Arsip untuk ‘Cabang Ilmu’ Kategori
Ditulis oleh Heri Setiawan di/pada Oktober 4, 2008
Sesungguhnya sebaik-baik umat manusia adalah umat Islam dan sebaik-baik generasi Umat Islam adalah generasi Rasulullah dan Shahabat.
Mereka sangat layak dan harus dijadikan teladan bagi kita generasi umat Islam paling bongkot (akhir zaman). Nah, dalah hal shalat berjama’ah, mereka mencontohkan posisi seperti ini:

Mari kita contoh mereka.
Bagi temen2 yang bermaksud mencetak gambar untuk ditempel di masjid masing-masing, silakan download dari sini (format pdf, gambar lebih besar)
Ditulis dalam Cabang Ilmu, Tarbiyah | Bertanda: berjama'ah, ilmu, imam, islam, ma'mum, shalat, sunnah, Tarbiyah | Leave a Comment »
Ditulis oleh Heri Setiawan di/pada Agustus 26, 2008
Ramadhan sudah begitu dekat… untuk menghadapi bulan Ramadhan, hal yang sangat penting untuk diperhatikan adalah masalah persiapan ilmu… tidak akan baik suatu ibadah yang tidak didasari atas ilmu dan tidak berguna suatu ilmu yang tidak diamalkan…
Langsung aja deh, download buku sifat puasa nabi dari sini
Ditulis dalam Cabang Ilmu, Tarbiyah | Bertanda: ebook, fikih puasa, fiqh puasa, puasa, puasa nabi, puasa ramadhan, sifat puasa nabi, sifat shaum nabi, tuntunan puasa | 2 Komentar »
Ditulis oleh Heri Setiawan di/pada Agustus 25, 2008
Memang untuk wilayah Indonesia, MUI perlu “pikir-pikir” dulu untuk mengeluarkan fatwa yang mengatakan bahwa merokok itu haram. MUI perlu memberikan solusi bagaimana pekerja pabrik rokok dan petani tembakau bisa bekerja di tempat lain untuk menggantikan pekerjaan lama mereka.
Berbeda halnya dengan fatwa bunga bank haram. Bank syariah sudah ada dimana-mana, BMT sudah ada dimana-mana, begitu pula dengan asuransi syariah. MUI lebih mudah mengeluarkan fatwa bunga bank haram karena memang solusinya sudah ada dan sudah bisa ditemukan di mana-mana. Mungkin di samping perlunya sebuah solusi, diperlukan juga ilmu dan kesadaran mengenai hukum rokok ini. Memang ada yang mengatakan makruh dan ada yang mengatakan haram tapi dari segi dalil, tentu pendapat terkuat adalah yang mengatakan bahwa merokok itu haram. Dalam hal ini saya cuma mencoba berpikir secara sederhana… “tanda baiknya seorang muslim itu meninggalkan apa yang tidak bermanfaat baginya”, hadits Arbain ke 12.
Merokok jelas merugikan kesehatan, boros dan menghambur-hamburkan uang… jadi buat apa itu dilakukan..?
Berikut beberapa fatwa ataupun hasil konsultasi yang mengatakan merokok itu haram (diambil dari www.halalguide.info): Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Cabang Ilmu, Catatan Kecil, Tarbiyah | Bertanda: fatwa, fatwa mui, fatwa rokok haram, mui, rokok haram | 2 Komentar »
Ditulis oleh Heri Setiawan di/pada Februari 1, 2008
Orang tua kita, ayah, ibu, paman, bibi, mungkin mertua merupakan obyek dakwah yang strategi. Kelompok inilah yang akan memberikan dukungan utuh bila aktivis muslim terhimpit cobaan dan ujian dakwah. Ini terjadi jika ortu sudah terkondisikan untuk dapat menerima dakwah. Sebaliknya, jika kelompok ini diabaikan maka boleh jadi akan menjadi bumerang bagi kita. Di sinilah perlunya kehati-hatian. Pendekatan yang salah dapat menimbulkan ekses yang tak sehat antara kita dengan orang tua. Bahkan tak jarang hubungan jadi terputus hanya karena kesalahan awal pada pendekatan.
Dua karakteristik mad’u
Secara global ada 2 macam tipe karakteristik mad’u..
- Pertama, ada orang yang sudah tertutup hatinya. Tipe ini benar-benar sulit untuk didakwahi sekalipun sudah disampaikan dengan berbagai caradan pendekatan terbaik. Namum menarik kesimpulan seperti ini tidak dibolehkan kecuali jika jika dakwah telah diperjuangkan, sebagaimana yang telah dilakukan Nabi Nuh As[QS. Nuh:5-20]. Bukan hanya sekali atau dua kali mencoba lalu gagal dan memvonis mad’u tidak layak didakwahi.
- Kedua, tipe yang terbuka hatinya. Kerja dakwah ibarat sales yang menjajakan barang dagangan. Ia harus disajikan dengan cara yang baik dan menarik, benar. Lewat kisah nabi Ibrahim as, Qur’an menyajikan uslub[cara] yang baik dan menarik.
8 Rambu dakwah Nabi Ibrahim As[ Maryam 41-50]
- Berlaku lemah lembut dan hindarkan kesan menggurui. Secara manusiawi, orang yang lebih tua tidak mau digurui oleh yang lebih muda. Bahkan cara ini harus dilakukan dimulai sampai pada tingkat pemanggilan yang sudah harus terkesan lembut. Allah swt berfirman : “Ingatlah ketika ia [Nabi Ibrahim] berkata kepada bapaknya : ‘wahai bapakku’” [Maryam 42]. Pada kata ya abati dalam bahasa arab digunakan lilmulathafah yaitu panggilan yang mengesankan rasa sayang dan manja. Insya Allah, jika hati orang tua masih terbuka, panggilan yang tampaknya sederhana ini akan tergugah jiwanya. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Cabang Ilmu, Tarbiyah | Bertanda: aktifis, dakwah, ibrahim, islam, lsk, syiar, tladan | Leave a Comment »
Ditulis oleh Heri Setiawan di/pada November 1, 2007
Ummu Ma’bad Al Khuza’iyah pernah berkata tentang diri Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalaam. Dia menggambarkan beberapa sifat beliau di hadapan suaminya, saat beliau lewat di kemahnya dalam perjalanan hijrah ke Madinah, “Dia sangat bersih, wajahnya berseri-seri, bagus perawakannya, tidak merasa berat karena gemuk, tidak bisa dicela karena kepalanya kecil, elok dan tampan, di matanya ada warna hitam, bulu matanya panjang, tidak mengobral bicara, lehernya panjang, matanya jelita, memakai celak mata, alisnya tipis, memanjang dan bersambung, rambutnya hitam, jika diam dia tampak berwibawa, jika berbicara dia tampak menarik, dia adalah orang paling elok dan menawan dilihat dari kejauhan, bagus dan manis setelah mendekat. Bicaranya manis, rinci, tidak terlalu sedikit dan tidak terlalu banyak, bicaranya seakan-akan merjan yang tertata rapi dan landai, perawakan sedang-sedang, mata yang memandang tidak lolos karena perawakannya yang pendek dan tidak sebal karena perawakannya yang tinggi. Seakan-akan satu dahan diantara dua dahan, dia adalah salah seorang dari tiga orang yang paling menarik perhatian, paling bagus tampilannya, mempunyai rekan-rekan yang menghormatinya, jika Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Cabang Ilmu, Catatan Kecil, Shiroh Nabi dan Shahabat, Tarbiyah | Bertanda: ahmad, al-qiyadah, Ali, aliran, Fisik, Keindahan, Muhammad, mushaddeg, Rasulullaah, sesat | 15 Komentar »
Ditulis oleh Heri Setiawan di/pada September 5, 2007
Download buku sifat puasa Rasulullah di bulan Ramadhan
Judul Buku: Sifat Shaum Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam Fii Ramadhan (terjemahan Indonesia)
Oleh: Syaikh Salim bin ‘Ied Al-Hilaaly dan Syaikh Ali Hasan Ali Abdul Hamid
Penerbit: Pustaka Al-Haura
Penerjemah: Abdurrahman Mubarak Ata
File Size: 350 Kb
File Type: Microsoft Word Document
Download disini:
Sifat Shaum Nabi Shallallahu updated.doc
Ibadah akan terasa nyaman, menyejukkan dan menyenangkan jika mengerti ilmunya…
Ditulis dalam Cabang Ilmu, Catatan Kecil, Tarbiyah | 7 Komentar »
Ditulis oleh Heri Setiawan di/pada Juli 8, 2007
Makan merupakan aktivitas yang “mungkin” paling sering kita lakukan selama kita hidup. Dari sarapan “besar” sampai pada makan ringan (baca: ngemil) termasuk bagian dari aktifitas “makan”. Berawal dari sinilah tulisan ini dibuat… Semoga bisa diaplikasikan pada aktivitas makan kita sehari-hari.
Berikut hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum, ketika dan sesudah makan…
1. Berkumpul Pada Makanan
Dari Wahsyi bin Harbin bahwasannya para sahabat Nabi berkata : “Wahai Rasulullaah kami makan tetapi tidak kenyang, Rasulullaah bertanya : “Barangkali kalian makan sendiri-sendiri ?” maka para sahabat menjawab : “Benar” Rasulullaah bersabda : “berkumpullah pada makanan kalian, berdzikirlah dengan menyebut nama Allah untuk makanan itu niscaya makanan kalian akan diberkahi untuk kalian.” (Abu Dawud, Ibnu Majah, Ibnu Hibban).
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Cabang Ilmu, Catatan Kecil, Tarbiyah | 5 Komentar »
Ditulis oleh Heri Setiawan di/pada Juli 3, 2007

“Wahai para pemuda, barangsiapa diantara kalian telah mampu menikah (ba’ah) maka menikahlah, karena menikah itu lebih menundukan pandangan dan lebih menjaga kemaluan,maka siapayang belum mampu baginya,maka berpuasalah. Karena sesungguhnya berpuasa itu baginya adalah perisai (wija’)”
Hmm…,
Kok sekarang banyak banget “akhwat-akhwat” modis yak…? Nggak di kampus, di jalan-jalan, di mall-mall atau dimana aja… selalu aja banyak perempuan yang berpakaian tapi telanjang, termasuk “akhwat” yang pake “aba’ah” (sejenis kerudung)… Arghh…. Pusing…!!!
Sebenernya sih pengin menghindar tapi… Jumlah mereka terlalu banyak!!! masa’ harus diem di dalam ruangan aja..?
Kenapa yak para perempuan itu tidak mengerti dan tidak mau mengerti..?. Mereka seperti itu karena sengaja atau emang tidak tahu kalo “their body” bisa menarik perhatian kaum adam..?
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Cabang Ilmu, Catatan Kecil | 43 Komentar »
Ditulis oleh Heri Setiawan di/pada Juni 14, 2007
Hmmm…,
Permasalahan klasik…
Hanya masalah panjang dan pendek dalam pengucapan, tetapi mempunyai arti yang berlawanan. Mungkin dari sinilah pentingnya membaca Qur’an dengan tartil, dengan makhraj huruf yang benar dan juga pentingnya ilmu tajwid.
Kembali ke masalah awal,
Antara “LA” dan “LAA”, apakah mempunyai arti yang sama..?
Saya coba menggunakan software kamus Arab-Inggris untuk membuktikannya, dan ini dia hasilnya:

LA = Sungguh, benar-benar
LAA = Bukan, tidak, jangan
Hmmm…, ternyata mempunyai arti yang berlawanan ya…?
Saya berikan contoh lain yak..,
Perhatikan kata ini:
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Cabang Ilmu, Catatan Kecil, Tarbiyah | 16 Komentar »
Ditulis oleh Heri Setiawan di/pada Mei 30, 2007
Alhamdulillah, akhirnya dibatalkan juga….
=========================================================
Sumber: Surat Kabar Harian Kedaulatan Rakyat
Wednesday, 30 May 2007, Yogyakarta
UNTUK JAGA STABILITAS KEAMANAN ; Jogja Festival 2007 Dibatalkan
YOGYA (KR) – Jogja Festival 2007 yang rencananya digelar di Stadion Mandala Krida Yogya mulai Rabu-Sabtu (30/5-2/6), akhirnya dibatalkan. Pembatalan itu, dengan pertimbangan untuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban. Panitia pun meminta maaf kepada berbagai pihak.
Dalam pernyataan yang disampaikan kepada KR, Selasa (29/5), bahwa penyelenggaraan Jogja Festival 2007 pelaksanaannya ditangguhkan. Sementara staf Bidang Humas Polda DIY Kompol Marsudi didampingi Kompol Sudaryono kepada wartawan, menjelaskan, surat pembatalan dari Mabes Polri diterima Selasa (29/5) siang dan langsung diteruskan kepada panitia. ”Mengingat perkembangan yang terjadi akhir-akhir ini, Mabes Polri berkeputusan membatalkan acara yang diisi pengobatan massal,” jelas Kompol Marsudi.
Terkait dengan Jogja Festival 2007, sejumlah elemen yang tergabung dalam Forum Persaudaraan Umat Beriman (FPUB) dan Komite Kemanusiaan Yogyakarta (KKY) menyampaikan jika sejak awal tidak pernah secara resmi dihubungi panitia. Kalau pun pernah diajak komunikasi, namun tidak pernah dijelaskan seperti apa bentuk acaranya. Bahkan pihak FPUB dan KKY mengira, acara itu sebagai ajang untuk mempromosikan Yogya.
”Kami mendukung pembatalan acara Jogja Festival 2007 itu, dan mengimbau seluruh pihak agar tidak terpengaruh Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Cabang Ilmu, Kristologi, Politik | 7 Komentar »