<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Sebuah Catatan Kecil &#187; Perjalanan Hidup</title>
	<atom:link href="http://awansx.wordpress.com/category/perjalanan-hidup/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://awansx.wordpress.com</link>
	<description>We are agree that Knowledge is FREE...</description>
	<lastBuildDate>Mon, 15 Jun 2009 05:52:07 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='awansx.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/1019b681f70d04eecbf78f797b2d85a9?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Sebuah Catatan Kecil &#187; Perjalanan Hidup</title>
		<link>http://awansx.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://awansx.wordpress.com/osd.xml" title="Sebuah Catatan Kecil" />
		<item>
		<title>Ketika Masalah Menghampiri&#8230;.</title>
		<link>http://awansx.wordpress.com/2008/12/13/ketika-masalah-menghampiri/</link>
		<comments>http://awansx.wordpress.com/2008/12/13/ketika-masalah-menghampiri/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Dec 2008 02:01:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Heri Setiawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Kecil]]></category>
		<category><![CDATA[Perjalanan Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Tarbiyah]]></category>
		<category><![CDATA[kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[masalah]]></category>
		<category><![CDATA[musibah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://awansx.wordpress.com/?p=328</guid>
		<description><![CDATA[
Permasalahan dan musibah dalam kehidupan itu akan selalu ada&#8230;tanpa kita duga&#8230;tanpa kita sangka-sangka&#8230;tetapi memang mereka selalu muncul dan akan selalu muncul selama roh masih menyatu dengan badan&#8230;selama nafas masih terhembus&#8230; selama jantung masih berdetak&#8230; selama darah masih mengalir dalam urat nadi manusia.
Bagi sebagian orang, permasalahan yang terasa berat akan membawanya kepada hal yang negatif sebagai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=awansx.wordpress.com&blog=4451170&post=328&subd=awansx&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;"><a title="masalah" href="http://images.myfilehost.us/viewer.php?id=opt1229133232l.jpg" target="_blank"><img class="aligncenter" src="http://images.myfilehost.us/images/opt1229133232l.jpg" border="0" alt="merenungi masalah" /></a></p>
<p>Permasalahan dan musibah dalam kehidupan itu akan selalu ada&#8230;tanpa kita duga&#8230;tanpa kita sangka-sangka&#8230;tetapi memang mereka selalu muncul dan akan selalu muncul selama roh masih menyatu dengan badan&#8230;selama nafas masih terhembus&#8230; selama jantung masih berdetak&#8230; selama darah masih mengalir dalam urat nadi manusia.</p>
<p>Bagi sebagian orang, permasalahan yang terasa berat akan membawanya kepada hal yang negatif sebagai bentuk pelampiasannya terhadap masalah yang dia hadapi. Imannya jatuh, kesabarannya jatuh dan gairah hidupnya pun jatuh&#8230; dia hanya bisa melakukan pelampiasan-pelampiasan yang tiada berguna. Dia lupa akan impian-impiannya, dia lupa akan orang-orang disekitarnya dan lebih buruk lagi&#8230; dia lupa akan Tuhannya dengan segala kasih sayangNya&#8230; Dia semakin larut dalam permasalahannya, mencoba lari dari masalahnya dan merasa seolah-olah kehidupan ini tiada berarti&#8230;</p>
<p><span id="more-328"></span>Bagi sebagian yang lain, permasalahan ataupun musibah ataupun harapan yang terputus membuatnya semakin kuat dalam menjalani lika-liku kehidupan. Dia merasa segala sesuatu yang ada di dunia ini adalah milik Tuhannya, dia akan menerima apa-apa yang diberikan Tuhannya&#8230; menerima dan mensyukuri apa yang didapatkannya dan selalu berusaha memberikan yang terbaik, baik untuk dirinya sendiri maupun untuk orang lain. Ketika permasalahan melanda kehidupannya, yang pertama kali dia lakukan adalah bersabar terhadap masalah atau musibah yang tengah dihadapinya&#8230; karena <em>&#8220;sabar itu pada awal kejadian&#8221;</em> (Sahih Muslim : 1534), <em>“Sesungguhnya yang dinamakan sabar itu adalah ketika (bersabar) pada pukulan (benturan) pertama”</em> (Hadits Shahih Riwayat Bukhari, 3/110-116 Dalam Bab Ziarah Kubur).. <a title="berdo'a" href="http://images.myfilehost.us/viewer.php?id=arx1229133353c.jpg" target="_blank"><img src="http://images.myfilehost.us/images/arx1229133353c.jpg" border="0" alt="berdo'a" width="195" height="196" align="right" /></a>Permasalahan dan musibah semakin mendekatkan dirinya dengan Tuhannya, semakin kuat keimanannya kepada Tuhannya. Dia yakin bahwa dibalik masalah ada kelapangan.., dibalik musibah ada hikmah.. sehingga segala permasalahan kehidupan akan dia jalani dengan pikiran jernih dengan selalu berdo&#8217;a, berusaha dan bertawakal kepada Tuhannya. Dia tidak menampakkan kesedihannya pada orang disekitarnya karena dia tahu hal itu akan membawa orang lain ikut dalam kesedihannya&#8230;tetap tersenyum dihadapan orang lain seolah-olah tidak terjadi sesuatupun pada dirinya&#8230; Hal ini membuat dirinya semakin dewasa dan selalu mempersiapkan diri terhadap segala kemungkinan yang muncul dalam kehidupannya.</p>
<p>Lalu mana yang akan kita pilih ketika masalah dan musibah itu menghampiri..?<br />
<em>Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan    mengatakan : &#8220;Kami telah beriman&#8221;, sedang mereka tidak diuji lagi? </em>(Al-Ankabuut:2)</p>
<p><em>Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan . Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan. </em>(Al-Anbiyaa&#8217; 35)</p>
<p style="text-align:left;">Bersabarlah, walaupun sabar itu tidak semudah apa yang dikatakan&#8230;<br />
<a title="jangan pernah menyerah" href="http://images.myfilehost.us/viewer.php?id=viu1229133540i.jpeg" target="_blank"><img class="aligncenter" src="http://images.myfilehost.us/images/viu1229133540i.jpeg" border="0" alt="jangan pernah menyerah" /></a></p>
Posted in Catatan Kecil, Perjalanan Hidup, Tarbiyah Tagged: kehidupan, masalah, musibah, Tarbiyah <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/awansx.wordpress.com/328/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/awansx.wordpress.com/328/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/awansx.wordpress.com/328/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/awansx.wordpress.com/328/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/awansx.wordpress.com/328/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/awansx.wordpress.com/328/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/awansx.wordpress.com/328/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/awansx.wordpress.com/328/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/awansx.wordpress.com/328/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/awansx.wordpress.com/328/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=awansx.wordpress.com&blog=4451170&post=328&subd=awansx&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://awansx.wordpress.com/2008/12/13/ketika-masalah-menghampiri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b36ffe42a4e10241db2bfdb385591653?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">awansx</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://images.myfilehost.us/images/opt1229133232l.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">merenungi masalah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://images.myfilehost.us/images/arx1229133353c.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">berdo'a</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://images.myfilehost.us/images/viu1229133540i.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">jangan pernah menyerah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kisah Panjang Seorang Mantan Mubaligh Ahmadiyah</title>
		<link>http://awansx.wordpress.com/2008/05/27/kisah-panjang-seorang-mantan-mubaligh-ahmadiyah/</link>
		<comments>http://awansx.wordpress.com/2008/05/27/kisah-panjang-seorang-mantan-mubaligh-ahmadiyah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 May 2008 07:08:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Heri Setiawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perjalanan Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[ahmadiyah]]></category>
		<category><![CDATA[aliran]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[mirza gulam ahmad]]></category>
		<category><![CDATA[muallaf]]></category>
		<category><![CDATA[sesat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alikhwan.wordpress.com/?p=121</guid>
		<description><![CDATA[Ahmad Hariadi, tak banyak orang mengenal sosok yang satu ini. Mubaligh senior yang sempat 10 tahun bergabung dengan Ahmadiyah ini, kemudian menyadari dan insaf bahwa Ahmadiyah keliru dan sesat. Ia pun lantas meninggalkan Ahmadiyah. Meskipun awalnya pertemuan dengan tokoh sekaliber Buya Hamka dan M Natsir tak membuatnya goyah untuk tetap memeluk Ahmadiyah.
Tekadnya sekarang adalah menghabiskan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=awansx.wordpress.com&blog=4451170&post=120&subd=awansx&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div>Ahmad Hariadi, tak banyak orang mengenal sosok yang satu ini. Mubaligh senior yang sempat 10 tahun bergabung dengan Ahmadiyah ini, kemudian <strong>menyadari dan insaf bahwa Ahmadiyah keliru dan sesat</strong>. Ia pun lantas meninggalkan Ahmadiyah. <strong>Meskipun awalnya pertemuan dengan tokoh sekaliber Buya Hamka dan M Natsir tak membuatnya goyah untuk tetap memeluk Ahmadiyah</strong>.</p>
<p>Tekadnya sekarang adalah menghabiskan sisa hidupnya untuk melakukan penyadaran bagi Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) agar kembali pada Islam yang kaffah. Ia tegaskan lagi janjinya saat tabligh akbar di Masjid Al Barkah, Matraman, Jakarta. Pemimpin Yayasan Kebangkitan Kaum Muslimin di Garut, Ahmad Hariadi, memaparkan kisahnya kepada wartawan Republika, Rachmat Santosa Basarah. Berikut petikannya.</p>
<p><strong>Bagaimana awalnya, Anda bisa tertarik masuk Ahmadiyah?</strong></p>
</div>
<div>Tahun 1971, saat itu usia saya 19 tahun, saya mendatangi cabang Ahmadiyah Surabaya, membaca buku-buku Ahmadiyah, termasuk yang dikarang oleh Mirza Ghulam Ahmad. Setelah saya pelajari, akhirnya saya tertarik dan saya simpulkan, inilah yang saya cari. Setelah itu, saya hadapkan pada guru-guru saya yang sebelumnya saya pun belajar pada mereka. Ada yang dari Muhammadiyah, NU, Persis, dan lainnya. Saya kan sebelum kenal Ahmadiyah belajar lama pada para alim ulama itu. Saya juga mubaligh, dan jauh sebelum itu sudah mengisi ceramah di salah satu radio di Jombang.<span id="more-120"></span></p>
<p>Ketertarikan saya saat itu karena melihat organisasi Ahmadiyah adalah organisasi dunia. Mereka menerjemahkan Alquran ke dalam berbagai bahasa dan organisasinya rapi. Pendirinya adalah Imam Mahdi, Isa yang dijanjikan. Jadi, menurut saya, saat itu ada daya tarik khusus yang tidak ada pada kelompok-kelompok Islam lainnya.</p>
<p>Kemudian dari ajarannya, Ahmadiyah membuat definisi bahwa Rasul itu dibagi dua. Yaitu, yang membawa syariat dan yang tidak membawa syariat dan pakai dalil Alquran&#8211;yang memang kalau dilihat sepintas memang benar. Menurut Ahmadiyah, rasul yang tidak membawa syariat itu bisa saja datang, yaitu Mirza Ghulam Ahmad.</p>
<p>Kalau seandainya para guru saya atau para ulama mengatakan definisi dalam Ahmadiyah bahwa rasul dibagi dua, itu tidak benar. Tentu, saya tidak akan masuk Ahmadiyah saat itu. Memang ada ayat di dalam Alquran. Namun, bukan berarti nabi-nabi Bani Israil tidak membawa syariat. Memang, dalam hal-hal prinsip berinduk pada Taurat. Tapi, dalam hal-hal lain yang sifatnya sesuai dengan situasi dan kondisi pada waktu nabi-nabi itu berada, mereka juga membawa syariat. Itu kunci jawabannya. Kalau saya dapatkan itu sebelum saya masuk Ahmadiyah, saya tidak akan masuk Ahmadiyah.</p>
<p><strong>Bagaimana tanggapan para alim ulama (guru Anda) setelah mengetahui Anda tertarik Ahmadiyah?</strong></p>
</div>
<div>Saya menemui mereka dan saya hadapkan hujjah-hujjah Ahmadiyah pada mereka. Terutama, yang menyangkut tiga masalah pokok. Pertama, Nabi Isa AS masih hidup atau sudah mati. Kedua, akankah datang rasul atau nabi lagi yang tidak membawa syariat. Ketiga, benar atau tidakkah bahwa Mirza Ghulam Ahmad ini sebagai Imam Mahdi, sebagai Nabi Isa yang dijanjikan.</p>
<p>Mungkin, karena mendadak dan mereka belum mempelajari secara mendalam, mereka akhirnya cukup kelabakan juga. Akhirnya, saya simpulkan bahwa hujjah-hujjah Ahmadiyah ini tidak bisa dipatahkan. Akhirnya, mereka bahkan menyimpulkan bahwa kalau memang Ahmadiyah benar, mengapa Buya Hamka dan Muhammad Natsir tidak masuk Ahmadiyah.</p>
<p>Setelah menghadap para ulama yang sebelumnya adalah guru-guru Anda itu, apa yang Anda lakukan?<br />
Dua tahun kemudian, tahun 1973, saya sempatkan untuk pergi ke Jakarta mendatangi Buya Hamka di Masjid Al Azhar. Saya ditanya Buya, ada apa datang ke sini? Saya katakan, saya dari Pare, Kediri. Saya katakan, ada problem dengan Ahmadiyah. Langsung spontan, Buya Hamka memegang pundak saya dan meminta saya untuk tiga hari tinggal di rumah beliau, di samping Masjid Al Azhar itu. Selama tiga hari dengan beliau, kami dialog tentang tiga masalah pokok hujjah Ahmadiyah.</p>
<p>Namun, saya merasa jawaban-jawaban beliau belum memuaskan. Akhirnya, saya mendatangi Ustadz Muhammad Natsir dengan rekomendasi dari Buya Hamka. Pak Natsir kemudian memberikan hasil debat antara Al Hasan dari Persis dengan dua mubaligh Ahmadiyah, yaitu Rahmad Ali dan Abubakar Ayub. Dalam hasil debat yang sudah berbentuk buku itu, dibahas juga tiga masalah tadi. Saya masih belum puas juga.<br />
<strong><br />
Dua ulama besar tidak bisa membuat Anda goyah. Kemudian, apa yang Anda lakukan?</strong></p>
</div>
<div>Setelah itu, saya ke Bandung karena ada saudara saya di sana. Kemudian, saya datang ke cabang Ahmadiyah di Bandung. Dan, saya utarakan mau dibaiat masuk Ahmadiyah (Ahmad Hariadi menuturkan dengan mata memerah dan berkaca-kaca&#8211;Red). Itu bulan Desember 1973. Saya mengisi formulir baiat masuk Ahmadiyah. Jadi, sebelum mengisi formulir itu ada 10 persyaratan baiat. Dan, itu sampai sekarang masih diterapkan di Ahmadiyah.</p>
<p>Setelah dibaiat, ada tiga hal dipesankan kepada saya. Pertama, saya tidak boleh makmum di belakang orang yang bukan Ahmadiyah. Kedua, tidak boleh kawin dengan orang yang bukan Ahmadiyah. Dan ketiga, saya harus membayar seperenambelas dari penghasilan per bulan. Itu namanya Candah Am, atau iuran umum bagi anggota Ahmadiyah.</p>
</div>
<div>Sepekan setelah saya dibaiat, ada pertemuan tahunan pemuda Ahmadiyah se-Indonesia di Jakarta. Saat itu, saya menang juara satu lomba pidato. Akhirnya, saya ditawari oleh para mubaligh Ahmadiyah untuk menjadi mubaligh, dan tawaran itu saya terima. Bahkan, saat itu ada rencana saya dikirim ke Robuah, Pakistan, pusatnya Ahmadiyah dunia saat itu, untuk dididik menjadi mubaligh internasional.</p>
<p>Saat saya akan berangkat, ternyata di Pakistan ada huru-hara besar antara kaum Muslim dengan Ahmadiyah. Saya pun tidak jadi ke sana. Akhirnya, pimpinan mubaligh Ahmadiyah pusat Indonesia mengatakan agar saya langsung diangkat menjadi mubaligh senior dan tugas pertama saya ke kota Medan. Setelah dua tahun di Medan, saya dipindah ke Jakarta. Dan, di Jakarta sekitar 3,5 tahun. Setelah itu, dipindah lagi ke Bali selama enam bulan dan terakhir ke Lombok, NTB. Saya masuk bertugas di Lombok tahun 1983.<br />
<strong><br />
Kabarnya, ada kewajiban bagi setiap jemaat Ahmadiyah untuk merekrut satu orang setiap harinya. Apakah itu benar?</strong></p>
</div>
<div>Waktu itu, saat saya tugas di Lombok, ada instruksi dari khalifah Ahmadiyah dunia keempat. Ia menginstruksikan pada jemaat Ahmadiyah di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Masing-masing negara ditarget, misalnya dalam tahun 1984, bisa menambah sekian ribu jemaat. Untuk mengejar target itu, pusat Ahmadiyah Indonesia bikin moto, &#8216;Tiada hari tanpa tabligh (dakwah)&#8217;. Sejak saat itu, diinstruksikan kepada setiap jemaat melakukan dakwah minimal pada satu orang setiap harinya.<br />
<strong><br />
Siapa pemimpin Ahmadiyah sedunia sekarang?</strong></div>
<div>Mirza Ghulam Ahmad, lahir pada 1835 dan meninggal pada 1908. Dia mendirikan Ahmadiyah tahun 1889. Setelah meninggal, dia diganti oleh khalifah Ahmadiyah pertama. Kemudian, bertutur-turut diganti oleh khalifah kedua, ketiga, dan keempat. Khalifah keempat ini adalah cucunya Mirza Ghulam Ahmad, namanya, Tahir Ahmad.<br />
<strong><br />
Pada 1984 itu, berapa kira-kira jemaat Ahmadiyah sedunia dan di Indonesia?</strong></div>
<div>Saat itu, di Indonesia ada sekitar 20 hingga 30 ribuan. Kalau di seluruh dunia, sekitar satu juta atau kurang dari satu juta orang.</p>
<p><strong>Tapi, kabar yang beredar menyatakan anggota JAI mencapai 500 ribu orang?</strong></p>
</div>
<div>Menurut data Balitbang Depag, sekitar 80 ribu. Tapi, menurut pengakuan Ahmadiyah, satu juta orang, di antaranya 500 ribu sudah membayar iuran. Tapi, menurut saya, sebetulnya anggota jemaat Ahmadiyah di Indonesia ini tidak lebih dari 100 ribu orang. Untuk tingkat dunia, jemaat Ahmadiyah di seluruh dunia, menurut laporan Hasan Aodah (orang kedua dari khalifah keempat yang sudah sadar dan keluar dari Ahmadiyah) sekitar dua juta orang.</p>
<p>Hasan Aodah ialah orang Arab Palestina dan guru bahasa Arab khalifah ke empat. Ia dari kalangan intelektual dan berada, yang juga akhirnya sadar dan keluar dari Ahmadiyah. Sementara itu, menurut klaim dari Ahmadiyah sendiri mencapai 200 juta orang. Itu bohong.</p>
<p><strong>Peristiwa apa yang kemudian membuat Anda sadar dan keluar dari Ahmadiyah. Padahal, Anda saat itu sudah 10 tahun lebih menjadi mubaligh senior Ahmadiyah?</strong></p>
</div>
<div>Saat saya bertugas di Lombok Timur, NTB, saya kenal dengan Ustadz Irfan, pimpinan salah satu pondok pesantren di sana. Kami pun berdebat keras soal Ahmadiyah. Namun, tidak ada titik temu dan akhirnya kami sepakat melakukan mubahalah atau perang doa. Jadi, perjanjiannya, kalau selama tiga bulan lawan saya, yaitu Ustad H Irfan tidak diazab oleh Allah SWT, berarti saya kalah dan saya bersedia dipotong leher saya. Sementara itu, H Irfan juga mengatakan bersumpah pada Allah SWT bahwa kalau memang benar Mirza Ghulam Ahmad adalah Imam Mahdi, maka ia bersedia diangkat nyawanya oleh Allah dengan cara yang mengerikan sehingga diketahui banyak orang.</p>
<p>Namun, setelah tiga bulan H Irfan sehat walafiat. Dan, itu artinya saya kalah dalam perang doa itu. Tak lama setelah itu, sejumlah massa mendatangi rumah saya untuk menagih janji saya, yaitu penggal kepala saya. Saat situasi ribut-ribut, aparat polisi pun datang dan mengamankan.</p>
<p>Sejak saat itu, saya mulai guncang dan mulai ragu. Keraguan itu berjalan dua tahun hingga saya putuskan bahwa Ahmadiyah ini tidak benar. Saya pun sempat belajar dan memperdalam ilmu agama ke Malaysia dan Brunei Darussalam. Karena, sifat saya adalah selalu ingin mengetahui dan ingin bukti dalam menjalankan agama Islam ini.</p>
<p>Akhirnya, saya buat pernyataan saya keluar dari Ahmadiyah pada April 1986 di Malaysia dan Singapura. Setelah keluar dari Ahmadiyah, saya pun menantang khalifah keempat Ahmadiyah, Tahir Ahmad, yang merupakan pemimpin Ahmadiyah dunia untuk melakukan mubahalah (perang doa), seperti yang saya lakukan dengan Ustad H Irfan. Tantangan saya pun diterima oleh dia. Mestinya, kaum Ahmadiyah bisa berpikir bahwa sampai sekarang alhamdulillah saya sehat walafiat. Dan, bahkan bisa ada kegiatan membuat sejumlah buku.</p>
<p>Sementara, karena memang sudah takdir Allah SWT, beberapa saat setelah mubahalah, khalifah Keempat, Tahir Ahmad, meninggal dunia di tempat pelarian di London. Saya tidak pernah mendoakan jelek pada dia. Namun, itu semua sudah takdir Allah SWT.</p>
<p>Sebelum itu, saya sempat tiga kali berusaha menemui khalifah keempat ini. Namun, ia tidak mau menerima saya. Ia takut. Sejak itu, pusat Ahmadiyah pindah dari pakistan ke London. Karena, di Pakistan sudah dilarang.</p>
<p><strong>Kegiatan Anda saat ini. Kabarnya, Anda sibuk dengan upaya-upaya penyadaran kaum Ahmadiyah untuk kembali ke Islam yang kaffah?</strong></p>
</div>
<div>Ya, sekarang tugas saya adalah melakukan penyadaran-penyadaran. Percayalah bahwa saya sudah pernah mengalami apa yang saat ini kaum Ahmadiyah alami. Saya mengakui saat itu memang saya merasa yang paling benar dan orang lain pasti salah.</p>
<p>Saya tegaskan di sini, itu semua adalah salah. Saya tinggal di Garut, dan saya banyak menulis terutama tentang bagaimana kesesatan dari Ahmadiyah ini. Karena, penyadaran yang efektif adalah melalui buku. Saya sudah terbitkan buku yang judulnya Mengapa Saya Keluar dari Ahmadiyah, Seruan untuk Mencampakkan Agama Manusia, yakni Ahmadiyah, serta Oleh-oleh dari London. Juga buku berjudul 100 Lebih Pemahaman Kaum Muslimin perlu Direformasi. Selain itu, saya juga sudah menerjemahkan Alquran yang sudah mendapat pengesahan dari Departemen Agama.</p>
<p>Proses penyadaran ini, puncaknya ada di buku (100 Lebih Pemahaman Kaum Muslimin perlu Direformasi). Ini bersifat umum. Bahkan, Ketua Ahmadiyah Malang, Waji, pernah SMS ke saya. Dia baru selesai baca buku ini dan dia bilang buku saya bagus sekali.</p>
<p>Saya belum tahu kalau Waji ini ternyata ketua Ahmadiyah Malang. Lantas, saya katakan ke dia, kalau memang buku itu bagus, tolong sosialisasikan ke ustadz-ustadz dan masyarakat Muslim. Barulah di situ dia mengaku bahwa ia ketua Ahmadiyah Malang.<br />
<strong><br />
Sejumlah negara sudah melarang keberadaan Ahmadiyah. Menurut Anda?</strong></p>
</div>
<div>Memang, di Pakistan tahun 1984 sudah dilarang. Sementara itu, di Malaysia dan Brunei Darussalam sudah dilarang, bahkan sudah puluhan tahun yang lalu. Juga di negara-negara lain.</p>
<p><strong>Bagaimana pendapat Anda soal rencana keluarnya Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri?</strong></p>
</div>
<div>Memang, seharusnya kan sudah keluar SKB itu. Ini memang agak lambat. Beberapa waktu lalu sudah mengerucut-mengerucut dan katanya sudah akan keluar. Tapi, kok tampaknya susah juga. Kelihatannya, pemerintah melakukan pertimbangan-pertimbangan. Namun, saya yakin kelihatannya pemerintah masih akan tetap mengakomodasi Ahmadiyah. Entah diakomodasi berapa persen. Namun, yang jelas kelihatannya umat Islam akan diakomodasi jauh lebih banyak.</p>
<p><strong>Kalau pendapat Anda, sebaiknya sikap pemerintah seperti apa?</strong></p>
</div>
<p>Tugas saya saat ini adalah penyadaran. Kalau menurut saya, mari kita kumpulkan dulu tokoh-tokoh pimpinan dari Ahmadiyah ini dan dilakukan proses penyadaran. Saya bersedia untuk itu. Biarlah nanti terjadi debat yang panjang sekalipun. Saya siap dan bersedia.</p>
<p>Saya pernah dalam posisi mereka karena saya pernah 10 tahun lebih di Ahmadiyah. Bahkan, sampai tingkatan bersedia potong leher. Artinya, kan saat itu saya sudah benar-benar menjalankan dan mengamalkan ajaran Ahmadiyah. Jadi, <strong>kumpulkan mereka dan disaksikan pihak pemerintah, saya akan menjelaskan dan sejelas-jelasnya di mana letak kesesatan Ahmadiyah ini.</strong> Mari kita bicara. Yang penting mereka terbuka dan bersedia bertemu. Jadi, akhirnya mereka juga bisa sadar bahwa <strong>Ahmadiyah ini keliru.</strong></p>
<p>sumber: www.muallaf.com</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/awansx.wordpress.com/120/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/awansx.wordpress.com/120/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/awansx.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/awansx.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/awansx.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/awansx.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/awansx.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/awansx.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/awansx.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/awansx.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/awansx.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/awansx.wordpress.com/120/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=awansx.wordpress.com&blog=4451170&post=120&subd=awansx&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://awansx.wordpress.com/2008/05/27/kisah-panjang-seorang-mantan-mubaligh-ahmadiyah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b36ffe42a4e10241db2bfdb385591653?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">awansx</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Makan.., Makan.. dan Makan&#8230;</title>
		<link>http://awansx.wordpress.com/2008/03/10/makan-makan-dan-makan/</link>
		<comments>http://awansx.wordpress.com/2008/03/10/makan-makan-dan-makan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Mar 2008 00:28:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Heri Setiawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Kecil]]></category>
		<category><![CDATA[Perjalanan Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[kenyang]]></category>
		<category><![CDATA[makan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alikhwan.wordpress.com/2008/03/10/makan-makan-dan-makan/</guid>
		<description><![CDATA[Memang rizky Allah tu tidak terduga dan bisa datang dari mana saja&#8230; Tidak harus terukur dengan uang atau pendapatan melainkan bisa berupa benda yang tidak dapat dilihat seperti rasa senang dan kesehatan.
Bicara tentang rizky, beberapa hari inicukup banyak &#8220;makanan gratis&#8221; dihadapan saya, mulai dari makanan mentah yang kemudian diolah oleh ortu, sampai &#8220;undangan&#8221; makan-makan gratis&#8230; [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=awansx.wordpress.com&blog=4451170&post=109&subd=awansx&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Memang rizky Allah tu tidak terduga dan bisa datang dari mana saja&#8230; Tidak harus terukur dengan uang atau pendapatan melainkan bisa berupa benda yang tidak dapat dilihat seperti rasa senang dan kesehatan.</p>
<p>Bicara tentang rizky, beberapa hari inicukup banyak &#8220;makanan gratis&#8221; dihadapan saya, mulai dari makanan mentah yang kemudian diolah oleh ortu, sampai &#8220;undangan&#8221; makan-makan gratis&#8230; <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  . Sudah sejak sekitar 1 minggu yang lalu saya merasakan &#8220;kelaparan&#8221;, sering pulang malam&#8230;lapar&#8230;di rumah tidak ada makanan&#8230; <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' />  wew, mungkin memang baru seperti itu nasib saya&#8230;</p>
<p>Beberapa hari merasakan hal itu entah suatu hari kenapa ada banyak lauk &#8220;enak&#8221; di rumah, hehe ternyata dikasih tetangga ayam mentah cukup banyak kemudian dimasak sama ortu padahal udah ada lauk kesukaan saya&#8230; ikan&#8230; <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> &#8230; 2 hari sudah merasakan makanan yang menurut saya &#8220;enak&#8221; &#8230; maklum, dah biasa makan tahu tempe sehari-harinya, banyak proteinnya tuh&#8230;</p>
<p>Kemaren malem<span id="more-109"></span> dapat undangan makan-makan gratis dari admin<a href="http://jogjawebcenter.com" target="_blank"> jogjawebcenter,</a> dia juga admin <a href="http://gratisan.com" target="_blank">gratisan.com</a>, <a href="http://satuatap.com" target="_blank">satuatap.com</a> <a href="http://mbah-marijan.org" target="_blank">mbah-marijan.org</a> termasuk juga admin <a href="http://amikom.info" target="_blank">amikom.info</a>, dapet undangan hari sabtu via sms saat saya baru <a href="http://thifan.amikom.info" target="_blank">latihan mukulin orang</a>. Katanya sih terserah mau pesan apa tapi yang diundang banyak&#8230;, tahu dirilah pesen yang &#8220;sedang-sedang&#8221; saja. Dan ternyata yang &#8220;sedang-sedang&#8221; itu terasa enak banget&#8230; mak nyuusss&#8230; seperti om Bondan bilang dalam acara wisata kuliner&#8230; Alhamdulillah lumayan kenyang dengan 2 porsi nasi.. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  &#8230;</p>
<p>Siangnya, di hari yang sama, makan-makan juga berdua sama temen saya setelah lumayan cape&#8217; ngerjain robot <a href="http://krci.eepis-its.edu" target="_blank">KRCI</a>&#8230; Makanan gratisan lagi pake duit kampus.. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  . Pulang kerumah malem hari&#8230; eh, sudah tersedia buah nangka yang baru jatuh dari pohonnya dan juga beberapa snack yang siap dihabisi&#8230; Tapi berhubung dah kenyang&#8230; ambil beberapa doank deh&#8230;</p>
<p>Hari ini jatahnya dapet makan gratis dari admin <a href="http://mediamaya.net" target="_blank">mediamaya.net </a>yang juga admin <a href="http://www.yogyafree.net/forum2" target="_blank">forum yogyafree</a> sekaligus pemilik blog <a href="http://adinugroho.wordpress.com" target="_blank">adinugroho.wordpress.com</a>&#8230;, saingan saya di dunia &#8220;peradsense-an&#8221;&#8230; kira-kira mo makan apa ya..?</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/awansx.wordpress.com/109/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/awansx.wordpress.com/109/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/awansx.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/awansx.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/awansx.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/awansx.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/awansx.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/awansx.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/awansx.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/awansx.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/awansx.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/awansx.wordpress.com/109/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=awansx.wordpress.com&blog=4451170&post=109&subd=awansx&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://awansx.wordpress.com/2008/03/10/makan-makan-dan-makan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b36ffe42a4e10241db2bfdb385591653?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">awansx</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mencairkan Cek Google Adsense Di BRI</title>
		<link>http://awansx.wordpress.com/2008/01/17/mencairkan-cek-google-adsense-di-bri/</link>
		<comments>http://awansx.wordpress.com/2008/01/17/mencairkan-cek-google-adsense-di-bri/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Jan 2008 07:39:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Heri Setiawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Kecil]]></category>
		<category><![CDATA[Perjalanan Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[adsense]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[bri]]></category>
		<category><![CDATA[britama]]></category>
		<category><![CDATA[cek adsense]]></category>
		<category><![CDATA[google]]></category>
		<category><![CDATA[google adsense]]></category>
		<category><![CDATA[mencairkan cek]]></category>
		<category><![CDATA[online]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alikhwan.wordpress.com/?p=100</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa hari yang lalu cek kedua dari google sudah diterima, nah terus setelah itu butuh juga yang namanya pencairan cek supaya kita bisa menikmati hasil kerja keras menjadi adsense publisher.
Dulu, sebelum bergabung sama google, saya pernah juga mencairkan cek di bank BII. Syaratnya cukup mudah, tinggal buat tabungan trus bisa langsung melakukan pencairan. Potongan cukup [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=awansx.wordpress.com&blog=4451170&post=100&subd=awansx&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img src="http://members.bumn.go.id/pictures/BBRI_prod_BRITAMA%20-1.jpg" alt="bri britama" align="left" height="38" width="164" />Beberapa hari yang lalu cek kedua dari google sudah diterima, nah terus setelah itu butuh juga yang namanya pencairan cek supaya kita bisa menikmati hasil kerja keras menjadi adsense publisher.</p>
<p>Dulu, sebelum bergabung sama google, saya pernah juga mencairkan cek di bank BII. Syaratnya cukup mudah, tinggal buat tabungan trus bisa langsung melakukan pencairan. Potongan cukup kecil yaitu $20. Tapi sekarang ada peraturan baru di BII yaitu harus punya rekening sekian lama dan juga ada minimal saldo rekening.</p>
<p>Sempat nanya juga di Muamalat kantor cabang Jogja, tapi ya belum bisa melayani pencairan cek luar negeri, mereka menyarankan untuk mencoba ke kantor pusat di Semarang… hiks, jauh amat….</p>
<p>Akhirnya… <span id="more-100"></span>karena kesusahan mencari bank yang bisa buka rekening sekaligus mencairkan cek, terpaksa deh nyairin ke Mandiri dengan potongan selangit, yaitu sebesar US$55 dengan perincian $30 dibayar diawal (ndak tahu untuk apa), $15 potongan pencairan di Citibank USA dan $10 untuk profesi. Akhirnya bisa cair juga selama 37hari…</p>
<p>Baru pagi ini saya membuka rekening di BRI cabang Sleman, di jalan Magelang depan Polres Sleman. Sehari sebelumnya saya telpon ke BRI cabang Sleman nanyain bisa ndak mencairkan cek dari luar negeri, eh dijawab tidak bisa langsung saja saya sanggak kalo saya dapet info dari internet kalo pernah ada yang nyairin cek di BRI Sleman. Langsung deh di sambungin ke orang lain, terus ke orang lain lagi dan akhirnya fix dapat jawaban kalo bisa nyairin cek luar negeri di BRI.</p>
<p>Buka rekening BritAma BRI setoran awal 200 ribu. Rekening jadi, langsung nyairin cek dengan biaya awal 10ribu rupiah untuk ongkos kirim. Katanya sih tidak ada potongan, cuman mungkin ada potongan di Bank tempat cek dikeluarkan (CitiBank USA). Yak…Sekarang dalam posisi menunggu cek cair lagi…</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/awansx.wordpress.com/100/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/awansx.wordpress.com/100/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/awansx.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/awansx.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/awansx.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/awansx.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/awansx.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/awansx.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/awansx.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/awansx.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/awansx.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/awansx.wordpress.com/100/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=awansx.wordpress.com&blog=4451170&post=100&subd=awansx&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://awansx.wordpress.com/2008/01/17/mencairkan-cek-google-adsense-di-bri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b36ffe42a4e10241db2bfdb385591653?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">awansx</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://members.bumn.go.id/pictures/BBRI_prod_BRITAMA%20-1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">bri britama</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dan Pemuda pun Kalah Dengan Seorang Lanjut Usia</title>
		<link>http://awansx.wordpress.com/2007/10/12/dan-pemuda-pun-kalah-dengan-seorang-lanjut-usia/</link>
		<comments>http://awansx.wordpress.com/2007/10/12/dan-pemuda-pun-kalah-dengan-seorang-lanjut-usia/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Oct 2007 06:27:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Heri Setiawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Kecil]]></category>
		<category><![CDATA[Perjalanan Hidup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alikhwan.wordpress.com/2007/10/12/dan-pemuda-pun-kalah-dengan-seorang-lanjut-usia/</guid>
		<description><![CDATA[Pak Mukti&#8230;, begitulah orang itu biasa dipanggil&#8230;
Seorang lanjut usia yang berusia sekitar 70 tahunan ini saya kenal saat menjadi peserta iktikaf di masjid Syuhada Yogyakarta. Penglihatannya sudah rabun sehingga menggunakan kacamata tebal ketika membaca. Saat bangkit dari duduk terlihat berat dan jalannya pun agak sempoyongan menandakan kakinya sudah terasa berat menahan tubuhnya. Yah&#8230; beliau memang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=awansx.wordpress.com&blog=4451170&post=90&subd=awansx&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Pak Mukti&#8230;, begitulah orang itu biasa dipanggil&#8230;</p>
<p>Seorang lanjut usia yang berusia sekitar 70 tahunan ini saya kenal saat menjadi peserta iktikaf di masjid Syuhada Yogyakarta. Penglihatannya sudah rabun sehingga menggunakan kacamata tebal ketika membaca. Saat bangkit dari duduk terlihat berat dan jalannya pun agak sempoyongan menandakan kakinya sudah terasa berat menahan tubuhnya. Yah&#8230; beliau memang sedang mendapatkan cobaan berupa penyakit asam urat sejak sekitar 5 tahun yang lalu&#8230;</p>
<p>Tapi&#8230;. ternyata tekad dan semangatnya jauh lebih besar daripada keadaannya dirinya. Kakek yang berperawakan kecil ini <span id="more-90"></span>sangat antusias mengikuti kajian yang diadakan panitia iktikaf, tak jarang saja mendapatinya sedang membaca Qur&#8217;an ketika peserta yang lain disibukkan dengan tidurnya. terkadang membaca Qur&#8217;an dengan duduk dan kadang-kadang pula membaca Qur&#8217;an dengan cara tengkurap&#8230; Yah&#8230;, saya maklum dengan kondisi badannya itu..yang terlihat bergetar dan labil ketika berdiri&#8230; walaupun begitu, shalatnya pun berusaha dijalaninya dengan berdiri&#8230;</p>
<p>Itulah pak Mukti, walaupun sudah berusia lanjut, badan sudah terasa susah untuk ditundukkan, penglihatan yang sudah rabun ditambah dengan menahan rasa sakit yang dideritanya, namun semangat ibadah dan semangat mencari ilmu kakek itu begitu tinggi.</p>
<p>Lalu bagaimana dengan kita-kita yang masih muda yang masih mempunyai penglihatan yang jernih, mempunyai badan yang segar yang tunduk mengikuti keinginan kita dan juga masih mempunyai ingatan yang kuat..?</p>
<p>Ternyata kita KALAH dengan kakek lansia itu!!! Sepatutnya kita malu kepada Allah jika memang kita orang yang beriman.., Allah memerintahkan supaya kita berlomba-lomba dalam kebaikan tetapi pada kenyataannya&#8230;dibandingkan dengan seorang yang fisiknya jauh lebih lemah saja&#8230; kalah&#8230; termasuk saya sendiri&#8230; <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' />  ..hiks, kena deh&#8230;</p>
<p>Dimanakah pemuda-pemuda generasi penerus bangsa ini&#8230;? yang kuat fisiknya&#8230;yang kuat akalnya&#8230;yang kuat finansialnya dan yang paling penting.., kuat keimanan dan ketakwaannya sehingga Allah ridha kepadanya..?</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/awansx.wordpress.com/90/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/awansx.wordpress.com/90/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/awansx.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/awansx.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/awansx.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/awansx.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/awansx.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/awansx.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/awansx.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/awansx.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/awansx.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/awansx.wordpress.com/90/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=awansx.wordpress.com&blog=4451170&post=90&subd=awansx&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://awansx.wordpress.com/2007/10/12/dan-pemuda-pun-kalah-dengan-seorang-lanjut-usia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b36ffe42a4e10241db2bfdb385591653?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">awansx</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Gene Netto : Mencari Tuhan menemukan Allah</title>
		<link>http://awansx.wordpress.com/2007/06/24/gene-netto-mencari-tuhan-menemukan-allah/</link>
		<comments>http://awansx.wordpress.com/2007/06/24/gene-netto-mencari-tuhan-menemukan-allah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 Jun 2007 10:20:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Heri Setiawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah Muallaf]]></category>
		<category><![CDATA[Kristologi]]></category>
		<category><![CDATA[Perjalanan Hidup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alikhwan.wordpress.com/2007/06/24/gene-netto-mencari-tuhan-menemukan-allah/</guid>
		<description><![CDATA[Nama saya Gene Netto, sejak tahun 1995 saya telah menetap di Jakarta, Indonesia, dan pada saat saya bertemu dengan orang baru, mereka selalu penasaran tentang latar belakang saya. Mereka ingin tahu tentang bagaimana saya bisa belajar bahasa Indonesia dengan baik, pindah ke Indonesia dan akhirnya masuk Islam. Lewat bab ini, saya ingin menjelaskan latar belakang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=awansx.wordpress.com&blog=4451170&post=74&subd=awansx&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://mualaf.com/modules.php?name=Your_Account&amp;op=userinfo&amp;username=admin"></a><a href="http://mualaf.com/modules.php?name=News&amp;new_topic=3"><img src="http://mualaf.com/images/topics/mualaf.gif" alt="Kisah Mualaf" align="left" border="0" /></a>Nama saya Gene Netto, sejak tahun 1995 saya telah menetap di Jakarta, Indonesia, dan pada saat saya bertemu dengan orang baru, mereka selalu penasaran tentang latar belakang saya. Mereka ingin tahu tentang bagaimana saya bisa belajar bahasa Indonesia dengan baik, pindah ke Indonesia dan akhirnya masuk Islam. Lewat bab ini, saya ingin menjelaskan latar belakang diri saya dan bagaimana caranya saya menjadi tertarik pada Islam.</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal"><strong>Masa kecil dan mencari tuhan</strong></p>
<p>Saya lahir di kota Nelson, sebuah kota kecil di Pulau Selatan di Selandia Baru (<em>New Zealand</em>) pada tanggal 28 April, tahun 1970. Bapak dan ibu saya bertemu di Nelson, menikah dan mendapat tiga anak; saya nomor dua. Bapak berasal dari Birma (yang sekarang dinamakan Myanmar) dan setelah Perang Dunia II, kakek saya pindah ke Selandia Baru.</p>
<p>Ibu lahir di Selandia Baru dan leluhurnya adalah orang Inggris dan Irlandia. Ibu dibesarkan di sebuah perternakan domba dan sapi di pulau selatan Selandia Baru.<br />
<span id="more-74"></span><br />
Pada usia kecil saya sudah merasa kurang betah di Selandia Baru. Keluarga saya beragama Katolik dan Ibu saya berkulit putih tetapi saya masih merasa berbeda dengan orang lain. Kakak dan adik saya mendapatkan mata biru dan rambut coklat yang membuat mereka lebih mirip dengan orang berkulit putih yang lain. Tetapi mata saya berwarna coklat-hijau dan rambut saya hitam, dan hal itu memberi kesan bahwa saya bukan orang berkulit putih asli. Jadi, saya orang mana? Orang barat? Atau orang Asia? Saya sudah mulai merasa tidak betah dan oleh karena itu saya berfikir banyak tentang dunia dan siapa diri saya.</p>
<p>Saya membesar terus dan berfikir terus tentang berbagai macam hal, terutama tentang agama, dunia dan alam semesta. Seringkali saya melihat bintang dan dalam kesunyian larut malanm saya berfikir tentang luasnya alam semesta dan bagaimana diciptakan. Dari umur 9 tahun saya mulai membaca buku tentang agama dan topik serius yang lain. Saya ingin tahu segala-galanya: agama, dunia, budaya, sejarah, alam semesta… semuanya! Seingat saya, hanya saya yang tertarik pada dinosaurus pada usia itu. Teman-teman saya yang lain tidak mau tahu tentang dinosaurus karena saat itu film <em>Jurassic Park</em> belum muncul. Hanya saya yang sering membaca tentang topik serius seperti pembuatan piramida, agama Buddha dan Hindu, sejarah dunia, luasnya alam semesta dan sebagainya.</p>
<p>Seperti anak kecil yang lain, saya juga diajarkan agama oleh orang tua saya, karena mereka sebelumnya juga diajarkan oleh orang tua mereka. Di dalam ajaran agama Katolik ada banyak hal yang membingungkan saya. Setiap saya bertanya tentang Tuhan dan agama Kristen, saya seringkali mendapat penjelasan yang tidak memuaskan. Saya menjadi bingung dengan konsep Trinitas, di mana ada Tuhan, Yesus, dan Roh Kudus, dan semuanya Tuhan tetapi Tuhan hanya satu. Tuhan menjadi manusia, dan manusia itu mati, tetapi Tuhan tidak bisa mati, tetapi manusia itu adalah Tuhan. Saya menjadi bingung dengan pastor yang mengampuni dosa orang dengan mudah sekali tanpa bicara kepada Tuhan terlebih dahulu.</p>
<p>Bagaimana kalau pastor salah dan dosa saya belum diampuni? Apakah saya bisa mendapatkan bukti tertulis dari Tuhan yang menyatakan bahwa saya sudah bebas dari dosa? Bagaimana kalau saya bertemu dengan Tuhan di hari akhirat dan Dia menyatakan bahwa dosa saya belum diampuni? Kalau saya berprotes dan menunjuk pastor yang meyakinkan saya bahwa tidak ada dosa lagi, Tuhan cukup bertanya “Siapa menyuruh kamu percaya pada omongan dia?” Siapa yang bisa menyelamatkan aku kalau pastor keliru dan dosa aku tetap ada dan dihitung oleh Tuhan?</p>
<p>Saya mulai berfikir tentang bagaimana saya bisa mendapatkan penjelasan tentang semua hal yang membingungkan saya. Akhirnya jalan keluar menjadi jelas: saya harus bicara empat mata dengan Tuhan! Hanya Tuhan yang bisa menjawab semua pertanyaan saya.</p>
<p>Pada suatu hari, saya menunggu sampai larut malam. Saya duduk di tempat tidur dan berdoa kepada Tuhan. Saya menyuruh Tuhan datang dan menampakkan diri kepada saya supaya saya bisa melihat-Nya dengan mata sendiri. Saya menyatakan bahwa saya siap percaya dan beriman kepada Tuhan kalau saya bisa melihatnya sekali saja dan mendapatkan jawaban yang benar dari semua pertanyaan saya. Kata orang, Tuhan bisa melakukan <em>apa saja</em>! Kalau benar, berarti Tuhan juga bisa muncul di kamar saya pada saat disuruh muncul. Saya berdoa dengan sungguh-sungguh dan menatap jendela di kamar, menunggu cahaya Tuhan masuk dari luar.</p>
<p>Saya menunggu lama sekali. Sepuluh minit. Lima belas minit. Mana Tuhan? Kata orang, Tuhan Maha Mendengar, berarti sudah pasti mendengarkan saya. Saya menunggu lagi. Melihat jendela terus. Menunggu lagi. Kenapa Tuhan belum datang? Barangkali Dia sibuk? Kena macet? Saya melihat jendela lagi. Setelah menunggu sekian lama dan benar-benar memberi kesempatan kepada Tuhan untuk muncul. Tetapi Tuhan ternyata sibuk pada malam itu dan Dia tidak hadir.</p>
<p>Hal itu membuat saya bingung. Bukannya saya sudah berjanji bahwa saya akan percaya kepada-Nya kalau Dia membuktikan bahwa Diri-Nya benar-benar ada? Kenapa Dia tidak mau menampakkan Diri kepada saya? Bagaimana saya bisa percaya kalau saya tidak bisa melihat-Nya? Saya menangis dan tidur. Besoknya saya berdoa lagi dengan doa yang sama. Hasilnya pun sama: Tuhan tidak datang dan saya menangis lagi.</p>
<p>Ini merupakan contoh logika seorang anak kecil. Dalam pengertian seorang anak, apa yang tidak terlihat, tidak ada. Apalagi sesuatu yang begitu sulit didefinisikan seperti konsep “tuhan”. Pada saat itu, terjerumus dalam kebingungan, saya memutuskan untuk tidak percaya kepada Tuhan dan menyatakan diri “ateis” (tidak percaya kepada tuhan mana saja). Saya memberitahu kepada Tuhan bahwa saya sudah tidak percaya kepada-Nya. Dan saya memberitahu Tuhan bahwa Dia memang tidak ada dan semua orang yang percaya kepadanya adalah orang bodoh saja yang hanya membuang waktunya. (Dalam kata lain, saya <em>ngambek</em> terhadap Tuhan.) Di dalam hati, saya berbicara kepada Tuhan dengan suara yang keras supaya Dia bisa mendengar dengan jelas pernyataan saya bahwa Tuhan tidak ada!</p>
<p>Pada hari-hari yang berikut, saya memberi waktu kepada Tuhan untuk datang dan minta maaf karena tidak sempat datang dan menampakkan diri pada hari sebelumnya. Saya sudah membuat pernyataan yang jelas. Tuhan semestinya mendengar pernyataan saya itu dan memberi tanggapan. Tetapi tidak ada tanggapan dari Tuhan. Akhirnya saya mencapai kesimpulan bahwa Tuhan itu memang tidak ada. Sudah terbukti. Kalau ada Tuhan, Dia pasti akan mendengar doa saya dan menampakkan diri. Kenyataan bahwa Tuhan tidak menampakkan diri membuktikan bahwa Tuhan tidak ada!</p>
<p>Saya bersekolah terus dan sembunyikan kenyataan bahwa saya tidak percaya kepada Tuhan. Kalau ada yang menanyakan agama saya maka saya menjawab “Katolik” saja. Selama SD, SMP, dan SMA saya belajar terus tentang dunia tetapi sudah malas mempelajari agama secara serius, kecuali untuk mencari kekurangannya, karena saya menanggap agama itu sesuatu yang membuang waktu saja tanpa membawa hasil. Kebetulan, setelah lulus SMA, orang tua saya memutuskan untuk berpindah ke Australia. Kebetulan, saya memutuskan untuk ikut juga daripada tetap di Selandia Baru.</p>
<p>Di Australia, saya berusaha untuk masuk kuliah Psikologi di Universitas Queensland pada tahun 1990. Saya mau menjadi seorang psikolog anak. Kebetulan, lamaran saya itu tidak diterima karena nilai masuk saya kurang tinggi. Sebagai pilihan kedua, saya ditawarkan kuliah Pelajaran Asia di Universitas Griffith. Di Australia, seorang siswa yang tidak diterima di fakultas pilihan pertamanya, akan ditawarkan fakultas atau universitas yang lain. Setelah satu tahun, dia bisa pindah kembali ke pilihan pertamanya asal nilainya bagus. Kebetulan, saya menerima tawaran untuk masuk Fakultas Pelajaran Asia dengan niat akan pindah ke Fakultas Psikologi setelah satu tahun.</p>
<p>Kebetulan, di dalam Fakultas Pelajaran Asia pada tahun pertama semua siswa wajib mengambil mata kuliah Bahasa Asia. Ada pilihan Bahasa Jepang, Cina, Korea, dan Indonesia. Kebetulan, saya memilih Bahasa Indonesia karena sepertinya paling mudah dari yang lain. Saya hanya perlu mengikuti mata kuliah itu selama satu tahun saja jadi sebaiknya saya mengambil yang termudah. Kebetulan, dalam waktu enam bulan, nilai saya sangat baik, termasuk yang paling tinggi.</p>
<p>Tiba-tiba kami diberitahu ada 3 beasiswa bagi siswa untuk kuliah di Indonesia selama 6 bulan. Saya tidak mengikuti seleksi karena berniat pindah fakultas pada akhir tahun. Tiga teman dipilih. Kebetulan, salah satunya tiba-tiba menyatakan ada halangan dan dia tidak bisa pergi ke Indonesia. Proses seleksi dibuka lagi. Ada seorang dosen yang memanggil saya dan bertanya kenapa tidak mengikuti seleksi dari pertama kali. Saya jelaskan niat saya untuk pindah fakultas pada akhir tahun pertama.</p>
<p>Dia menyatakan “Gene, kemampuan kamu dalam bahasa Indonesia sudah kelihatan. Kenapa kamu tidak teruskan saja Pelajaran Asia. Dalam waktu 2 tahun kamu sudah selesai. Belum tentu kamu senang di bidang psikologi, tetapi sudah jelas bahwa kamu ada bakat bahasa. Coba dipikirkan kembali.”</p>
<p>Akhirnya saya memutuskan untuk meneruskan pelajaran saya di Fakultas Pelajaran Asia itu dan mengikuti proses seleksi untuk beasiswa tersebut. Kebetulan, setelah proses selesai, saya dinyatakan menang dan akan diberangkatkan ke Indonesia pada tahun depan (1991). Sekarang saya menjadi lebih serius dalam pelajaran saya karena sekarang ada tujuan yang lebih jelas.</p>
<p><strong><br />
Dalam Islam hanya Tuhan yang bisa mengampuni dosa, bukan Pendeta atau Pastor.</strong></p>
<p>Pada suatu hari diadakan acara <em>barbeque</em> (makanan panggang) untuk Klub Indonesia. Semua orang Indonesia di kampus diundang untuk bergaul dengan orang Australia yang belajar tentang Indonesia. Pada saat saya sedang makan, ada orang Indonesia yang datang dan kebetulan dia duduk di samping saya. Dia bertanya “Kamu Gene, ya?” Ternyata dia pernah dengar tentang saya dari seorang teman. “Apakah kamu pelajari agama Islam, Gene?” Saya jelaskan bahwa memang ada mata kuliah tentang semua agama di Asia termasuk agama Islam. “Apakah kamu juga tahu bahwa dalam Islam hanya Tuhan yang bisa mengampuni dosa? Tidak ada pendeta atau pastor yang boleh mengampuni dosa orang!”</p>
<p>Saya begitu kaget, saya berhenti makan dengan <em>hotdog</em> di tengah mulut. Saya suruh dia menjelaskan lebih mendalam lagi. Ini bukan sebuah kebetulan! Inilah sebuah jawaban yang telah saya cari selama 10 tahun. Di dalam Islam hanya Tuhan yang berhak mengampuni dosa. Apakah mungkin di dalam agama Islam ada logika dan ajaran yang bisa saya terima? Apakah mungkin ada agama yang benar di dunia ini? Dari semua kebetulan yang membawa saya ke titik itu, tiba-tiba semuanya terasa sebagai sesuatu yang terencana, dan sama sekali tidak terjadi secara tidak sengaja. Yang saya lihat adalah serangkaian kebetulan yang membawa saya ke kampus itu dan bahasa Indonesia. Tetapi dari pandangan orang yang percaya kepada Allah, tidak ada kebetulan sama sekali di dunia ini!</p>
<p><strong><br />
Masuk Islam</strong></p>
<p>Dari saat itu saya mulai mempelajari dan menganalisa agama Islam secara mendalam. Saya mulai membaca buku dan mencari teman dari Indonesia yang beragama Islam. Secara pelan-pelan saya mempelajari Islam untuk mencaritahu apakah agama ini benar-benar masuk akal atau tidak.</p>
<p>Pada tahun 1991, saya dan dua teman kuliah menjalankan beasiswa untuk kuliah di Indonesia. Saya belajar di Universitas Atma Jaya di Jakarta dan kedua teman yang lain itu dikirim ke Salatiga dan Sulawesi. Pada saat saya di Atma Jaya (sebuah universitas Katolik), sebagian besar teman saya adalah orang Islam. Kenapa bisa begitu? Memang ada orang Islam yang kuliah di Atma Jaya, dan saya merasa sudah paham semua kekurangan yang ada di dalam agama Kristen, jadi saya tidak tertarik untuk bergaul dengan orang yang beragama Kristen. Saya lebih tertarik untuk menyaksikan agama Islam dan pengikutnya dan oleh karena itu saya menjadi lebih dekat dengan beberapa orang yang beragama Islam. Kalau ada teman yang melakukan sholat, saya duduk dan menonton orang itu dan memikirkan tentang apa yang dia lakukan dan kenapa.</p>
<p>Pada saat kembali ke Australia setelah 6 bulan di Jakarta, saya menjadi salah satu siswa yang bahasa Indonesianya paling lancar di kampus. Oleh karena itu, saya sering bergaul dengan orang Indonesia. Secara langsung dan tidak langsung saya pelajari agama Islam terus. Saya membaca buku dan berbicara dengan orang Indonesia di mana-mana. Setelah selesai kuliah <em>Bachelor of Arts</em>, saya mengambil kuliah tambahan selama satu tahun di fakultas pendidikan untuk menjadi guru bahasa. Pada saat yang sama saya mengikuti seleksi untuk beasiswa kedua, kali ini dari Perkumpulan Wakil Rektor Australia (<em>Australian Vice Chancellors Committee</em>). Beasiswa ini hanya untuk satu orang per bagian negara dan, kali ini, saya bebas memilih lokasi kuliah di Indonesia.</p>
<p>Sekali lagi, saya terpilih, dan mendapatkan beasiswa untuk kuliah satu tahun di Universitas Indonesia. Setelah selesai kuliah tambahan di Fakultas Pendidikan, Universitas Griffith, pada tahun 1994 saya berangkat sekali lagi ke Jakarta untuk belajar di Fakultas Sastra di UI. Selama satu tahun di UI, seperti waktu saya ada di Atma Jaya, saya bergaul terus dengan orang Islam.</p>
<p>Pada bulan Februari, tahun 1995, saya duduk sendiri di lantai pada tengah malam dan menonton shalat Tarawih, tayangan langsung dari Mekah. Saya melihat sekitar 3-4 juta orang melakukan gerakan yang sama, menghadap arah yang sama, mengikuti imam yang sama, berdoa dengan ucapan yang sama, berdoa kepada Tuhan yang sama. Saya berfikir: Mana ada hal seperti ini di negara barat? Orang yang berkumpul untuk pertandingan bola yang paling hebat di dunia cuma beberapa ratus ribu. Tidak pernah ada orang sebanyak ini berkumpul si suatu tempat untuk menonton bola, mengikuti suatu pertandingan, atau bahkan mendengarkan Paus bicara. Ini benar-benar luar biasa! Dan tidak ada tandingnya.</p>
<p>Selama satu tahun itu saya teruskan pelajaran agama saya. Tidak secara formal atau serius, tetapi dengan memantau dan mencermati. Kalau ada ceramah agama di TV, dari Kyai Zainuddin MZ atau Kyai Anwar Sanusi dan sebagainya, maka saya mendengarkannya dan memikirkan maknanya. Dan secara pelan-pelan saya mendapatkan ilmu agama dari berbagai macam sumber. Pada akhir tahun 1995 itu saya sudah merasa sulit untuk menolak agama Islam lagi.</p>
<p>Tidak ada yang bisa saya salahkan dalam ajaran agama Islam karena memang Islam didasarkan logika. Semua yang ada di dalam Islam mengandung logika kalau kita mau mencarinya. Apa boleh buat? Saya mengambil keputusan untuk masuk Islam. Akan tetapi, saya seharusnya kembali ke Australia dan mengajar di sekolah di sana. Saya mulai berfikir tentang bagaimana saya bisa mempelajari agama Islam di sana? Ada masjid di mana? Dari mana saya bisa mendapatkan makanan yang halal? Dari mana saya bisa mendapatkan guru agama?</p>
<p>Sepertinya saya akan sulit hidup sebagai orang Islam kalau harus hidup di luar negeri. Kalau saya mau menjadi orang Islam dengan benar maka saya harus menetap di Indonesia untuk belajar. Akhirnya saya mengambil keputusan untuk menetap di Indonesia dan masuk Islam.</p>
<p>Saya kembali ke Australia dan pamit dengan orang tua. Saya memberitahu mereka bahwa saya mau kerja di Indonesia untuk beberapa waktu. Ibu berpesan: “Silahkan kembali ke Indonesia, tapi jangan masuk Islam, ya?” Dari pandangan orang barat, Islam tidak bagus jadi wajar kalau Ibu menyuruh saya untuk menjahui sesuatu yang dianggap buruk. Saya lupa kapan saat persisnya saya memberitahu orang tua bahwa saya sudah masuk Islam. Kalau tidak salah, saya sudah kembali ke Indonesia, mendapatkan pekerjaan, masuk Islam, dan sudah mulai sholat, sebelum saya memberitahu mereka. Tentu saja mereka menanggap bahwa saya kehilangan akal. Tetapi alhamdulillah, mereka masih berbuat baik kepada saya. Saya tidak diusir, tidak dimusuhi dan tidak dikeluarkan dari keluarga saya. Keluarga juga tidak pernah menyatakan kata buruk tentang Islam di depan saya. Hanya saja saya dianggap “gila”. Tidak apa apa. Nabi Muhammad (s.a.w.) juga dianggap “gila” oleh kaum Quraisy jadi saya tidak boleh sakit hati karena sebenarnya enak kalau bisa masuk kategori yang sama dengan Nabi (s.a.w.)</p>
<p>Sejak tahun 1995, saya telah menetap di Jakarta dan bekerja sebagai seorang guru bahasa Inggris. Saya belum ada niat untuk kembali hidup di tengah-tengah orang kafir. Saya berniat untuk menetap di sini terus (selama belum diusir) dan mempelajari agama Islam dengan sebaik-baiknya. Banyak orang asing menanggap saya aneh karena mau menetap di negara yang miskin, kotor, penuh dengan korupsi dan sebagainya. Mereka itu memiliki pandangan yang keliru. Komentar mereka benar, tetapi saya juga melihat masjid, orang yang sholat, adzan, Al Qur&#8217;an di rumah orang, makanan yang halal, anak-anak yang tidak mau bezina atau menjadi mabuk, dan banyak hal yang lain yang jauh lebih besar manfaatnya. Oleh karena itu, semua kekurangan yang disebut-sebut oleh orang kafir itu menjadi tidak bermakna dan kurang terasa. Keindahan Islam bisa menutupi semua kekurangan yang diciptakan oleh manusia di negara ini.</p>
<p>Dan alhamdullilah, di sini saya mendapatkan teman-teman yang terbaik di dunia. Belum pernah saya mendapatkan teman seperti teman yang saya jumpai di sini. Bagi saya, persahabatan mereka adalah suatu hal yang sangat nikmat, apalagi saya harus tinggal di sini tanpa keluarga. Karena takut memalukan mereka, saya tidak akan sebutkan namanya. Semuanya memiliki kedudukan sebagai saudara di dalam hati saya. Mereka yang membantu saya sehari-hari untuk selalu ingat kepada Allah dan tidak menyimpang dari jalan yang benar. Mereka yang menjadi contoh konkret bagi saya tentang kehidupan seorang Muslim. Mereka yang menggantikan keluarga yang menganggap saya gila, karena teman-teman ini justru bangga dengan usaha saya untuk menjadi orang yang beriman. Sering ada orang bertanya “Kenapa kamu tidak pulang ke Australia dan berdakwa di sana?” Jawabannya adalah: belum tentu di sana ada orang yang mau mendengar kalau saya bicara, tetapi di sini, justru banyak yang tertarik karena jarang ada orang bule yang masuk Islam, menetap di sini dan bisa berbahasa Indonesia. (Secara kebetulan!) Saya juga tidak mau kembali ke sana karena dengan demikian, saya harus tinggalkan teman-teman saya di sini dan juga guru-guru agama saya. Semoga semua yang mereka lakukan untuk membantu saya belajar agama dibalas Allah swt. karena saya sama sekali tidak sangup menjadi orang baik tanpa bantuan terus dari mereka.</p>
<p>Semoga sisanya dari buku ini adalah sesuatu yang menarik bagi anda yang membacanya. Semoga lewat tulisan ini, semua yang saya pahami sebagai seorang Muslim di Indonesia akan menjadi bahan pikiran untuk kita semua. Perjuangan saya dari luar negeri sampai masuk Islam dan menetap di sini adalah sebagian dari rencana Allah. Saya belum tahu kenapa Allah membawa saya ke Indonesia dan memberi saya kelancaran dalam bahasa Indonesia. Apakah semua itu hanya untuk diri saya sendiri? Atau apakah ada tujuan Allah yang lebih luas yang belum saya pahami? Apa yang Allah inginkan dari saya? Apa yang bisa saya lakukan untuk ummat Islam dan Allah sebagi balasan terhadap semua nikmat yang telah Allah berikan kepada saya?</p>
<p>Barangkali, lewat buku ini, ada beberapa hamba Allah yang akan mulai memikirkan Islam dengan cara baru. Barangkali akan ada beberapa orang yang menjadi lebih dekat kepada Allah setelah membaca dan memahami pikiran saya. Saya bukan seorang ustadt. Saya bukan ahli agama. Yang bisa saya berikan kepada ummat Islam untuk membantu kita semua menjadi ummat teladan di dunia hanya sebatas komentar saja. Barangkali Allah memberikan saya kehidupan sampai sekarang supaya saya bisa bicara kepada anda lewat buku ini. Insya Allah ada tujuan Allah yang membawa hikmah buat ummat Islam lewat komentar saya ini. Saya juga mohon Allah mengangkat semua sifat sombong dan takkabur dari hati saya dan menjadikan saya seorang hamba Allah yang bermanfaat bagi Allah dan bermanfaat bagi ummat Islam. Amin amin ya robbal alamin.  Semoga menjadi rahmat bagi kita semua.</p>
<p>yang bersangkutan Mr. Genne Netto tinggal di Jakarta, saat ini telah menjadi anggota milist <a href="mailto:mualafindonesia@yahoogroups.com">mualafindonesia@yahoogroups.com</a> bergabung dengan yang lainnya dalam membantu mualaf dan calon mualaf …  Blogs ybs <a href="http://genenetto.blogspot.com/">http://genenetto.blogspot.com</a></p>
<p>Sumber:<br />
<a href="http://mualaf.com/modules.php?name=News&amp;file=article&amp;sid=412" title="muallaf.com" target="_blank">http://mualaf.com/modules.php?name=News&amp;file=article&amp;sid=412 </a></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/awansx.wordpress.com/74/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/awansx.wordpress.com/74/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/awansx.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/awansx.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/awansx.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/awansx.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/awansx.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/awansx.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/awansx.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/awansx.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/awansx.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/awansx.wordpress.com/74/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=awansx.wordpress.com&blog=4451170&post=74&subd=awansx&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://awansx.wordpress.com/2007/06/24/gene-netto-mencari-tuhan-menemukan-allah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>51</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b36ffe42a4e10241db2bfdb385591653?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">awansx</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mualaf.com/images/topics/mualaf.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Kisah Mualaf</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Yahya Yopie dan Keluarganya, Mantan Pendeta Yang Memeluk Islam</title>
		<link>http://awansx.wordpress.com/2007/06/15/yahya-yopie-dan-keluarganya-mantan-pendeta-yang-memeluk-islam/</link>
		<comments>http://awansx.wordpress.com/2007/06/15/yahya-yopie-dan-keluarganya-mantan-pendeta-yang-memeluk-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Jun 2007 09:57:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Heri Setiawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah Muallaf]]></category>
		<category><![CDATA[Kristologi]]></category>
		<category><![CDATA[Perjalanan Hidup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alikhwan.wordpress.com/2007/06/15/yahya-yopie-dan-keluarganya-mantan-pendeta-yang-memeluk-islam/</guid>
		<description><![CDATA[Warga di kota Tolitoli di penghujung bulan Ramadan 1427 Hijriah belum lama ini, dihebohkan dengan salah seorang pendeta bersama seluruh keluarganya memeluk Islam. Di mana-mana santer dibicarakan soal Pendeta Yahya Yopie Waloni dan keluarganya masuk Islam. Bahkan media internet pun sudah mengakses kabar ini. Bagaimana aktivitas eks pendeta itu setelah memeluk Islam. Berikut kisahnya:
PAGI menjelang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=awansx.wordpress.com&blog=4451170&post=72&subd=awansx&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://mualaf.com/modules.php?name=News&amp;new_topic=3"><img src="http://mualaf.com/images/topics/mualaf.gif" alt="Kisah Mualaf" align="left" border="0" /></a>Warga di kota Tolitoli di penghujung bulan Ramadan 1427 Hijriah belum lama ini, dihebohkan dengan salah seorang pendeta bersama seluruh keluarganya memeluk Islam. Di mana-mana santer dibicarakan soal Pendeta Yahya Yopie Waloni dan keluarganya masuk Islam. Bahkan media internet pun sudah mengakses kabar ini. Bagaimana aktivitas eks pendeta itu setelah memeluk Islam. Berikut kisahnya:</p>
<p>PAGI menjelang siang hari itu, nuansa Idul Fitri 1427 Hijriah masih terasa di Tolitoli. Hari itu baru memasuki hari ke-9 lebaran. Kendati terik panas matahari masih mengitari Tolitoli dan sekitarnya, tetapi denyut aktivitas warga tetap seperti biasa.</p>
<p><span id="more-72"></span>Begitupun di sekitar Jalan Bangau, Kelurahan Tuweley, Kelurahan Baru, Kabupaten Tolitoli. Aktivitas sehari-hari warga berjalan seperti biasa. Kecuali di salah satu rumah kost di jalan itu, pintunya tampak masih tertutup rapat. Di rumah kost inilah, Yahya Yopie Waloni (36), bersama istrinya Lusiana (33) dan tiga orang anaknya tinggal sementara.</p>
<p>“Pak Yahya bersama istrinya baru saja keluar. Sebaiknya bapak tunggu saja di sini, sebelum banyak orang. Karena kalau pak Yahya ada di sini banyak sekali tamunya. Nanti bapak sulit ketemu beliau,” jelas ibu Ani, tetangga depan rumah Yahya kepada Radar Sulteng.</p>
<p>Yahya bersama istrinya memeluk Islam secara sah pada hari Rabu, 11 Oktober 2006 pukul 12.00 Wita melalui tuntunan Komarudin Sofa, Sekretaris Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (NU) Tolitoli. Hari itulah Yahya dengan tulus mengucapkan dua kalimat syahadat.</p>
<p>Setelah memeluk Islam, nama Yahya Yopie Waloni diganti dengan Muhammad Yahya, dan istrinya Lusiana diganti dengan Mutmainnah. Begitupun ketiga anaknya. Putri tertuanya Silvana (8 tahun) diganti dengan nama Nur Hidayah, Sarah (7 tahun) menjadi Siti Sarah, dan putra bungsunya Zakaria (4 tahun) tetap menggunakan nama itu.</p>
<p>Mohammad Yahya sebelum memeluk Islam, pernah menjabat Ketua Sekolah Tinggi Theologia Calvinis di Sorong tahun 2000-2004. Saat itu juga ia sebagai pendeta dengan status sebagai pelayan umum dan terdaftar pada Badan Pengelola Am Sinode GKI di tanah Papua, Wilayah VI Sorong-Kaimana. Ia menetap di Sorong sejak tahun 1997. Tahun 2004 ia kemudian pindah ke Balikpapan. Di sana ia menjadi dosen di Universitas Balikpapan (Uniba) sampai tahun 2006. Yahya menginjakkan kaki di kota Cengkeh, Tolitoli, tanggal 16 Agustus 2006.</p>
<p>Sambil menunggu kedatangan Yahya, ibu Ani mempersilakan Radar Sulteng masuk ke rumahnya. Sebagai tetangga, Ibu Ani tahu banyak aktivitas yang terjadi rumah kontrakan Yahya. “Pak Yahya pindah di sini kira-kira baru tiga minggu lalu. Sejak pindah, di sini rame terus. Orang-orang bergantian datang. Ada yang datang dengan keluarganya. Malah ada yang rombongan dengan truk dan Kijang pickup. Karena rame sekali terpaksa dibuat sabua (tenda, red) dan drop kursi dari kantor Lurah Tuweley,” cerita ibu Ani.</p>
<p>Hari pertama Yahya pindah di Jalan Bangau itu, orang-orang berdatangan sambil membawa sumbangan. Ada menyumbang belanga, kompor, kasur, televisi, Alquran, gorden dan kursi. Mereka bersimpati karena Yahya sekeluarga saat pindah dari tempat tinggal pertamanya hanya pakaian di badan. Rumah yang mereka tempati sebelumnya di Tanah Abang, Kelurahan Panasakan adalah fasilitas yang diperoleh atas bantuan gereja. Sehingga barang yang bukan miliknya ia tanggalkan semuanya.</p>
<p>Tidak lama menunggu di rumah Ibu Ani, datang dua orang ibu-ibu yang berpakaian dinas pegawai negeri sipil. Keduanya juga mampir di rumah Ibu Ani. Salah satu dari mereka adalah Hj Nurdiana, pegawai di Balitbang Diklat, Pemkab Tolitoli. Ibu berjilbab ini ternyata guru mengaji. Dia adalah guru mengaji yang khusus membimbing istri Yahya.</p>
<p>“Saya baru tiga kali pertemuan dengan ibu Yahya. Supaya ibu Yahya mudah memahami huruf hijjaiyah, saya menggunakan metode albarqy. Alhamdulillah sekarang sedikit sudah bisa,” kata Nurdiana.</p>
<p>Menurutnya, dia tidak kesulitan mengajari ibu Yahya. Malah, katanya, ibu Yahya cepat sekali memahami huruf-huruf hijaiyah yang diajarkan. Karena itu dia memperkirakan kemungkinan dalam waktu tidak lama ibu Yahya sudah bisa lancar mengaji.</p>
<p>Hanya sekitar 20 menit menunggu di rumah ibu Ani, bunyi kendaraan sepeda motor butut milik Yahya terdengar memasuki halaman rumah kontrakannya. Radar Sulteng diterima dengan senang hati, lalu dipersilakan duduk di sofa. Sementara Yahya memilih duduk di lantai alas karpet. Badannya disandarkan ke kursi sofa. “Kita lebih senang duduk di bawah sini,” tuturnya dengan logat kental Manado.</p>
<p>Cara duduk Yahya, tampak tidak tenang. Sesekali ia membuka kedua selangkangnya. Ternyata karena baru beberapa hari selesai disunat. “Setelah tiga hari saya masuk Islam, saya langsung minta disunat di rumah ini,” cerita Yahya, sesekali disertai canda.</p>
<p>Penataan interior rumah kost Yahya tampak apik. Di dinding ruang tamu tampak terpampang kaligrafi ayat kursi yang dibingkai dengan warna keemasan. Di sisi lain, kaligrafi Allah-Muhammad juga terpampang. Di meja ruang tamu terdapat dua buah Alquran lengkap terjemahannya. Di tengah meja itu, juga masih ada tiga toples kue lebaran. “Rumah ini saya kontrak sementara. Saya sudah bayar Rp2,5 juta,” rinci Yahya.</p>
<p>Di tengah asiknya bercerita, istri Yahya, Mutmainnah menyuguhkan beberapa cangkir teh panas. “Silakan diminum air panasnya,” kata ibu tiga anak ini yang saat itu mengenakan jilbab cokelat.</p>
<p>Tidak lama kemudian, dia masuk di salah satu kamar dan mengajak guru mengajinya Hj Nurdiana bersama rekannya. Dari balik kamar itulah terdengar suara Mutmainnah yang sedang mengeja satu per satu huruf hijaiyah. Terdengar memang masih kaku, tetapi berulang-ulang satu per satu huruf-huruf Alquran itu dilafalkannya.</p>
<p>Lain halnya dengan suaminya, Yahya. Pria kelahiran Manado ini mengaku sudah bisa melafalkan beberapa ayat setelah beberapa kali diajarkan mengaji oleh Komarudin Sofa. Selain Komarudin, selama ini ia juga mendapat bimbingan dari ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tolitoli, Yusuf Yamani. “Hanya lima menit saya diajarkan. Saya langsung paham. Surat Fatihah saya sudah hafal,” ujar Yahya.</p>
<p>Selain belajar mengaji dan menerima tamu, aktivitas Yahya juga kerap menghadiri undangan di beberapa masjid. Tidak hanya dalam kota, tetapi sampai ke desa-desa di Kabupaten Tolitoli. “Saya ditemani beberapa orang. Ada juga dari Departemen Agama,” katanya.</p>
<p>Yahya bersama istrinya memeluk Islam secara sah pada hari Rabu, 11 Oktober 2006 pukul 12.00 Wita melalui tuntunan Komarudin Sofa, sekretaris Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (NU) Tolitoli. “Hari itu saya sudah mengucapkan dua kalimat syahadat yang dituntun Pak Komarudin,” cerita Yahya. Apa yang melatari sampai Yahya dan keluarganya memeluk Islam.</p>
<p>PAK Yahya, begitu sapaan akrabnya. Pria kelahiran Manado tahun 1970 ini lahir dari kalangan terdidik dan disiplin. Ayahnya seorang pensiunan tentara. Sekarang menjabat anggota DPRD di salah satu kabupaten baru di Sulawesi Utara. Sebagai putra bungsu dari tujuh bersaudara, Yahya saat bujang termasuk salah seorang generasi yang nakal. “Saya tidak perlu cerita masa lalu saya. Yang pasti saya juga dulu pernah nakal,” tukasnya.</p>
<p>Lantaran kenakalannya itulah mungkin, sehingga beberapa bagian badannya terdapat bekas tato. Di lengannya terdapat bekas luka setrika untuk menghilangkan tatonya. “Ini dulu bekas tato. Tapi semua sudah saya setrika,” katanya sambil menunjuk bekas-bekas tatonya itu.</p>
<p>Postur tubuhnya memang tampak mendukung. Tinggi dan tegap. Meski ia pernah nakal, tetapi pendidikan formalnya sampai ke tingkat doktor. Ia menyandang gelar doktor teologi jurusan filsafat. Saat ditemui, Yahya memperlihatkan ijazah asli yang dikeluarkan Institut Theologia Oikumene Imanuel Manado tertanggal 10 Januari 2004. Sehingga titel yang didapatnya pun akhirnya lengkap menjadi Dr Yahya Yopie Waloni, S.TH, M.TH.</p>
<p>Sebelum menyatakan dirinya masuk Islam, beberapa hari sebelumnya Yahya mengaku sempat bertemu dengan seorang penjual ikan, di rumah lamanya, kompleks Tanah Abang, Kelurahan Panasakan, Tolitoli. Pertemuannya dengan si penjual ikan berlangsung tiga kali berturut-turut. Dan anehnya lagi, jam pertemuannya dengan si penjual ikan itu, tidak pernah meleset dari pukul 09.45 Wita.</p>
<p>“Kepada saya si penjual ikan itu mengaku namanya Sappo (dalam bahasa Bugis artinya sepupu). Dia juga panggil saya Sappo. Tapi dia baik sekali dengan saya,” cerita Yahya.</p>
<p>Setiap kali ketemu dengan si penjual ikan itu, Yahya mengaku berdialog panjang soal Islam. Tapi Yahya mengaku aneh, karena si penjual ikan yang mengaku tidak lulus Sekolah Dasar (SD) tetapi begitu mahir dalam menceritakan soal Islam.</p>
<p>Pertemuan ketiga kalinya, lanjut Yahya, si penjual ikan itu sudah tampak lelah. “Karena saya lihat sudah lelah, saya bilang, buka puasa saja. Tapi si penjual ikan itu tetap ngotot tidak mau buka puasanya,” cerita Yahya, yang ditemui di rumah kontrakannya.</p>
<p>Sampai saat ini Yahya mengaku tidak pernah lagi bertemu dengan penjual ikan itu. Si penjual ikan mengaku dari dusun Doyan, desa Sandana (salah satu desa di sebelah utara kota Tolitoli). Meski sudah beberapa orang yang mencarinya hingga ke Doyan, dengan ciri-ciri yang dijelaskan Yahya, tapi si penjual ikan itu tetap tidak ditemukan.</p>
<p>Sejak pertemuannya dengan si penjual ikan itulah katanya, konflik internal keluarga Yahya dengan istrinya meruncing. Istrinya, Lusiana (sekarang Mutmainnah, red), tetap ngotot untuk tidak memeluk Islam. Ia tetap bertahan pada agama yang dianut sebelumnya. “Malah saya dianggap sudah gila,” katanya.</p>
<p>Tidak lama setelah itu, kata Yahya, tepatnya 17 Ramadan 1427 Hijriah atau tanggal 10 Oktober sekitar pukul 23.00 Wita. Ia antara sadar dengan tidak mengaku mimpi bertemu dengan seseorang yang berpakaian serba putih, duduk di atas kursi. Sementara Yahya di lantai dengan posisi duduk bersila dan berhadap-hadapan dengan seseorang yang berpakaian serba putih itu. “Saya dialog dengan bapak itu. Namanya, katanya Lailatulkadar,” ujar Yahya mengisahkan.</p>
<p>Setelah dari itu, Yahya kemudian berada di satu tempat yang dia sendiri tidak pernah melihat tempat itu sebelumnya. Di tempat itulah, Yahya menengadah ke atas dan melihat ada pintu buka-tutup. Tidak lama berselang, dua perempuan masuk ke dalam. Perempuan yang pertama masuk, tanpa hambatan apa-apa. Namun perempuan yang kedua, tersengat api panas.</p>
<p>“Setelah saya sadar dari mimpi itu, seluruh badan saya, mulai dari ujung kaki sampai kepala berkeringat. Saya seperti orang yang kena malaria. Saya sudah minum obat, tapi tidak ada perubahan. Tetap saja begitu,” cerita Yahya.</p>
<p>Sekitar dua jam dari peristiwa itu, di sebelah kamar, dia mendengar suara tangisan. Orang itu menangis terus seperti layaknya anak kecil. Yahya yang masih dalam kondisi panas-dingin, menghampiri suara tangisan itu. Ternyata, yang menangis itu adalah istrinya, Mutmainnah.</p>
<p>“Saya kaget. Kenapa istri saya tiba-tiba menangis. Saya tanya kenapa menangis. Dia tidak menjawab, malah langsung memeluk saya,” tutur Yahya.</p>
<p>Ternyata tangisan istri Yahya itu mengandung arti yang luar biasa. Ia menangis karena mimpi yang diceritakan suaminya kepadanya, sama dengan apa yang dimimpikan Mutmainnah. “Tadinya saya sudah hampir cerai dengan istri, karena dia tetap bertahan pada agama yang ia anut. Tapi karena mimpi itulah, malah akhirnya istri saya yang mengajak,” tandasnya.</p>
<p>Masuknya Yahya ke agama Islam, menimbulkan banyak interpretasi. Menurut Yahya, ada yang menyebut dirinya orang gila. Ada juga yang meragukannya, dan mungkin masih banyak interpretasi lain lagi tentang dirinya. “Tapi cukup saja sampai pada interpretasi, jangan lagi melebar ke yang lain,” pungkasnya.***</p>
<p>Sumber:<br />
<a href="http://www.radarsulteng.com/berita/index.asp?Berita=Utama&amp;id=40935">http://www.radarsulteng.com/berita/index.asp?Berita=Utama&amp;id=40935</a><br />
<a href="http://mualaf.com/modules.php?name=News&amp;file=article&amp;sid=425" title="muallaf.com" target="_blank">http://mualaf.com/modules.php?name=News&amp;file=article&amp;sid=425</a></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/awansx.wordpress.com/72/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/awansx.wordpress.com/72/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/awansx.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/awansx.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/awansx.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/awansx.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/awansx.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/awansx.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/awansx.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/awansx.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/awansx.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/awansx.wordpress.com/72/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=awansx.wordpress.com&blog=4451170&post=72&subd=awansx&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://awansx.wordpress.com/2007/06/15/yahya-yopie-dan-keluarganya-mantan-pendeta-yang-memeluk-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>61</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b36ffe42a4e10241db2bfdb385591653?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">awansx</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mualaf.com/images/topics/mualaf.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Kisah Mualaf</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jurnal Kontes Robot Indonesia 2007</title>
		<link>http://awansx.wordpress.com/2007/06/12/jurnal-kontes-robot-indonesia-2007/</link>
		<comments>http://awansx.wordpress.com/2007/06/12/jurnal-kontes-robot-indonesia-2007/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 Jun 2007 07:36:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Heri Setiawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Kecil]]></category>
		<category><![CDATA[Electronics - Robotics]]></category>
		<category><![CDATA[Info Kampuz Ungu]]></category>
		<category><![CDATA[Information Technology]]></category>
		<category><![CDATA[Perjalanan Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[kontes]]></category>
		<category><![CDATA[kontes robot indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[robot]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alikhwan.wordpress.com/2007/06/12/jurnal-kontes-robot-indonesia-2007/</guid>
		<description><![CDATA[Fuih&#8230;.Perjalanan yang menegangkan&#8230;, menyenangkan&#8230;, memberikan banyak kesan, pengalaman, pelajaran dan juga harapan&#8230; dan akhirnya hanya bisa berharap semoga bisa mengulanginya di tahun depan, dengan hasil yang jauh lebih memuaskan&#8230;.
Berikut saya &#8220;post&#8221; kan perjalanan Kontes Robot Indonesia (KRI) 2007 di Graha ITS , Surabaya pada tanggal 9-10 Juni 2007:

Daftar Tim Peserta
Peserta Kontes Robot Indonesia terdiri dari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=awansx.wordpress.com&blog=4451170&post=69&subd=awansx&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><blockquote><p><img src="http://img105.imageshack.us/img105/1521/fs1kr0.jpg" border="0" alt="KRI/KRCI 2007" hspace="5" width="155" height="110" align="left" /><em>Fuih&#8230;.</em><em>Perjalanan yang menegangkan&#8230;, menyenangkan&#8230;, memberikan banyak kesan, pengalaman, pelajaran dan juga harapan&#8230; dan akhirnya hanya bisa berharap semoga bisa mengulanginya di tahun depan, dengan hasil yang jauh lebih memuaskan&#8230;.</em></p></blockquote>
<p>Berikut saya &#8220;post&#8221; kan perjalanan Kontes Robot Indonesia (KRI) 2007 di Graha ITS , Surabaya pada tanggal 9-10 Juni 2007:</p>
<p><strong><br />
Daftar Tim Peserta</strong><br />
Peserta Kontes Robot Indonesia terdiri dari 40 tim dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Daftar tim yang mengikuti KRI di Graha ITS adalah sebagai berikut:</p>
<p><span id="more-69"></span></p>
<table class="content" border="0" cellspacing="2" cellpadding="2" width="475" align="left">
<tbody>
<tr>
<td width="31">
<p align="center"><strong>No.</strong></p>
</td>
<td width="152">
<p align="center"><strong>Nama Tim</strong></p>
</td>
<td width="320">
<p align="center"><strong>Institusi</strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="31">1</td>
<td width="152">G-RUSH</td>
<td width="320">Politeknik Elektronika Negeri Surabaya</td>
</tr>
<tr>
<td width="31">2</td>
<td width="152">Q NUMB ON</td>
<td width="320">Politeknik Elektronika Negeri Surabaya</td>
</tr>
<tr>
<td width="31">3</td>
<td width="152">F4LCON</td>
<td width="320">Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya</td>
</tr>
<tr>
<td width="31">4</td>
<td width="152">D&#8217;ART</td>
<td width="320">Universitas Indonesia</td>
</tr>
<tr>
<td width="31">5</td>
<td width="152">FLEDERMAUS</td>
<td width="320">Universitas Brawijaya</td>
</tr>
<tr>
<td width="31">6</td>
<td width="152">ACE-EYE</td>
<td width="320">Universitas Negeri Malang</td>
</tr>
<tr>
<td width="31">7</td>
<td width="152">HALILINTAR</td>
<td width="320">Universitas Negeri Yogyakarta</td>
</tr>
<tr>
<td>8</td>
<td>AL-GHALIBI</td>
<td>Politeknik Negeri Banjarmasin</td>
</tr>
<tr>
<td width="31">9</td>
<td width="152">Askar_13</td>
<td width="320">Politeknik Caltex Riau, Pekanbaru</td>
</tr>
<tr>
<td width="31">10</td>
<td width="152">RENAISSANCE</td>
<td width="320">Universitas Brawijaya</td>
</tr>
<tr>
<td width="31">11</td>
<td width="152">Black Pearl</td>
<td width="320">Universitas Muhammadiyah Malang</td>
</tr>
<tr>
<td width="31">12</td>
<td width="152">Infinity</td>
<td width="320">Politeknik Manufaktur Negeri Bandung</td>
</tr>
<tr>
<td width="31">13</td>
<td width="152">Slow-Top</td>
<td width="320">Sekolah Tinggi Teknologi Nasional Yogyakarta</td>
</tr>
<tr>
<td width="31">14</td>
<td width="152">EVOLUTION</td>
<td width="320">Politeknik Negeri Semarang</td>
</tr>
<tr>
<td width="31">15</td>
<td width="152">Bamega team</td>
<td width="320">Politeknik Kotabaru Kalimantan Selatan</td>
</tr>
<tr>
<td width="31">16</td>
<td width="152">BLUE ROCKS</td>
<td width="320">Universitas Budi Luhur Jakarta</td>
</tr>
<tr>
<td width="31">17</td>
<td width="152">POZTER</td>
<td width="320">Universitas Hasanuddin</td>
</tr>
<tr>
<td width="31">18</td>
<td width="152">ROLENS</td>
<td width="320">Universitas Negeri Surabaya</td>
</tr>
<tr>
<td width="31">19</td>
<td width="152">THE BOYO&#8217;S</td>
<td width="320">Universitas Atmajaya Yogyakarta</td>
</tr>
<tr>
<td width="31">20</td>
<td width="152">GÄZERO</td>
<td width="320">Politeknik Batam</td>
</tr>
<tr>
<td width="31">21</td>
<td width="152">Monic Grabber</td>
<td width="320">STMIK &#8220;MDP&#8221; Palembang</td>
</tr>
<tr>
<td width="31">22</td>
<td width="152">V-Com</td>
<td width="320">STMIK &#8220;AMIKOM&#8221; Yogyakarta</td>
</tr>
<tr>
<td width="31">23</td>
<td width="152">BOMBASTIC</td>
<td width="320">Universitas Indonesia</td>
</tr>
<tr>
<td width="31">24</td>
<td width="152">Phi-Tech</td>
<td width="320">Universitas Islam Sultan Agung Semarang</td>
</tr>
<tr>
<td width="31" height="18">25</td>
<td width="152">CLEOPATRA</td>
<td width="320">Institut Teknologi Nasional Malang</td>
</tr>
<tr>
<td width="31">26</td>
<td width="152">BOXER</td>
<td width="320">Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya</td>
</tr>
<tr>
<td width="31">27</td>
<td width="152">The Akangs</td>
<td width="320">Institut Teknologi Bandung</td>
</tr>
<tr>
<td width="31">28</td>
<td width="152">TIM IDJO ATL</td>
<td width="320">Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya</td>
</tr>
<tr>
<td width="31">29</td>
<td width="152">Al Fattah</td>
<td width="320">Politeknik Negeri Banjarmasin</td>
</tr>
<tr>
<td width="31">30</td>
<td width="152">EMPU GANDRING</td>
<td width="320">Politeknik Negeri Malang</td>
</tr>
<tr>
<td width="31">31</td>
<td width="152">AZH-QYA</td>
<td width="320">Universitas Pendidikan Indonesia</td>
</tr>
<tr>
<td width="31">32</td>
<td width="152">L46E</td>
<td width="320">Universitas Bhayangkara Surabaya</td>
</tr>
<tr>
<td width="31">33</td>
<td width="152">THE CONDUCT</td>
<td width="320">Politeknik Negeri Padang</td>
</tr>
<tr>
<td width="31">34</td>
<td width="152">WARRIORS</td>
<td width="320">Universitas Bangka Belitung, Pangkalpinang</td>
</tr>
<tr>
<td width="31">35</td>
<td width="152">ROBCV12</td>
<td width="320">Universitas Teknologi Yogyakarta</td>
</tr>
<tr>
<td width="31">36</td>
<td width="152">UROTA-02</td>
<td width="320">Universitas Muhammadiyah Prof.DR. Hamka</td>
</tr>
<tr>
<td width="31">37</td>
<td width="152">AVEROS</td>
<td width="320">Universitas Jember</td>
</tr>
<tr>
<td width="31">38</td>
<td width="152">GRaFiKa</td>
<td width="320">Universitas Gadjah Mada</td>
</tr>
<tr>
<td width="31">39</td>
<td width="152">RAP_L2M ANBU</td>
<td width="320">STMIK Banjarbaru</td>
</tr>
<tr>
<td width="31">40</td>
<td width="152">PNK SMART FUTURE</td>
<td width="320">Politeknik Negeri Kupang</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><strong><br />
Babak Penyisihan</strong><br />
Pada babak penyisihan, tim robot sebanyak 40 tim dibagi menjadi 8 grup. Pembagian masing-masing grup adalah seperti berikut:</p>
<p><img src="http://img214.imageshack.us/img214/2866/groupingwr0.jpg" alt="" width="452" height="359" /></p>
<p>Masing-masing tim dalam satu grup akan ditandingkan yang kemudian diambil 2 tim paling kuat atau &#8220;paling beruntung&#8221;. Dari 40 tim akan diambil 16 tim yaitu 2 tim untuk masing-masing grup.</p>
<p>Hasil babak penyisihan putaran ketiga (dari 4 putaran) adalah seperti dibawah ini:</p>
<p><img src="http://img235.imageshack.us/img235/3115/penyisihan1ws2.jpg" alt="penyisihan3" /><br />
<img src="http://img409.imageshack.us/img409/322/penyisihan2qa4.jpg" alt="penyisihan3" /></p>
<p><img src="http://img411.imageshack.us/img411/5722/penyisihan3zg5.jpg" alt="" width="492" height="359" /></p>
<p><strong><br />
16 Besar</strong><br />
Mulai 16 besar, pertandingan menerapkan sistem gugur dimana tim yang menang disetiap pertandingan akan melanjutkan ke babak selanjutnya sedangkan tim yang kalah akan berhenti bertanding (baca: tidak lolos ke babak selanjutnya:</p>
<p>Berikut adalah daftar 16 tim yang lolos sampai babak 16 besar beserta jadwal pertandingannya:</p>
<p><img src="http://img440.imageshack.us/img440/277/16besarjg8.jpg" alt="" /></p>
<p><img src="http://img267.imageshack.us/img267/8885/16besar2wm9.jpg" alt="" /></p>
<p><strong><br />
Perdelapan Final</strong><br />
Dari 16 team yang ditandingka, tersisa 8 tim yang tersisa yang didominasi oleh tim dari Surabaya.</p>
<p><img src="http://img257.imageshack.us/img257/3162/perdelapanfinalyz5.jpg" alt="" /></p>
<p><strong><br />
Perempat Final</strong><br />
Akhirnya diperempat final tersisa 4 tim yang keseluruhan tim berasal dari Surabaya.</p>
<p>L46E dari Universitas Bhayangkara Surabaya, Q Numb On dan G-Rush dari PENS-ITS dan F4lcon dari ITS.</p>
<p><img src="http://img177.imageshack.us/img177/3007/perempatfinalip1.jpg" alt="" /></p>
<p><strong><br />
Final</strong><br />
Babak final antara sesama tim dari PENS ITS yaitu G-Rush dan Q Numb On yang akhirnya dimenangkan oleh tim G-Rush seperti yang saya perkirakan sejak awal pertandingan.</p>
<p><img src="http://kri.eepis-its.edu/~udinharun/webpens/folder_images/.resized/.resized_180x111_JUARA_G_RUSH.jpg" border="0" alt="" width="180" height="111" align="middle" /></p>
<p><strong><br />
Beberapa Kendala Tim dari Yogyakarta</strong><br />
Jogja masih tertinggal jauh dari Surabaya dalam hal robotika, hal ini mungkin dikarenakan susahnya mencari &#8220;part&#8221; atau &#8220;onderdil&#8221; robot di daerah Jogja. Kebanyakan tim dari Jogja mencari sensor, modul eksperiment dan bahan rakitan robot ke Surabaya atau Bandung.<br />
Masalah lain yang dihadapi adalah pendanaan dan kurangnya bantuan dari senior yang sudah berpengalaman.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/awansx.wordpress.com/69/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/awansx.wordpress.com/69/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/awansx.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/awansx.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/awansx.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/awansx.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/awansx.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/awansx.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/awansx.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/awansx.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/awansx.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/awansx.wordpress.com/69/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=awansx.wordpress.com&blog=4451170&post=69&subd=awansx&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://awansx.wordpress.com/2007/06/12/jurnal-kontes-robot-indonesia-2007/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>43</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b36ffe42a4e10241db2bfdb385591653?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">awansx</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://img105.imageshack.us/img105/1521/fs1kr0.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">KRI/KRCI 2007</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://img214.imageshack.us/img214/2866/groupingwr0.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://img235.imageshack.us/img235/3115/penyisihan1ws2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">penyisihan3</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://img409.imageshack.us/img409/322/penyisihan2qa4.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">penyisihan3</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://img411.imageshack.us/img411/5722/penyisihan3zg5.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://img440.imageshack.us/img440/277/16besarjg8.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://img267.imageshack.us/img267/8885/16besar2wm9.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://img257.imageshack.us/img257/3162/perdelapanfinalyz5.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://img177.imageshack.us/img177/3007/perempatfinalip1.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://kri.eepis-its.edu/~udinharun/webpens/folder_images/.resized/.resized_180x111_JUARA_G_RUSH.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Kenapa Jadi Deg-Deg-an Gini Ya..?</title>
		<link>http://awansx.wordpress.com/2007/05/04/kenapa-jadi-deg-deg-an-gini-ya/</link>
		<comments>http://awansx.wordpress.com/2007/05/04/kenapa-jadi-deg-deg-an-gini-ya/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 May 2007 00:47:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Heri Setiawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Kecil]]></category>
		<category><![CDATA[Info Kampuz Ungu]]></category>
		<category><![CDATA[Perjalanan Hidup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alikhwan.wordpress.com/2007/05/04/kenapa-jadi-deg-deg-an-gini-ya/</guid>
		<description><![CDATA[Saat melihat foto-foto dokumentasi Kontes Robot Indonesia / Kontes Robot Cerdas Indonesia 2006 (KRI/KRCI 2006)  di blog mas Iqbal, jantung ini terasa berdetak lebih kencang, kemudian dalam pikiran ini terlintas bayangan-bayangan perkiraan mengenai apa yang akan terjadi pada tanggal 9-10 Juni 2007 mendatang ketika pertandingan antar perguruan tinggi tingkat nasional itu dimulai.
Membayangkan ribuan mata [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=awansx.wordpress.com&blog=4451170&post=58&subd=awansx&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img src="http://i5.photobucket.com/albums/y184/iqbal_Ir/images/IMG_2042_resize.jpg" alt="Foto 1" align="left" border="1" height="130" hspace="3" vspace="3" width="185" />Saat melihat foto-foto <a href="http://blog.iqbalir.com/archives/2006/06/dokumentasi-kri-krci-2006/" title="Dokumentasi KRI/KRCI 2006" target="_blank">dokumentasi Kontes Robot Indonesia / Kontes Robot Cerdas Indonesia 2006</a> (KRI/KRCI 2006)  di blog <a href="http://blog.iqbalir.com" title="Blog Mas Iqbal" target="_blank">mas Iqbal</a>, jantung ini terasa berdetak lebih kencang, kemudian dalam pikiran ini terlintas bayangan-bayangan perkiraan mengenai apa yang akan terjadi pada tanggal 9-10 Juni 2007 mendatang ketika pertandingan antar perguruan tinggi tingkat nasional itu dimulai.</p>
<p><img src="http://i5.photobucket.com/albums/y184/iqbal_Ir/images/IMG_2043_resize.jpg" alt="Foto2" align="left" border="1" height="130" hspace="3" vspace="3" width="185" />Membayangkan ribuan mata yang terfokus pada satu tujuan&#8230; membayangkan kamera-kamera yang ditujukan kepada peserta yang kemudian dipampang di majalah, surat kabar danjuga ditayangkan di televisi&#8230; Hiks, senangnya jadi artis dadakan&#8230; <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Tapi tunggu dulu, imajinasi bukan hanya dalam hal-hal yang mun<img src="http://i5.photobucket.com/albums/y184/iqbal_Ir/images/IMG_2054_resize.jpg" alt="foto3" align="left" border="1" height="130" hspace="2" vspace="5" width="185" />gkin menyenangkan&#8230; pikiran pun &#8220;berfantasi&#8221; membayangkan sesuatu yang tidak mengenakkan&#8230; <em>Bagaimana kalo Robotnya grogi..? macet..? </em><em>stuck..? atau.., keluar asep pada pangkaian elektroniknya..?&#8230;</em> Waduh, itu dia yang harus dihindari&#8230;<span id="more-58"></span></p>
<p>Memang waktu visitasi pada tanggal 11 April yang lalu, robot manual kami ndak jalan karena kehabisan energi (abis disuruh begadang terus sih sampai nggak tidur), setelah cukup lama akhirnya bisa jalan beberapa detik&#8230;tapi setelah itu&#8230; asap keluar dari robot karena ada konsletting. Bayangkan 20 Ampere aki mobil konslet&#8230;! Begitu juga robot mungil punya anak UGM juga grogi sampai sensor pendeteksi api tidak bekerja ketika visitasi di kampus kami&#8230; Walaupun seperti itu, alhamdulillah kami pun tetap lolos sampai <a href="http://alikhwan.wordpress.com/2007/04/22/tiket-menuju-surabaya-ada-digenggaman/" title="Peserta Kontes Robot">final kontest</a> di ITS Surabaya dan ini merupakan yang pertama kali bagi kampus kami bisa lolos sampai pertandingan.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/awansx.wordpress.com/58/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/awansx.wordpress.com/58/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/awansx.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/awansx.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/awansx.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/awansx.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/awansx.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/awansx.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/awansx.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/awansx.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/awansx.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/awansx.wordpress.com/58/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=awansx.wordpress.com&blog=4451170&post=58&subd=awansx&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://awansx.wordpress.com/2007/05/04/kenapa-jadi-deg-deg-an-gini-ya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b36ffe42a4e10241db2bfdb385591653?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">awansx</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://i5.photobucket.com/albums/y184/iqbal_Ir/images/IMG_2042_resize.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Foto 1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://i5.photobucket.com/albums/y184/iqbal_Ir/images/IMG_2043_resize.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Foto2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://i5.photobucket.com/albums/y184/iqbal_Ir/images/IMG_2054_resize.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">foto3</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tiket Menuju Surabaya Ada Digenggaman&#8230;</title>
		<link>http://awansx.wordpress.com/2007/04/22/tiket-menuju-surabaya-ada-digenggaman/</link>
		<comments>http://awansx.wordpress.com/2007/04/22/tiket-menuju-surabaya-ada-digenggaman/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Apr 2007 03:48:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Heri Setiawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Kecil]]></category>
		<category><![CDATA[Info Kampuz Ungu]]></category>
		<category><![CDATA[Perjalanan Hidup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alikhwan.wordpress.com/2007/04/22/tiket-menuju-surabaya-ada-digenggaman/</guid>
		<description><![CDATA[Setelah  melalui beberapa 3 tahap seleksi meliputi tahap seleksi proposal kemudian tahap seleksi laporan perkembangan  dan yang terakhir tahap visitasi/peninjauan, akhirnya tim robot STMIK AMIKOM dinyatakan layak mengikuti Kontes Robot Indonesia/Kontes Robot Cerdas Indonesia 2007 di Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya (ITS) pada tanggal 9-10 Juni 2007.
Alhamdulillah berhasil lolos bersama 40 tim KRI [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=awansx.wordpress.com&blog=4451170&post=49&subd=awansx&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Setelah  melalui beberapa 3 tahap seleksi meliputi <a href="http://kri.eepis-its.edu/hasilseleksi1.php" title="Seleksi Tahap Pertama" target="_blank">tahap seleksi proposal</a> kemudian <a href="http://kri.eepis-its.edu/hasilseleksi2.php" title="Seleksi Tahap Kedua" target="_blank">tahap seleksi laporan perkembangan  </a>dan yang terakhir <a href="http://kri.eepis-its.edu/hasilvisitasi.php" title="Seleksi Tahap Ketiga" target="_blank">tahap visitasi/peninjauan</a><a href="http://kri.eepis-its.edu/hasilvisitasi.php" title="Seleksi Tahap Ketiga" target="_blank">, </a>akhirnya tim robot STMIK AMIKOM dinyatakan layak mengikuti Kontes Robot Indonesia/Kontes Robot Cerdas Indonesia 2007 di Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya (ITS) pada tanggal 9-10 Juni 2007.</p>
<p>Alhamdulillah berhasil lolos bersama 40 tim KRI yang lain dari perguruan tinggi di Indonesia. Perjuangan masih panjang, masih perlu pergantian sistem sensor yang cukup rumit. Do&#8217;akan yah semoga lancar, aman dan terkendali <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>=================================================================================</p>
<h4 align="center"><strong>BERITA ACARA HASIL RAPAT PENENTUAN<br />
PESERTA KRI &amp; KRCI 2007<br />
(HASIL VISITASI)</strong></h4>
<p>Nomor : 323/D3/KM/2007                                                                                                         19 April 2007<br />
Lampiran : 3 (tiga) lembar<br />
Perihal :Hasil Visitasi KRI/KRCI 2007</p>
<p>Kepada : Yth. Wakil / Pembantu Rektor/ Ketua / Direktur Bidang Kemahasiswaan.<br />
Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta<br />
(Daftar Terlampir)</p>
<p>Berdasarkan rapat hasil visitasi Kontes Robot Indonesia (KRI) dan Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRCI) 2007 yang diselenggarakan pada tanggal 18 April 2007, diberitahukan dengan hormat bahwa <span id="more-49"></span>proposal yang dinyatakan lolos/terpilih untuk mengikuti KRI 2007 adalah sebanyak 40 proposal KRI dan 45 Proposal KRCI (40 proposal KRCI yang dibiayai oleh DIKTI dan 5 proposal KRCI dibiayai sendiri ) yang dinyatakan terpilih untuk mengikuti KRI dan KRCI dari perguruan tinggi saudara sesuai daftar terlampir.</p>
<p>Sehubungan dengan itu, kami mohon bantuan saudara untuk menginformasikan hasil visitasi ini kepada mahasiswa yang bersangkutan agar dapat mempersiapkan diri untuk mengikuti KRI dan KRCI 2007 dimaksud yang akan dilaksanakan pada tanggal 9-10 Juni 2007 di Politeknik Elektronika Negeri Surabaya. Sejalan dengan itu untuk memudahkan pengaturan administrasi lebih lanjut bersama ini kami kirimkan formulir aplikasi untuk diisi dan dikembalikan dengan disertai past foto berwarna, masing-masing peserta ukuran 3X4 sebanyak 2 (dua) lembar paling lambat tanggal 4 Mei 2007 ke :</p>
<h4><strong>Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat<br />
Subdit Kreativitas Mahasiswa<br />
Jl. Jenderal Sudirman Pintu 1 Senayan<br />
Jakarta.</strong></h4>
<p>Undangan kepada masing-masing tim peserta KRI dan KRCI 2007 dan pimpinan perguruan tinggi akan disampaikan dalam waktu yang tidak terlalu lama.</p>
<p>Atas perhatian dan kerjasamanya, kami mengucapkan terimakasih.</p>
<p align="center">Direktur Penelitian dan<br />
Pengabdian kepada Masyarakat</p>
<p align="center"> ttd</p>
<p align="center"> Moch. Munir.<br />
NIP. 130 935 075</p>
<p>Tembusan:</p>
<ul>
<li>Yth. Dirjen Dikti selaku Ketua Panitia KRI/KRCI 2007</li>
<li>Yth. Rektor/Direktur Politeknik yang bersangkutan</li>
<li>Yth. Ketua Umum Panitia KRI/KRCI 2007</li>
</ul>
<p>Pada hari ini Rabu tanggal 18 April 2007 setelah dilakukan visitasi terhadap 59 KRI dan 72 KRCI, maka kami yang bertandatangan dibawah ini merekomendasikan nama-nama tersebut sebagai peserta KRI dan KRCI 2007 yaitu :</p>
<p><strong>A. Peserta yang dinyatakan lolos dalam visitasi :</strong></p>
<table class="content" align="center" cellpadding="2" cellspacing="2" width="90%">
<tr>
<td width="31">
<p align="center"><strong>No.</strong></p>
</td>
<td width="152">
<p align="center"><strong>Nama Tim</strong></p>
</td>
<td width="320">
<p align="center"><strong>Institusi</strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="31">1</td>
<td width="152">G-RUSH</td>
<td width="320">Politeknik Elektronika Negeri Surabaya</td>
</tr>
<tr>
<td width="31">2</td>
<td width="152">Q NUMB ON</td>
<td width="320">Politeknik Elektronika Negeri Surabaya</td>
</tr>
<tr>
<td width="31">3</td>
<td width="152">F4LCON</td>
<td width="320">Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya</td>
</tr>
<tr>
<td width="31">4</td>
<td width="152">D&#8217;ART</td>
<td width="320">Universitas Indonesia</td>
</tr>
<tr>
<td width="31">5</td>
<td width="152">FLEDERMAUS</td>
<td width="320">Universitas Brawijaya</td>
</tr>
<tr>
<td width="31">6</td>
<td width="152">ACE-EYE</td>
<td width="320">Universitas Negeri Malang</td>
</tr>
<tr>
<td width="31">7</td>
<td width="152">HALILINTAR</td>
<td width="320">Universitas Negeri Yogyakarta</td>
</tr>
<tr>
<td>8</td>
<td>AL-GHALIBI</td>
<td>Politeknik Negeri Banjarmasin</td>
</tr>
<tr>
<td width="31">9</td>
<td width="152">Askar_13</td>
<td width="320">Politeknik Caltex Riau, Pekanbaru</td>
</tr>
<tr>
<td width="31">10</td>
<td width="152">RENAISSANCE</td>
<td width="320">Universitas Brawijaya</td>
</tr>
<tr>
<td width="31">11</td>
<td width="152">Black Pearl</td>
<td width="320">Universitas Muhammadiyah Malang</td>
</tr>
<tr>
<td width="31">12</td>
<td width="152">Infinity</td>
<td width="320">Politeknik Manufaktur Negeri Bandung</td>
</tr>
<tr>
<td width="31">13</td>
<td width="152">Slow-Top</td>
<td width="320">Sekolah Tinggi Teknologi Nasional Yogyakarta</td>
</tr>
<tr>
<td width="31">14</td>
<td width="152">EVOLUTION</td>
<td width="320">Politeknik Negeri Semarang</td>
</tr>
<tr>
<td width="31">15</td>
<td width="152">Bamega team</td>
<td width="320">Politeknik Kotabaru Kalimantan Selatan</td>
</tr>
<tr>
<td width="31">16</td>
<td width="152">BLUE ROCKS</td>
<td width="320">Universitas Budi Luhur Jakarta</td>
</tr>
<tr>
<td width="31">17</td>
<td width="152">POZTER</td>
<td width="320">Universitas Hasanuddin</td>
</tr>
<tr>
<td width="31">18</td>
<td width="152">ROLENS</td>
<td width="320">Universitas Negeri Surabaya</td>
</tr>
<tr>
<td width="31">19</td>
<td width="152">THE BOYO&#8217;S</td>
<td width="320">Universitas Atmajaya Yogyakarta</td>
</tr>
<tr>
<td width="31">20</td>
<td width="152">GÄZERO</td>
<td width="320">Politeknik Batam</td>
</tr>
<tr>
<td width="31">21</td>
<td width="152">Monic Grabber</td>
<td width="320">STMIK &#8220;MDP&#8221; Palembang</td>
</tr>
<tr>
<td width="31">22</td>
<td width="152">V-Com</td>
<td width="320">STMIK &#8220;AMIKOM&#8221; Yogyakarta</td>
</tr>
<tr>
<td width="31">23</td>
<td width="152">BOMBASTIC</td>
<td width="320">Universitas Indonesia</td>
</tr>
<tr>
<td width="31">24</td>
<td width="152">Phi-Tech</td>
<td width="320">Universitas Islam Sultan Agung Semarang</td>
</tr>
<tr>
<td height="18" width="31">25</td>
<td width="152">CLEOPATRA</td>
<td width="320">Institut Teknologi Nasional Malang</td>
</tr>
<tr>
<td width="31">26</td>
<td width="152">BOXER</td>
<td width="320">Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya</td>
</tr>
<tr>
<td width="31">27</td>
<td width="152">The Akangs</td>
<td width="320">Institut Teknologi Bandung</td>
</tr>
<tr>
<td width="31">28</td>
<td width="152">TIM IDJO ATL</td>
<td width="320">Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya</td>
</tr>
<tr>
<td width="31">29</td>
<td width="152">Al Fattah</td>
<td width="320">Politeknik Negeri Banjarmasin</td>
</tr>
<tr>
<td width="31">30</td>
<td width="152">EMPU GANDRING</td>
<td width="320">Politeknik Negeri Malang</td>
</tr>
<tr>
<td width="31">31</td>
<td width="152">AZH-QYA</td>
<td width="320">Universitas Pendidikan Indonesia</td>
</tr>
<tr>
<td width="31">32</td>
<td width="152">L46E</td>
<td width="320">Universitas Bhayangkara Surabaya</td>
</tr>
<tr>
<td width="31">33</td>
<td width="152">THE CONDUCT</td>
<td width="320">Politeknik Negeri Padang</td>
</tr>
<tr>
<td width="31">34</td>
<td width="152">WARRIORS</td>
<td width="320">Universitas Bangka Belitung, Pangkalpinang</td>
</tr>
<tr>
<td width="31">35</td>
<td width="152">ROBCV12</td>
<td width="320">Universitas Teknologi Yogyakarta</td>
</tr>
<tr>
<td width="31">36</td>
<td width="152">UROTA-02</td>
<td width="320">Universitas Muhammadiyah Prof.DR. Hamka</td>
</tr>
<tr>
<td width="31">37</td>
<td width="152">AVEROS</td>
<td width="320">Universitas Jember</td>
</tr>
<tr>
<td width="31">38</td>
<td width="152">GRaFiKa</td>
<td width="320">Universitas Gadjah Mada</td>
</tr>
<tr>
<td width="31">39</td>
<td width="152">RAP_L2M ANBU</td>
<td width="320">STMIK Banjarbaru</td>
</tr>
<tr>
<td width="31">40</td>
<td width="152">PNK SMART FUTURE</td>
<td width="320">Politeknik Negeri Kupang</td>
</tr>
</table>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/awansx.wordpress.com/49/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/awansx.wordpress.com/49/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/awansx.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/awansx.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/awansx.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/awansx.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/awansx.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/awansx.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/awansx.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/awansx.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/awansx.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/awansx.wordpress.com/49/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=awansx.wordpress.com&blog=4451170&post=49&subd=awansx&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://awansx.wordpress.com/2007/04/22/tiket-menuju-surabaya-ada-digenggaman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b36ffe42a4e10241db2bfdb385591653?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">awansx</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>