“Tradisi” Meminta Maaf Sebelum Ramadhan… Adakah Tuntunannya..?
Ditulis oleh Heri Setiawan di/pada Agustus 31, 2008
Sudah beberapa sms berisi permintaan maaf sebelum berpuasa di bulan Ramadhan saya terima dari handphone saya yang masih “ecek-ecek”… Mulai yang biasa, agak serius sampai dengan yang nyrempet2 kampanye…
Saya cuma bisa cengar-cengir baca sms tu. Hal yang sama juga terjadi via Yahoo Messanger… banyak yang broadcast minta maaf…
Ramadhan tahun lalu… hal yang sama juga saya lakukan… puluhan sms permintaan maaf saya kirimkan… Broadcast ke id YY yang ada di kontak list YM saya… isinya juga permintaan maaf sebelum menjalankan puasa Ramadhan. CUkup banyak juga yang membalas dengan kata2 yang hampir sama, tetapi ada satu orang yang membalas dengan…yah… agak keras…mengatakan kalau itu tidak ada tuntunannya…
Setelah itu saya mencoba mencari… hadits yang berhubungan dengan permintaan maaf sebelum bulan Ramadhan itu… dan memang banyak yang menjelaskan kalau hadits itu tidak ada.
Hadits yang dimaksud adalah yang ini:
“Ketika Rasullullah sedang berkhutbah pada Shalat Jum’at (dalam bulan Sya’ban), beliau mengatakan Amin sampai tiga kali, dan para sahabat begitu mendengar Rasullullah mengatakan Amin, terkejut dan spontan mereka ikut mengatakan Amin. Tapi para sahabat bingung, kenapa Rasullullah berkata Amin sampai tiga kali.
Ketika selesai shalat Jum’at, para sahabat bertanya kepada Rasullullah, kemudian beliau menjelaskan: “ketika aku sedang berkhutbah, datanglah Malaikat Jibril dan berbisik, hai Rasullullah Amin-kan do’a ku ini,”
jawab Rasullullah.Do’a Malaikat Jibril itu adalah:
“Ya Allah tolong abaikan puasa ummat Muhammad, apabila sebelum memasuki bulan Ramadhan dia tidak melakukan hal-hal yang berikut:1) Tidak memohon maaf terlebih dahulu kepada kedua orang tuanya (jika masih ada);
2) Tidak bermaafan terlebih dahulu antara suami istri;
3) Tidak bermaafan terlebih dahulu dengan orang-orang sekitarnya.
Saya cari disana-sini via inet tapi… udah banyak ngebahas kalo hadits itu tidak ada… seperti disini, disitu ato disono. Saya malah dapet mp3 kajian yang bahas masalah ini… dan hasilnya sama… sang ustadz belum pernah menemukan hadits yang seperti diatas…
Yah… tahun ini lah saya mulai meninggalkan “tradisi” maaf2an sebelum Ramadhan…










Abdee berkata
Saya sudah sejak lima tahun lalu. Orang pertama yang mengucapkan pun saya masih ingat.
M Shodiq Mustika berkata
yach,
kalo emang gak ada tuntunannya dari Rasul,
kita tinggalin aja deh…
biar gak jadi bid’ah baru
penghemat-bbm berkata
Mohon maaf sebelumnya…
Tapi apakah jika “sesuatu” yg memberikan output yg baik ttp tidak ada “tuntunan”/hadist, maka “sesuatu” itu jadi tidak perlu dilakukan??
Sedangkan kehidupan ini selalu bersifat dinamis. Hal2 yg “baik” tapi “baru” pun bermunculan. Banyak sekali contohnya (misal, internet, teknologi, kesehatan, budaya, dsb). Tinggal akal pikir jernih dan hati nurani kita yg bisa membedakan (furqon).
Memang lebih baik jika “dalil” nya ada. Tetapi kalo ga ada?? Distulah Manusia sbg khalifah yg bisa mengambil keputusan.
Jangan sampai seperti anak “kecil” yg hanya dicekoki segala aturan, tapi dia tdk mengerti hakekatnya.
Mohon maaf jika ada salah kata
Trims
erri
Heri Setiawan berkata
bukan seperti itu maksudnya…
sesuatu yang menjadi kebiasaan, lalu dianggap sebagai bagian dari syariat dan pada akhirnya dianggap ibadah padahal itu tidak ada tuntunannya… itu yang di takutkan… iya toh..? sama mah kasusnya sholat subuh yang harusnya 2 roka’at ditambah menjadi 3 roka’at… apa itu bisa dibenarkan..?
masalah teknologi mah bisa tu dinamis…
Arsyad Salam berkata
secara logika memang masuk akal kalo kita terlebih dahulu meminta maaf sebelum melakukan suatu ibadah termasuk puasa… agar puasa kita lebih terjamin pahalanya…. setuju gak?
Heri Setiawan berkata
@Arsyad,
hmmmm…. ya setiap hari bisa tu minta maaf sama banyak orang…
… sebelum shalat terutama, khan shalat tu ibadah yang paling pertama di tanyakan di akhirat… 
setuju kaga’ nih..?
Alfan berkata
Sebetulnya meminta maaf dan memaafkan itu bisa kapan saja bisa hari ini, besok, lusa, tahun depan atau kapan saja asal jangan keburu mati saja. Semakin cepat meminta maaf semakin baik sebelum keduluan dijemput malaikat maut. Jadi meminta maaf itu gak usah menunggu pas mau puasa atau pas lebaran, iya kalau sempat, kalau tidak ? namun demikian pada hari raya seyogyanya kita saling bermaafan dan saling memaafkan. Setujuu….? Maaf kalau kalau saya salah…
Heri Setiawan berkata
setuju… berjabat tangan sendiri khan dah menggugurkan yak…?
Mahavatar Dhammaraja berkata
islam memang njelimet kayak benang kusut. makanya pikiran orang jadi kusut jika di islam.
Alfan berkata
Sebenarnya Islam itu tidak njlimet dan tidak kusut bahkan Islam itu sangat mudah dipahami dan dimengerti serta mudah dilaksanakan. Yang membuat njlimet dan kusut itu karena kurang mempelajari bahkan tidak mau mempelajari, mengerti sedikit merasa sudah merasa mengerti banyak dan merasa benar bahkan paling benar. Cobalah pelajari dan dalami Islam secara utuh tidak separuh-separuh maka kamu akan mengerti bagaimana Islam yang sebenarnya. Semoga kita menjadi lebih arif dalam berucap dan bertindak.
Black berkata
Mmmmm, coba lihat di kitab-kitab kuning….,
Mungkin itu sedikit memberikan sumbangsih,Afwan
heri berkata
@ Mahavatar Dhammaraja anda terkena paranoid? Segera berobat ya
Heri Setiawan berkata
itu kaum musyrikin… biasa deh kalo mereka bilang seperti itu…
patung buatan sendiri disembah… pemikiran paling gila tu ya…
Infinitum Dialectica™ berkata
[...] Ada banyak hoax-hoax lainnya seperti membuat popcorn memakai handphone, foto-foto sarah palin, kfc dibuat dari ayam sintetis (buatan), sampai ke hadist meminta maaf sebelum berpuasa, baca disini. [...]