbak…