<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Sebuah Catatan Kecil &#187; Tarbiyah</title>
	<atom:link href="http://awansx.wordpress.com/category/tarbiyah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://awansx.wordpress.com</link>
	<description>We are agree that Knowledge is FREE...</description>
	<lastBuildDate>Mon, 15 Jun 2009 05:52:07 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='awansx.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/1019b681f70d04eecbf78f797b2d85a9?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Sebuah Catatan Kecil &#187; Tarbiyah</title>
		<link>http://awansx.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Nafsu Ingin Menjadi Pemimpin</title>
		<link>http://awansx.wordpress.com/2009/04/07/nafsu-ingin-menjadi-pemimpin/</link>
		<comments>http://awansx.wordpress.com/2009/04/07/nafsu-ingin-menjadi-pemimpin/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Apr 2009 01:08:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Heri Setiawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Tarbiyah]]></category>
		<category><![CDATA[amir]]></category>
		<category><![CDATA[pemilu]]></category>
		<category><![CDATA[pemimpin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://awansx.wordpress.com/?p=386</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Ust. Daud Rasyid
Perbedaan zaman Salafus-sholeh yang paling kentara dengan zaman sekarang, salah satunya dalam ambisi kepemimpinan. Dulu, khususnya zaman sahabat, mereka saling bertolak-tolakan untuk menjadi pemimpin.
Abu Bakar Shiddiq diriwayatkan, sebelum diminta menjadi Khalifah menggantikan Rasulullah mengusulkan agar Umar yang menjadi Khalifah. Alasan beliau karena Umar adalah seorang yang kuat.
Tetapi Umar menolak, dengan mengatakan, kekuatanku [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=awansx.wordpress.com&blog=4451170&post=386&subd=awansx&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>Oleh: Ust. Daud Rasyid</strong></p>
<p>Perbedaan zaman Salafus-sholeh yang paling kentara dengan zaman sekarang, salah satunya dalam ambisi kepemimpinan. Dulu, khususnya zaman sahabat, mereka saling bertolak-tolakan untuk menjadi pemimpin.</p>
<p>Abu Bakar Shiddiq diriwayatkan, sebelum diminta menjadi Khalifah menggantikan Rasulullah mengusulkan agar Umar yang menjadi Khalifah. Alasan beliau karena Umar adalah seorang yang kuat.</p>
<p>Tetapi Umar menolak, dengan mengatakan, kekuatanku akan berfungsi dengan keutamaan yang ada padamu. Lalu Umar membai’ah Abu Bakar dan diikuti oleh sahabat-sahabat lain dari Muhajirin dan Anshor.</p>
<p><span id="more-386"></span>Dari dialog ini dapat kita pahami bahwa generasi awal Islam, yang terbaik itu, memandang jabatan seperti momok yang menakutkan. Mereka berusaha untuk menghindarinya selama masih mungkin. Tapi di zaman ini, keadaannya sudah berubah jauh.</p>
<p>Orang saling berlomba untuk menjadi pemimpin. Jabatan sudah menjadi tujuan hidup orang banyak. Semua tokoh yang sedang bertarung mengatakan, jika diminta oleh rakyat, saya siap maju. Inilah basa basi mereka. Entah rakyat mana yang meminta dia maju jadi pemimpin. Sebuah kedustaan yang dipakai untuk menutupi ambisi menjadi pemimpin.</p>
<p>Keberatan para Sahabat dulu untuk menjadi pemimpin, dikarenakan mereka mengetahui konsekuensi dan resiko menjadi pemimpin. Mereka mendengar hadits-hadits Nabi Saw tentang tanggung jawab pemimpin di dunia dan di akhirat. &#8220;Setiap kamu adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggung jawabannya. Imam (kepala negara) adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggung jawabannya atas kepemimpinannya&#8230;&#8221;.</p>
<p>Dalam hadits yang lain Nabi Muhammad Saw memprediksi hiruk pikuk di akhir zaman soal kekuasaan dan menjelaskan hakikat dari kekuasaan itu. Beliau bersabda seperti dilaporkan oleh Abu Hurairah :</p>
<p>“Kalian akan berebut untuk mendapatkan kekuasaan. Padahal kekuasaan itu adalah penyesalan di hari Kiamat, nikmat di awal dan pahit di ujung. (Riwayat Imam Bukhori).</p>
<p>Juga Rasulullah Saw memperingatkan mereka yang sedang berkuasa yang lari dari tugas dan tanggung jawabnya sebagai pelayan rakyat dan tidak bekerja untuk kepentingan rakyatnya, dengan sabda beliau : “Siapa yang diberikan Allah kekuasaan mengurus urusan kaum Muslimin, kemudian ia tidak melayani mereka dan keperluan mereka, maka Allah tidak akan memenuhi kebutuhannya.” (Riwayat Abu Daud).</p>
<p>Dan dalam riwayat at-Tirmizi disebutkan : “Tidak ada seorang pemimpin yang menutup pintunya dari orang-orang yang memerlukannya dan orang fakir miskin, melainkan Allah juga akan menutup pintu langit dari kebutuhannya dan kemiskinannya.”</p>
<p>Hadits-hadits yang ada lebih banyak menggambarkan pahitnya menjadi pemimpin ketimbang manisnya. Sedang mereka adalah generasi yang lebih mengutamakan kesenangan ukhrowi daripada kenikmatan duniawi. Itulah yang dapat ditangkap dari keberatan mereka.</p>
<p>Sementara orang yang hidup di zaman ini berfikir terbalik. Yang mereka kejar adalah kesenangan duniawi yang didapat melalui jabatan dan kekuasaan. Mereka lupa dengan pertanggung jawaban di hari Kiamat itu. Mereka tidak segan-segan bermanuver dan merekayasa untuk mendapatkan jabatan dan kekuasaan itu.</p>
<p>Kadangkala cara yang dipakai sudah hampir sama dengan cara kaum kuffar atau kaum sekuler, menghancurkan nilai-nilai akhlak Islam yang sangat fundamental; mencari dan mengumpulkan kelemahan lawan politik dan pada waktunya aib-aib itu dibeberkan untuk mengganjal jalan kompetitornya.</p>
<p>Ada pula yang mengumpulkan dana dengan cara-cara yang tak pantas dan tak bermoral. Mendukung calon kepala daerah dalam pilkada dari partai mana saja, asal dengan imbalan materi dengan menyerahkan uang yang besar. Terserah orang itu menang atau kalah nanti, tak begitu penting, yang penting uangnya sudah didapat.</p>
<p>Para pemburu kekuasaan itu beralasan, jika kepemimpinan itu tidak direbut, maka ia akan dipegang oleh orang-orang Fasik dan tangan tak Amanah, yang akan menyebarkan kemungkaran dan maksiat. Tapi jika ia dipegang oleh orang soleh dan beriman, akan dapat mewujudkan kemaslahatan bagi masyarakat luas. Alasan ini memang indah kedengaran.</p>
<p>Namun kenyataannya, semua yang berebut jabatan mengklaim bahwa ia lebih baik dari yang sedang memimpin. Dan tidak ada yang dapat memberi jaminan bahwa jika ia memimpin, keadaan akan menjadi lebih baik.</p>
<p>Bahkan rata-rata orang pandai berteriak sebelum menjadi pemimpin, tetapi setelah masuk ke dalam sistem, mereka tak bisa berbuat banyak. Akhirnya mengikuti gaya orang sekuler. Yang mencoba bertahan dengan idealisme, mendapat serangan dan kecaman dari berbagai pihak, lalu akhirnya menyerah kepada keadaan.</p>
<p>Berapa banyak mantan aktifis mahasiswa yang sebelumnya kritis dan berdemo menentang rezim masa lalu, tetapi sesudah masuk ke dalam sistem, tidak bisa merubah apa-apa, bahkan menggunakan cara-cara yang dipakai oleh rezim sebelumnya, memanfaatkan jabatan untuk menimbun uang dan kekayaan.</p>
<p>Kemudian merekapun menyiapkan alasan-alasan pembelaan; antara lain, merubah sesuatu tak bisa sekejap mata, tetapi harus bertahap, menilai sesuatu tak boleh hitam-putih, apa yang ada sekarang sudah lebih baik dari masa sebelumnya.</p>
<p>Keadaan seperti ini semakin memperkuat keyakinan sebagian orang, bahwa memperbaiki sistem tidak harus masuk terjun ke dalam sistem itu. Bahkan tak mungkin melakukan perubahan selama kita ada di dalam. Sebuah logika terbalik dari slogan yang digembar gemborkan pihak lain, yang kalau mau merubah sistem, harus terjun ke dalam sistem itu. Ternyata kebanyakan yang pernah terjun ke dalam sistem, tidak mampu merubah kerusakan yang ada. Bukan sekedar tak mampu membersihkan, justru ikut terkena kotoran.</p>
<p>Memang ada sebagian yang masuk ke dalam sistem dengan cara yang sah, lalu berjuang di dalamnya dengan penuh resiko, mencoba melakukan perubahan dan bertahan dengan prinsip-prinsip yang dipegangnya. Mereka ini biasanya kalau tak tersingkir, dimusuhi atau makan hati.</p>
<p>Gerakan Islam sebenarnya lebih besar dari sekadar Partai Politik yang dibatasi oleh aturan-aturan formal, aturan main, dan bahkan ideologi kebangsaan. Gerakan Islam berjuang untuk jangka waktu yang tak terbatas, hingga Islam itu tegak berdiri dengan kokoh. Lingkup kerjanya juga tidak hanya menyangkut soal-soal politik.</p>
<p>Ketika gerakan Islam menjadi partai politik, sebenarnya ia sedang dipasung dan dihadapkan pada agenda kacangan yang didiktekan kepadanya yang bukan menjadi agenda utamanya. Bahkan kesibukannya mengurusi soal-soal politik hanyalah pembelokan dari target utama dan juga pemborosan energi yang tak setimpal dengan hasil yang dicapainya. Ibarat membayar dengan harga emas untuk membeli besi.</p>
<p>Betapa sayangnya seorang yang sudah tiga puluh tahun malang melintang dalam gerakan Islam, ujung-ujungnya hanya menjadi tukang lobi kesana-kemari untuk memperjuangkan kursi alias kekuasaan. Sungguh menyedihkan. Yang diperjuangkan oleh gerakan Islam adalah sebuah agenda besar yang mendunia (Ustaziyyatul ‘Alam), bukan agenda lokal dan sektor sempit dan terbatas.</p>
<p>Lalu di sini mungkin pertanyaan akan muncul, apakah urusan lokal yang berujung pada kemaslahtan ummat Islam itu diabaikan? Jawabannya jelas tidak. Akan tetapi biarlah masalah-masalah lokal dan sektoral itu diurusi oleh anak-anak ummat yang mempunyai kualitas lokal.</p>
<p>Adapun gerakan Islam yang sudah mendunia haruslah bekerja sesuai dengan kapasitasnya. Tak pantas pemuda-pemuda gerakan diminta mengurus pilkada, pemilu, menempel-nempel poster, apalagi bertarung dengan orang-orang yang tak sekapasitas dengannya.</p>
<p>Gerakan Islam sekali lagi harusnya mengurusi hal-hal yang lebih besar, lebih strategis, yakni pembinaan ummat, membangun generasi intelek dan beriman, mengarahkan pemikiran ummat kepada cara berpikir yang Islami setelah mengalami degradasi. Anak-anak gerakan yang tak naik kelas bolehlah dipersilahkan terjun ke dunia politik praktis. Karena sampai di situlah mungkin batas kemampuannya.</p>
<p>Ada hikmahnya kenapa Allah swt tidak mengizinkan gerakan Islam di negeri induknya berkecimpung dalam politik praktis secara besar-besaran. Karena hal itu akan membuat mereka lalai dari perjuangan utama. Target utamanya bukan untuk mendapat kursi Perdana Menteri, atau bahkan Presiden sekalipun, tetapi untuk menjadi qiyadah fikriyah bagi pergerakan Islam sedunia.</p>
<p>Andaikan peluang lokal itu terbuka, niscaya mereka akan sibuk dengan masalah-masalah parsial di lapangan sementara tugas mereka jauh lebih kompleks dari membenahi sebuah negara yang masyarakatnya sudah rusak secara ideologis, moral dan perasaan.</p>
<p>Tugas Gerakan Islam lebih besar dari membersihkan korupsi, ketimpangan ekonomi, ketidak merataan pembangunan. Tugas mereka adalah mengembalikan penyembahan kepada Allah setelah mengalami degradasi dengan menuhankan manusia dan Tuhan-tuhan lainnya. (Ikhrojun Naas min Ibadatil Ibad ilaa Ibadatil Robbil Ibaad).</p>
Posted in Politik, Tarbiyah Tagged: amir, pemilu, pemimpin, Politik <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/awansx.wordpress.com/386/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/awansx.wordpress.com/386/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/awansx.wordpress.com/386/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/awansx.wordpress.com/386/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/awansx.wordpress.com/386/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/awansx.wordpress.com/386/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/awansx.wordpress.com/386/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/awansx.wordpress.com/386/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/awansx.wordpress.com/386/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/awansx.wordpress.com/386/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=awansx.wordpress.com&blog=4451170&post=386&subd=awansx&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://awansx.wordpress.com/2009/04/07/nafsu-ingin-menjadi-pemimpin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b36ffe42a4e10241db2bfdb385591653?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">awansx</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ketika Masalah Menghampiri&#8230;.</title>
		<link>http://awansx.wordpress.com/2008/12/13/ketika-masalah-menghampiri/</link>
		<comments>http://awansx.wordpress.com/2008/12/13/ketika-masalah-menghampiri/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Dec 2008 02:01:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Heri Setiawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Kecil]]></category>
		<category><![CDATA[Perjalanan Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Tarbiyah]]></category>
		<category><![CDATA[kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[masalah]]></category>
		<category><![CDATA[musibah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://awansx.wordpress.com/?p=328</guid>
		<description><![CDATA[
Permasalahan dan musibah dalam kehidupan itu akan selalu ada&#8230;tanpa kita duga&#8230;tanpa kita sangka-sangka&#8230;tetapi memang mereka selalu muncul dan akan selalu muncul selama roh masih menyatu dengan badan&#8230;selama nafas masih terhembus&#8230; selama jantung masih berdetak&#8230; selama darah masih mengalir dalam urat nadi manusia.
Bagi sebagian orang, permasalahan yang terasa berat akan membawanya kepada hal yang negatif sebagai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=awansx.wordpress.com&blog=4451170&post=328&subd=awansx&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;"><a title="masalah" href="http://images.myfilehost.us/viewer.php?id=opt1229133232l.jpg" target="_blank"><img class="aligncenter" src="http://images.myfilehost.us/images/opt1229133232l.jpg" border="0" alt="merenungi masalah" /></a></p>
<p>Permasalahan dan musibah dalam kehidupan itu akan selalu ada&#8230;tanpa kita duga&#8230;tanpa kita sangka-sangka&#8230;tetapi memang mereka selalu muncul dan akan selalu muncul selama roh masih menyatu dengan badan&#8230;selama nafas masih terhembus&#8230; selama jantung masih berdetak&#8230; selama darah masih mengalir dalam urat nadi manusia.</p>
<p>Bagi sebagian orang, permasalahan yang terasa berat akan membawanya kepada hal yang negatif sebagai bentuk pelampiasannya terhadap masalah yang dia hadapi. Imannya jatuh, kesabarannya jatuh dan gairah hidupnya pun jatuh&#8230; dia hanya bisa melakukan pelampiasan-pelampiasan yang tiada berguna. Dia lupa akan impian-impiannya, dia lupa akan orang-orang disekitarnya dan lebih buruk lagi&#8230; dia lupa akan Tuhannya dengan segala kasih sayangNya&#8230; Dia semakin larut dalam permasalahannya, mencoba lari dari masalahnya dan merasa seolah-olah kehidupan ini tiada berarti&#8230;</p>
<p><span id="more-328"></span>Bagi sebagian yang lain, permasalahan ataupun musibah ataupun harapan yang terputus membuatnya semakin kuat dalam menjalani lika-liku kehidupan. Dia merasa segala sesuatu yang ada di dunia ini adalah milik Tuhannya, dia akan menerima apa-apa yang diberikan Tuhannya&#8230; menerima dan mensyukuri apa yang didapatkannya dan selalu berusaha memberikan yang terbaik, baik untuk dirinya sendiri maupun untuk orang lain. Ketika permasalahan melanda kehidupannya, yang pertama kali dia lakukan adalah bersabar terhadap masalah atau musibah yang tengah dihadapinya&#8230; karena <em>&#8220;sabar itu pada awal kejadian&#8221;</em> (Sahih Muslim : 1534), <em>“Sesungguhnya yang dinamakan sabar itu adalah ketika (bersabar) pada pukulan (benturan) pertama”</em> (Hadits Shahih Riwayat Bukhari, 3/110-116 Dalam Bab Ziarah Kubur).. <a title="berdo'a" href="http://images.myfilehost.us/viewer.php?id=arx1229133353c.jpg" target="_blank"><img src="http://images.myfilehost.us/images/arx1229133353c.jpg" border="0" alt="berdo'a" width="195" height="196" align="right" /></a>Permasalahan dan musibah semakin mendekatkan dirinya dengan Tuhannya, semakin kuat keimanannya kepada Tuhannya. Dia yakin bahwa dibalik masalah ada kelapangan.., dibalik musibah ada hikmah.. sehingga segala permasalahan kehidupan akan dia jalani dengan pikiran jernih dengan selalu berdo&#8217;a, berusaha dan bertawakal kepada Tuhannya. Dia tidak menampakkan kesedihannya pada orang disekitarnya karena dia tahu hal itu akan membawa orang lain ikut dalam kesedihannya&#8230;tetap tersenyum dihadapan orang lain seolah-olah tidak terjadi sesuatupun pada dirinya&#8230; Hal ini membuat dirinya semakin dewasa dan selalu mempersiapkan diri terhadap segala kemungkinan yang muncul dalam kehidupannya.</p>
<p>Lalu mana yang akan kita pilih ketika masalah dan musibah itu menghampiri..?<br />
<em>Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan    mengatakan : &#8220;Kami telah beriman&#8221;, sedang mereka tidak diuji lagi? </em>(Al-Ankabuut:2)</p>
<p><em>Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan . Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan. </em>(Al-Anbiyaa&#8217; 35)</p>
<p style="text-align:left;">Bersabarlah, walaupun sabar itu tidak semudah apa yang dikatakan&#8230;<br />
<a title="jangan pernah menyerah" href="http://images.myfilehost.us/viewer.php?id=viu1229133540i.jpeg" target="_blank"><img class="aligncenter" src="http://images.myfilehost.us/images/viu1229133540i.jpeg" border="0" alt="jangan pernah menyerah" /></a></p>
Posted in Catatan Kecil, Perjalanan Hidup, Tarbiyah Tagged: kehidupan, masalah, musibah, Tarbiyah <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/awansx.wordpress.com/328/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/awansx.wordpress.com/328/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/awansx.wordpress.com/328/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/awansx.wordpress.com/328/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/awansx.wordpress.com/328/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/awansx.wordpress.com/328/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/awansx.wordpress.com/328/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/awansx.wordpress.com/328/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/awansx.wordpress.com/328/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/awansx.wordpress.com/328/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=awansx.wordpress.com&blog=4451170&post=328&subd=awansx&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://awansx.wordpress.com/2008/12/13/ketika-masalah-menghampiri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b36ffe42a4e10241db2bfdb385591653?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">awansx</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://images.myfilehost.us/images/opt1229133232l.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">merenungi masalah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://images.myfilehost.us/images/arx1229133353c.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">berdo'a</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://images.myfilehost.us/images/viu1229133540i.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">jangan pernah menyerah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ciri-Ciri Fanatisme Kelompok&#8230;</title>
		<link>http://awansx.wordpress.com/2008/10/04/ciri-ciri-fanatisme-kelompok/</link>
		<comments>http://awansx.wordpress.com/2008/10/04/ciri-ciri-fanatisme-kelompok/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Oct 2008 03:53:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Heri Setiawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Kecil]]></category>
		<category><![CDATA[Tarbiyah]]></category>
		<category><![CDATA[aktifis]]></category>
		<category><![CDATA[dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[fanatik]]></category>
		<category><![CDATA[fanatisme]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[kelompok]]></category>
		<category><![CDATA[ormas islam]]></category>
		<category><![CDATA[partai islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://awansx.wordpress.com/?p=274</guid>
		<description><![CDATA[Selama 10 hari iktikaf di Masjid Jogokariyan (masjid teladan di Yogyakarta&#8230; bahkan paling baik dan makmur di Yogyakarta menurut saya&#8230;), banyak sekali pengetahuan yang bisa saya dapatkan&#8230; luar biasa&#8230;, bagaimana para Ustadz memberi motivasi kepada kami sampai motivasi itu berhasil &#8220;singgah&#8221; di benak dan hati kami&#8230;
Baik, diantara Ustadz yang mengisi kajian tematik untuk kami adalah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=awansx.wordpress.com&blog=4451170&post=274&subd=awansx&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Selama 10 hari iktikaf di Masjid Jogokariyan (masjid teladan di Yogyakarta&#8230; bahkan paling baik dan makmur di Yogyakarta menurut saya&#8230;), banyak sekali pengetahuan yang bisa saya dapatkan&#8230; luar biasa&#8230;, bagaimana para Ustadz memberi motivasi kepada kami sampai motivasi itu berhasil &#8220;singgah&#8221; di benak dan hati kami&#8230;<br />
Baik, diantara Ustadz yang mengisi kajian tematik untuk kami adalah Ust Fauzil Adhim dengan tema &#8220;Spirit of Dakwah&#8221;. Yang dibahas lebih cenderung kepada niat dan tujuan dakwah itu sendiri dimana seharusnya dakwah itu didasarkan oleh kepentingan Islam, bukan kepentingan kelompok.</p>
<p>Sebenarnya sudah lama saya ingin mengulas hal ini karena ada beberapa teman disekitar saya yang terlihat terjebak dalam fanatisme kepada suatu kelompok, organisasi maupun partai. Hanya saja saya takut kalau dengan keterbatasan ilmu saya membuat orang lain yang sangat bersemangan dalam dakwah menjadi &#8220;down&#8221; atau malah semakin tenggelam dalam kefanatikannya&#8230;<br />
Kebetulan sekali ada kajian yang paling dahsyat (menurut saya) selama iktikaf&#8230; dan ini disampaikan oleh Ustadz yang sangat kompeten sehingga sayapun dibuat terpukau olehnya&#8230;<br />
<span id="more-274"></span><br />
Fanatisme kelompok mengantarkan seseorang pada kemusyikan sebagaimana dijelaskan dalam Qur&#8217;an Surat Ar-Ruum:</p>
<blockquote><p>30. Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah;  fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui,<br />
31. dengan kembali bertaubat kepada-Nya dan bertakwalah kepada-Nya serta dirikanlah shalat dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah,<br />
32. yaitu orang-orang yang memecah-belah agama mereka  dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka.</p></blockquote>
<p>Sangat disayangkan orang yang ahli ibadah, ibadah malam tidak terlewatkan, tilawah Qur&#8217;an setiap hari tapi ternyata termasuk golongan musyrikin&#8230;</p>
<p>Menurut Ust Fauzil Adhim, ada 5 ciri seseorang yang terjebak dalam Fanatisme Kelompok yang bisa membuatnya jatuh dalam perbuatan Syirik:<br />
1. Cinta dan benci karena kelompok<br />
2. Enggan menerima kebenaran jika tidak dari kelompoknya walaupun sudah diberikan dalil yang jelas<br />
3. Membela teman satu kelompok walaupun salah<br />
4. Tidak bisa melihat kesalahan pada kelompoknya<br />
5. Tidak bisa menerima kritik terhadap kelompok<br />
dan satu lagi ciri tambahan yaitu mensakralkan simbol kelompok.</p>
<p>Fanatisme menuju kepada kesyirikan dan pada akhirnya pertolongan Allah itu tidak akan datang.<br />
Jadi bagi temen2 yang aktif di kelompok baik itu di ormas Islam, LDK ataupun di Partai Islam&#8230; harap perhatikan masalah ini, jangan sampai kalian terjebak didalamnya&#8230;<br />
Jadilah sebuah pasukan perang yang didalamnya terdapat kelompok pasukan berkuda, pasukan tombak, pasukan pedang dan pasukan pemanah&#8230; semuanya bersatu membentuk pasukan yang sangat kuat dan tidak terkalahkan.</p>
<p>Yang berjuang melalui politik, yang berjuang melalui kemurnian akidah, yang berjuang dengan mengoptimalkan organisasi sosial kemasyarakatan&#8230; seharusnya semuanya bisa menjadi suatu kekuatan yang sangat besar jika dan hanya jika disandarkan kepada ALLAH&#8230; sesungguhnya pertolongan Allah itu sangat dekat&#8230;.</p>
Posted in Catatan Kecil, Tarbiyah Tagged: aktifis, dakwah, fanatik, fanatisme, islam, kelompok, ormas islam, partai islam <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/awansx.wordpress.com/274/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/awansx.wordpress.com/274/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/awansx.wordpress.com/274/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/awansx.wordpress.com/274/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/awansx.wordpress.com/274/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/awansx.wordpress.com/274/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/awansx.wordpress.com/274/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/awansx.wordpress.com/274/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/awansx.wordpress.com/274/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/awansx.wordpress.com/274/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=awansx.wordpress.com&blog=4451170&post=274&subd=awansx&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://awansx.wordpress.com/2008/10/04/ciri-ciri-fanatisme-kelompok/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b36ffe42a4e10241db2bfdb385591653?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">awansx</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Posisi Imam dan Ma&#8217;mum dalam Sholat Berjama&#8217;ah</title>
		<link>http://awansx.wordpress.com/2008/10/04/posisi-imam-dan-mamum-dalam-sholat-berjamaah/</link>
		<comments>http://awansx.wordpress.com/2008/10/04/posisi-imam-dan-mamum-dalam-sholat-berjamaah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Oct 2008 03:48:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Heri Setiawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cabang Ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[Tarbiyah]]></category>
		<category><![CDATA[berjama'ah]]></category>
		<category><![CDATA[ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[imam]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[ma'mum]]></category>
		<category><![CDATA[shalat]]></category>
		<category><![CDATA[sunnah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://awansx.wordpress.com/?p=271</guid>
		<description><![CDATA[Sesungguhnya sebaik-baik umat manusia adalah umat Islam dan sebaik-baik generasi Umat Islam adalah generasi Rasulullah dan Shahabat.
Mereka sangat layak dan harus dijadikan teladan bagi kita generasi umat Islam paling bongkot (akhir zaman). Nah, dalah hal shalat berjama&#8217;ah, mereka mencontohkan posisi seperti ini:

Mari kita contoh mereka.
Bagi temen2 yang bermaksud mencetak gambar untuk ditempel di masjid masing-masing, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=awansx.wordpress.com&blog=4451170&post=271&subd=awansx&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Sesungguhnya sebaik-baik umat manusia adalah umat Islam dan sebaik-baik generasi Umat Islam adalah generasi Rasulullah dan Shahabat.<br />
Mereka sangat layak dan harus dijadikan teladan bagi kita generasi umat Islam paling bongkot (akhir zaman). Nah, dalah hal shalat berjama&#8217;ah, mereka mencontohkan posisi seperti ini:<br />
<a title="Easy Image Hosting" href="http://images.myfilehost.us/viewer.php?id=rgh1223091935z.jpg" target="_blank"><img src="http://images.myfilehost.us/images/rgh1223091935z.jpg" border="0" alt="Free Image Hosting" width="516" height="321" /></a></p>
<p>Mari kita contoh mereka.<br />
Bagi temen2 yang bermaksud mencetak gambar untuk ditempel di masjid masing-masing, silakan <a title="posisi shalat berjama'ah" href="http://myfilehost.us/index.php?p=download&amp;hash=b7jKm7wzhEhy" target="_blank">download dari sini</a> (format pdf, gambar lebih besar)</p>
Posted in Cabang Ilmu, Tarbiyah Tagged: berjama'ah, ilmu, imam, islam, ma'mum, shalat, sunnah, Tarbiyah <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/awansx.wordpress.com/271/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/awansx.wordpress.com/271/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/awansx.wordpress.com/271/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/awansx.wordpress.com/271/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/awansx.wordpress.com/271/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/awansx.wordpress.com/271/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/awansx.wordpress.com/271/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/awansx.wordpress.com/271/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/awansx.wordpress.com/271/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/awansx.wordpress.com/271/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=awansx.wordpress.com&blog=4451170&post=271&subd=awansx&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://awansx.wordpress.com/2008/10/04/posisi-imam-dan-mamum-dalam-sholat-berjamaah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b36ffe42a4e10241db2bfdb385591653?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">awansx</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://images.myfilehost.us/images/rgh1223091935z.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Free Image Hosting</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dunia itu Bukan Tempat Santai-Santai</title>
		<link>http://awansx.wordpress.com/2008/09/15/dunia-itu-bukan-tempat-santai-santai/</link>
		<comments>http://awansx.wordpress.com/2008/09/15/dunia-itu-bukan-tempat-santai-santai/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Sep 2008 08:01:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Heri Setiawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Kecil]]></category>
		<category><![CDATA[Tarbiyah]]></category>
		<category><![CDATA[dunia]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[neraka]]></category>
		<category><![CDATA[santai]]></category>
		<category><![CDATA[surga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://awansx.wordpress.com/?p=267</guid>
		<description><![CDATA[Seperti kata orang jawa&#8230; Urip iku gur mampir ngombe.. (baca: hidup ini hanya untuk mampir minum)&#8230; Yang jelas ada tujuan sebenarnya yang menjadi alasan &#8220;kenapa kita hidup di dunia..?&#8221;&#8230;. Kehidupan di dunia ini hanya sebentar, saya masih ingat betul waktu saya masih TK&#8230;. masih suka main layang-layang, main kelereng (gini2 menangan kalo main kelerang), main [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=awansx.wordpress.com&blog=4451170&post=267&subd=awansx&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Seperti kata orang jawa&#8230; Urip iku gur mampir ngombe.. (baca: hidup ini hanya untuk mampir minum)&#8230; Yang jelas ada tujuan sebenarnya yang menjadi alasan &#8220;kenapa kita hidup di dunia..?&#8221;&#8230;. Kehidupan di dunia ini hanya sebentar, saya masih ingat betul waktu saya masih TK&#8230;. masih suka main layang-layang, main kelereng (gini2 menangan kalo main kelerang), main karet, mancing, main ketapel dan macem2 permainan lainnya&#8230; sampai sekarang udah gak menyangka udah lulus kuliah, siap bekerja dan <span style="text-decoration:line-through;">nikah</span>.. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  . Alhamdulillah Allah masih menghidupkan saya sampai sekarang&#8230;.</p>
<p>Dunia ini hanya kenikmatan yang memperdayakan, dan memang memperdayakan manusia sehingga banyak yang bergelimpangan didalamnya&#8230; padahal&#8230;, senikmat-nikmat kenikmatan di dunia ini ibarat &#8220;setetes air di lautan&#8221; jika dibandingkan dengan kenikmatan dunia.</p>
<p>Dunia bukan tempat santai-santai&#8230; Dunia itu tempat manusia mencari bekal untuk perjalanan yang sangat panjang&#8230; Masih ada alam kubur&#8230; masih ada pula padang Mahsyar maupun Sirathal Mustaqim yang akhirnya sampai ke final destination&#8230; SURGA ato NERAKA&#8230; Tempat untuk bersantai-santai itu bernama SURGA sedang tempat pembalasan yang sangat menyakitkan itu bernama NERAKA&#8230;.</p>
<p>Jadi, mana yang akan teman-teman pilih..? <em>Bersakit-sakit dahulu baru bersenang-senang kemudian</em> ataukah <em>bersenang-senang dahulu bersakit-sakit kemudian</em> atau <em>bersenang-senang dahulu bersenang-senang kemudian</em>&#8230;? hehe&#8230;  Itu semua terserah yang menjalankan, yang jelas seorang yang cerdas tidak akan mengorbankan kenikmatan yang sangat besar daripada kenikmatan yang semu&#8230;</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/awansx.wordpress.com/267/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/awansx.wordpress.com/267/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/awansx.wordpress.com/267/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/awansx.wordpress.com/267/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/awansx.wordpress.com/267/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/awansx.wordpress.com/267/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/awansx.wordpress.com/267/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/awansx.wordpress.com/267/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/awansx.wordpress.com/267/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/awansx.wordpress.com/267/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/awansx.wordpress.com/267/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/awansx.wordpress.com/267/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=awansx.wordpress.com&blog=4451170&post=267&subd=awansx&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://awansx.wordpress.com/2008/09/15/dunia-itu-bukan-tempat-santai-santai/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b36ffe42a4e10241db2bfdb385591653?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">awansx</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>&#8220;Tradisi&#8221; Meminta Maaf Sebelum Ramadhan&#8230; Adakah Tuntunannya..?</title>
		<link>http://awansx.wordpress.com/2008/08/31/tradisi-meminta-maaf-sebelum-ramadhan-adakah-tuntunannya/</link>
		<comments>http://awansx.wordpress.com/2008/08/31/tradisi-meminta-maaf-sebelum-ramadhan-adakah-tuntunannya/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 31 Aug 2008 10:42:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Heri Setiawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Kecil]]></category>
		<category><![CDATA[Tarbiyah]]></category>
		<category><![CDATA[hadits dhaif]]></category>
		<category><![CDATA[hadits minta maaf]]></category>
		<category><![CDATA[hadits palsu]]></category>
		<category><![CDATA[minta maaf]]></category>
		<category><![CDATA[puasa]]></category>
		<category><![CDATA[ramadhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://awansx.wordpress.com/?p=232</guid>
		<description><![CDATA[Sudah beberapa sms berisi permintaan maaf sebelum berpuasa di bulan Ramadhan saya terima dari handphone saya yang masih &#8220;ecek-ecek&#8221;&#8230; Mulai yang biasa, agak serius sampai dengan yang nyrempet2 kampanye&#8230;    Saya cuma bisa cengar-cengir baca sms tu. Hal yang sama juga terjadi via Yahoo Messanger&#8230; banyak yang broadcast minta maaf&#8230;
Ramadhan tahun lalu&#8230; hal [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=awansx.wordpress.com&blog=4451170&post=232&subd=awansx&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Sudah beberapa sms berisi permintaan maaf sebelum berpuasa di bulan Ramadhan saya terima dari handphone saya yang masih &#8220;ecek-ecek&#8221;&#8230; Mulai yang biasa, agak serius sampai dengan yang nyrempet2 kampanye&#8230;  <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Saya cuma bisa cengar-cengir baca sms tu. Hal yang sama juga terjadi via Yahoo Messanger&#8230; banyak yang broadcast minta maaf&#8230;</p>
<p>Ramadhan tahun lalu&#8230; hal yang sama juga saya lakukan&#8230; puluhan sms permintaan maaf saya kirimkan&#8230; Broadcast ke id YY yang ada di kontak list YM saya&#8230; isinya juga permintaan maaf sebelum menjalankan puasa Ramadhan. CUkup banyak juga yang membalas dengan kata2 yang hampir sama, tetapi ada satu orang yang membalas dengan&#8230;yah&#8230; agak keras&#8230;mengatakan kalau itu tidak ada tuntunannya&#8230;</p>
<p>Setelah itu saya mencoba mencari&#8230; hadits yang berhubungan dengan permintaan maaf sebelum bulan Ramadhan itu&#8230; dan memang banyak yang menjelaskan kalau hadits itu tidak ada.</p>
<p>Hadits yang dimaksud adalah yang ini:<br />
<span id="more-232"></span></p>
<blockquote><p>“Ketika Rasullullah sedang berkhutbah pada Shalat Jum’at (dalam bulan Sya’ban), beliau mengatakan Amin sampai tiga kali, dan para sahabat begitu mendengar Rasullullah mengatakan Amin, terkejut dan spontan mereka ikut mengatakan Amin. Tapi para sahabat bingung, kenapa Rasullullah berkata Amin sampai tiga kali.</p>
<p>Ketika selesai shalat Jum’at, para sahabat bertanya kepada Rasullullah, kemudian beliau menjelaskan: “ketika aku sedang berkhutbah, datanglah Malaikat Jibril dan berbisik, hai Rasullullah Amin-kan do’a ku ini,”<br />
jawab Rasullullah.</p>
<p>Do’a Malaikat Jibril itu adalah:<br />
“Ya Allah tolong abaikan puasa ummat Muhammad, apabila sebelum memasuki bulan Ramadhan dia tidak melakukan hal-hal yang berikut:</p>
<p>1) Tidak memohon maaf terlebih dahulu kepada kedua orang tuanya (jika masih ada);<br />
2) Tidak bermaafan terlebih dahulu antara suami istri;<br />
3) Tidak bermaafan terlebih dahulu dengan orang-orang sekitarnya.</p></blockquote>
<p>Saya cari disana-sini via inet tapi&#8230; udah banyak ngebahas kalo hadits itu tidak ada&#8230; seperti <a href="http://andri.cisco.or.id/blogs/2006/09/23/memaafkan-sebelum-ramadhan-memang-baik-hanya-kita-perlu-hati-hati/" target="_blank">disini</a>, <a href="http://danang.wordpress.com/2006/09/24/haruskah-meminta-maaf-di-awal-ramadhan/" target="_blank">disitu</a> ato<a href="http://percikaniman.org/detail_artikel.php?cPub=Hits&amp;cID=398" target="_blank"> disono</a>. Saya malah dapet <a href="http://www.audiosalaf.com/dl/mp3/arsip/slf-2007-09-26-50172.mp3" target="_blank">mp3 kajian</a> yang bahas masalah ini&#8230; dan hasilnya sama&#8230; sang ustadz belum pernah menemukan hadits yang seperti diatas&#8230;</p>
<p>Yah&#8230; tahun ini lah saya mulai meninggalkan &#8220;tradisi&#8221; maaf2an sebelum Ramadhan&#8230;</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/awansx.wordpress.com/232/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/awansx.wordpress.com/232/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/awansx.wordpress.com/232/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/awansx.wordpress.com/232/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/awansx.wordpress.com/232/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/awansx.wordpress.com/232/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/awansx.wordpress.com/232/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/awansx.wordpress.com/232/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/awansx.wordpress.com/232/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/awansx.wordpress.com/232/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/awansx.wordpress.com/232/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/awansx.wordpress.com/232/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=awansx.wordpress.com&blog=4451170&post=232&subd=awansx&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://awansx.wordpress.com/2008/08/31/tradisi-meminta-maaf-sebelum-ramadhan-adakah-tuntunannya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
<enclosure url="http://www.audiosalaf.com/dl/mp3/arsip/slf-2007-09-26-50172.mp3" length="566251" type="audio/mpeg" />
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b36ffe42a4e10241db2bfdb385591653?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">awansx</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Download Buku Sifat Puasa Nabi</title>
		<link>http://awansx.wordpress.com/2008/08/26/download-buku-sifat-puasa-nabi/</link>
		<comments>http://awansx.wordpress.com/2008/08/26/download-buku-sifat-puasa-nabi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Aug 2008 01:02:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Heri Setiawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cabang Ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[Tarbiyah]]></category>
		<category><![CDATA[ebook]]></category>
		<category><![CDATA[fikih puasa]]></category>
		<category><![CDATA[fiqh puasa]]></category>
		<category><![CDATA[puasa]]></category>
		<category><![CDATA[puasa nabi]]></category>
		<category><![CDATA[puasa ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[sifat puasa nabi]]></category>
		<category><![CDATA[sifat shaum nabi]]></category>
		<category><![CDATA[tuntunan puasa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://awansx.wordpress.com/?p=220</guid>
		<description><![CDATA[Ramadhan sudah begitu dekat&#8230; untuk menghadapi bulan Ramadhan, hal yang sangat penting untuk diperhatikan adalah masalah persiapan ilmu&#8230; tidak akan baik suatu ibadah yang tidak didasari atas ilmu dan tidak berguna suatu ilmu yang tidak diamalkan&#8230;
Langsung aja deh, download buku sifat puasa nabi dari sini
       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=awansx.wordpress.com&blog=4451170&post=220&subd=awansx&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a title="Easy Image Hosting" href="http://images.myfilehost.us/viewer.php?id=viu1219712037f.JPG" target="_blank"><img src="http://images.myfilehost.us/thumbs/viu1219712037f.JPG" border="0" alt="Free Image Hosting" align="left" /></a>Ramadhan sudah begitu dekat&#8230; untuk menghadapi bulan Ramadhan, hal yang sangat penting untuk diperhatikan adalah masalah persiapan ilmu&#8230; tidak akan baik suatu ibadah yang tidak didasari atas ilmu dan tidak berguna suatu ilmu yang tidak diamalkan&#8230;</p>
<p>Langsung aja deh, download buku sifat puasa nabi <a title="download sifat puasa nabi" href="http://myfilehost.us/index.php?p=download&amp;hash=SF7Uh3L1HNMc" target="_blank">dari sini</a></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/awansx.wordpress.com/220/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/awansx.wordpress.com/220/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/awansx.wordpress.com/220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/awansx.wordpress.com/220/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/awansx.wordpress.com/220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/awansx.wordpress.com/220/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/awansx.wordpress.com/220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/awansx.wordpress.com/220/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/awansx.wordpress.com/220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/awansx.wordpress.com/220/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/awansx.wordpress.com/220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/awansx.wordpress.com/220/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=awansx.wordpress.com&blog=4451170&post=220&subd=awansx&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://awansx.wordpress.com/2008/08/26/download-buku-sifat-puasa-nabi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b36ffe42a4e10241db2bfdb385591653?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">awansx</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://images.myfilehost.us/thumbs/viu1219712037f.JPG" medium="image">
			<media:title type="html">Free Image Hosting</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Fatwa Rokok Haram</title>
		<link>http://awansx.wordpress.com/2008/08/25/fatwa-rokok-haram/</link>
		<comments>http://awansx.wordpress.com/2008/08/25/fatwa-rokok-haram/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 Aug 2008 23:05:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Heri Setiawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cabang Ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[Catatan Kecil]]></category>
		<category><![CDATA[Tarbiyah]]></category>
		<category><![CDATA[fatwa]]></category>
		<category><![CDATA[fatwa mui]]></category>
		<category><![CDATA[fatwa rokok haram]]></category>
		<category><![CDATA[mui]]></category>
		<category><![CDATA[rokok haram]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://awansx.wordpress.com/?p=214</guid>
		<description><![CDATA[Memang untuk wilayah Indonesia, MUI perlu &#8220;pikir-pikir&#8221; dulu untuk mengeluarkan fatwa yang mengatakan bahwa merokok itu haram. MUI perlu memberikan solusi bagaimana pekerja pabrik rokok dan petani tembakau bisa bekerja di tempat lain untuk menggantikan pekerjaan lama mereka.
Berbeda halnya dengan fatwa bunga bank haram. Bank syariah sudah ada dimana-mana, BMT sudah ada dimana-mana, begitu pula [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=awansx.wordpress.com&blog=4451170&post=214&subd=awansx&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img style="float:left;" src="http://www.halalguide.info/images/stories/no-smoking.jpg" border="0" alt="Image" hspace="6" width="104" height="129" />Memang untuk wilayah Indonesia, MUI perlu &#8220;pikir-pikir&#8221; dulu untuk mengeluarkan fatwa yang mengatakan bahwa merokok itu haram. MUI perlu memberikan solusi bagaimana pekerja pabrik rokok dan petani tembakau bisa bekerja di tempat lain untuk menggantikan pekerjaan lama mereka.</p>
<p>Berbeda halnya dengan fatwa bunga bank haram. Bank syariah sudah ada dimana-mana, BMT sudah ada dimana-mana, begitu pula dengan asuransi syariah. MUI lebih mudah mengeluarkan fatwa bunga bank haram karena memang solusinya sudah ada dan sudah bisa ditemukan di mana-mana. Mungkin di samping perlunya sebuah solusi, diperlukan juga ilmu dan kesadaran mengenai hukum rokok ini. Memang ada yang mengatakan makruh dan ada yang mengatakan haram tapi dari segi dalil, tentu pendapat terkuat adalah yang mengatakan bahwa merokok itu haram. Dalam hal ini saya cuma mencoba berpikir secara sederhana&#8230; &#8220;tanda baiknya seorang muslim itu meninggalkan apa yang tidak bermanfaat baginya&#8221;, hadits Arbain ke 12.</p>
<p>Merokok jelas merugikan kesehatan, boros dan menghambur-hamburkan uang&#8230; jadi buat apa itu dilakukan..?</p>
<p>Berikut beberapa fatwa ataupun hasil konsultasi yang mengatakan merokok itu haram (diambil dari www.halalguide.info):<span id="more-214"></span></p>
<p><strong><span lang="IN">1. Fatwa Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin</span></strong></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1"></ol>
<p>Merokok haram hukumnya berdasarkan makna yang terindikasi dari zhahir ayat Alquran dan As-Sunah serta i&#8217;tibar (logika) yang benar. Allah berfirman (yang artinya), &#8220;Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri dalam kebinasaan.&#8221; (Al-Baqarah: 195).<br />
Maknanya, janganlah kamu melakukan sebab yang menjadi kebinasaanmu. Wajhud dilalah (aspek pendalilan) dari ayat di atas adalah merokok termasuk perbuatan yang mencampakkan diri sendiri ke dalam kebinasaan.</p>
<p>Sedangkan dalil dari As-Sunah adalah hadis shahih dari Rasulullah saw. bahwa beliau melarang menyia-nyiakan harta. Makna menyia-nyiakan harta adalah mengalokasikannya kepada hal-hal yang tidak bermanfaat. Sebagaimana dimaklumi bahwa mengalokasikan harta dengan membeli rokok adalah termasuk pengalokasian harta pada hal yang tidak bermanfaat, bahkan pengalokasian harta kepada hal-hal yang mengandung kemudharatan.</p>
<p>Dalil yang lain, bahwasanya Rasulullah saw. bersabda, &#8220;Tidak boleh (menimbulkan) bahaya dan tidak boleh pula membahayakan orang lain.&#8221; (HR. Ibnu Majah dari kitab Al-Ahkam 2340).</p>
<p>Jadi, menimbulkan bahaya (dharar) adalah ditiadakan (tidak berlaku) dalam syari&#8217;at, baik bahayanya terhadap badan, akal, ataupun harta. Sebagaimana dimaklumi pula bahwa merokok adalah berbahaya terhadap badan dan harta.</p>
<p>Adapun dalil dari i&#8217;tibar (logika) yang benar yang menunjukkan keharaman rokok adalah karena dengan perbuatan itu perokok mencampakkan dirinya ke dalam hal yang menimbukan bahaya, rasa cemas, dan keletihan jiwa. Orang yang berakal tentu tidak rela hal itu terjadi pada dirinya sendiri. Alangkah tragisnya kondisinya, dan demikian sesaknya dada si perokok bila tidak menghisapnya. Alangkah berat ia melakukan puasa dan ibadah-ibadah lainnya karena hal itu menghalagi dirinya dari merokok. Bahkan, alangkah berat dirinya berinteraksi dengan orang-orang saleh karena tidak mungkin mereka membiarkan asap rokok mengepul di hadapan mereka. Karena itu, Anda akan melihat perokok demikian tidak karuan bila duduk dan berinteraksi dengan orang-orang saleh.</p>
<p>Semua i&#8217;tibar itu menunjukkan bahwa merokok hukumnya diharamkan. Karena itu, nasehat saya untuk saudara-saudara kaum muslimin yang masih didera oleh kebiasaan menghisap rokok agar memohon pertolongan kepada Allah dan mengikat tekad untuk meninggalkannya. Sebab, di dalam tekad yang tulus disertai dengan memohon pertolongan kepada Allah, mengharap pahala dari-Nya dan menghindari siksaan-Nya, semua itu adalah amat membantu di dalam upaya meninggalkan hal tersebut.</p>
<p>Jawaban Atas Berbagai Bantahan</p>
<p>Jika ada orang yang berkilah, &#8220;Sesungguhnya kami tidak menemukan nash, baik di dalam kitabullah ataupun sunah Rasulullah saw. perihal haramnya rokok.&#8221;</p>
<p>Maka, jawaban atas penyataan ini adalah bahwa nash-nash Alquran dan sunah terdiri dari dua jenis;<br />
1. Jenis yang dalil-dalilnya bersifat umum seperti Adh-Dhawabith (ketentuan-ketentuan) dan kaidah-kaidah yang mencakup rincian-rincian yang banyak sekali hingga hari kiamat.<br />
2. Jenis yang dalil-dalilnya memang diarahkan kepada suatu itu sendiri secara langsung.</p>
<p>Sebagai contoh untuk jenis pertama adalah ayat Alquran dan dua hadis yang kami sebutkan di atas yang menunjukkan keharaman merokok secara umum meskipun tidak diarahkan secara langsung kepadanya.</p>
<p>Sedangkan untuk jenis kedua, adalah seperti fiman Allah (yang artinya), &#8220;Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (dagig hewan) yang disembelih atas nama selain Allah.&#8221; (Al-Maidah: 3).</p>
<p>Dan firman-Nya, &#8220;Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya meminum khamr, berjudi, berkorban untuk berhala, mengundi nasib dengan anak panah adalah perbuatan keji yang termasuk perbuatan setan. Maka, jauhilah perbuatan-perbuatan itu.&#8221; (Al-Maidah: 90).</p>
<p>Jadi, baik nash-nash itu termasuk jenis pertama atau kedua, ia bersifat keniscayaan (keharusan) bagi semua hamba Allah karena dari sisi pengambilan dalil mengindikasikan hal itu.</p>
<p>Sumber: Program Nur &#8216;alad Darb, dari Fatwa Syekh Muhammad bin Shaleh Al-Utsaimin, dari kitab Fatwa-Fatwa Terkini 2.</p>
<p><strong>2. Syaikh      Muhammad bin Ibrahim</strong></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1"></ol>
<p class="MsoNormal">Rokok haram karena di dalamnya ada racun. Al-Qur’an menyatakan, “Dihalalkan atas mereka apa-apa yang baik, dan diharamkan atas mereka apa-apa yang buruk (kotoran).” (al-A’raf: 157). Rasulullah juga melarang setiap yang memabukkan dan melemahkan, sebagaimana diriwayatkan Imam Ahmad dan Abu Dawud dari Ummu Salamah ra. Merokok juga termasuk melakukan pemborosan yang tidak bermanfaat. Selanjutnya, rokok dan bau mulut perokok bisa mengganggu orang lain, termasuk pada jamaah shalat.</p>
<p class="MsoNormal">
<p><strong>3. Syaikh      Muhammad bin Abdul Wahhab</strong></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1"></ol>
<p class="MsoNormal">Rokok haram karena melemahkan dan memabukkan. Dalil nash tentang benda memabukkan sudah cukup jelas. Hanya saja, penjelasan tentang mabuk itu sendiri perlu penyesuaian.</p>
<p class="MsoNormal">
<p><strong>4. Ulama      Mesir, Syria, Saudi</strong></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1"></ol>
<p class="MsoNormal">Rokok haram alias terlarang, dengan alasan membahayakan. Di antara yang mendukung dalil ini adalah Syaikh Ahmad as-Sunhawy al-Bahuty al-Anjalaby dan Syaikh Al-Malakiyah Ibrahim al-Qaani dari Mesir, An-Najm al-Gazy al-Amiry as-Syafi’i dari Syria, dan ulama Mekkah Abdul Malik al-Ashami.</p>
<p class="MsoNormal">
<p><strong>5. Dr      Yusuf Qardhawi</strong></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1"></ol>
<p class="MsoNormal">Rokok haram karena membahayakan. Demikian disebut dalam bukunya ‘Halal &amp; Haram dalam Islam’. Menurutnya, tidak boleh seseorang membuat bahaya dan membalas bahaya, sebagaimana sabda Nabi yang diriwayatkan Ahmad dan Ibnu Majah. Qardhawi menambahkan, selain berbahaya, rokok juga mengajak penikmatnya untuk buang-buang waktu dan harta. Padahal lebih baik harta itu digunakan untuk yang lebih berguna, atau diinfaqkan bila memang keluarganya tidak membutuhkan.</p>
<p class="MsoNormal">
<p><strong><span lang="IN">6. SyariahOnline.com</span></strong></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1"></ol>
<p class="MsoNormal">Keharaman rokok tidaklah berdasarkan sebuah larangan yang disebutkan secara ekplisit dalam nash Al-Quran Al-Kariem atau pun As-Sunnah An-Nabawiyah.</p>
<p>Keharaman rokok itu disimpulkan oleh para ulama di masa ini setelah dipastikannya temuan bahwa setiap batang rokok itu mengandung lebih dari 4000 jenis racun berbahaya.</p>
<p>Dan karena racun itu merusak tubuh manusia yang sebenarnya amanat Allah SWT untuk dijaga dan diperlihara, maka merokok itu termasuk melanggar amanat itu dan merusak larangan.</p>
<p>Namun banyak orang yang menganggap hal itu terlalu mengada-ada, sebab buktinya ada jutaan orang di muka bumi ini yang setiap hari merokok dan buktinya mereka masih bernafas alias tidak langsung mati seketika itu juga.</p>
<p>Karena itulah kita masih menemukan rokok di sekeliling kita dan ternyata pabrik rokokpun tetap berdiri tegar. Bahkan mampu memberikan masukan buat pemerintah dengan pajaknya. Sehingga tidak pernah muncul keinginan baik dari pembuat hukum untuk melarang rokok.</p>
<p>Ini adalah salah satu ciri ketertinggalan informasi dari masyarakat kita. Dan di negeri yang sudah maju informasinya, merupakan bentuk ketidak-konsekuenan atas fakta ilmu pengetahuan. Dan kedua jenis masyarakat ini memang sama-sama tidak tahu apa yang terbaik buat mereka. Misalnya di barat yang konon sudah maju informasinya dan ipteknya, masih saja ada orang yang minum khamar. Meski ada larangan buat pengemudi, anak-anak dan aturan tidak boleh menjual khamar kepada anak di bawah umur. Tapi paling tidak, sudah ada sedikit kesadaran bahwa khamar itu berbahaya. Hanya saja antisipasinya masih terlalu seadanya.</p>
<p>Sedangkan dalam hukum Islam, ketika sudah dipastikan bahwa sesuatu itu membahayakan kesehatan, maka mengkonsumsinya lantas diharamkan. Inilah bentuk ketegasan hukum Islam yang sudah menjadi ciri khas. Maka khamar itu tetap haram meski hanya seteguk ditelan untuk sebuah malam yang dingin menusuk.</p>
<p>Demikian pula para ulama ketika menyadari keberadan 4000-an racun dalam batang rokok dan mengetahui akitab-akibat yang diderita para perokok, mereka pun sepakat untuk mengharamkannya. Sayangnya, umat Islam masih saja menganggap selama tidak ada ayat yang tegas atau hadits yang eksplisit yang mengharamkan rokok, maka mereka masih menganggap rokok itu halal, atau minimal makruh.</p>
<p><strong>7. Ustadz Ahmad Sarwat Lc, Konsultasi eramuslim.com</strong></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1"></ol>
<p>Awalnya belum ada ulama yang mengharamkan rokok, kecuali hanya memakruhkan. Dasar pemakruhannya pun sangat berbeda dengan dasar pengharamannya di masa sekarang ini.</p>
<p>Dahulu para ulama hanya memandang bahwa orang yang merokok itu mulutnya berbau kurang sedap. Sehingga mengganggu orang lain dalam pergaulan. Sehingga kurang disukai dan dikatakan hukumnya makruh.</p>
<p>Sebagian kiyai di negeri kita yang punya hobi menyedot asap rokok, kalau ditanyakan tentang hukum rokok, akan menjawab bahwa rokok itu tidak haram, tetapi hanya makruh saja.</p>
<p>Mengapa mereka memandang demikian?</p>
<p>Karena literatur mereka adalah literatur klasik, ditulis beberapa ratus tahun yang lalu, di mana pengetahuan manusia tentang bahaya nikotin dan zat-zat beracun di dalam sebatang rokok masih belum nyata terlihat. Tidak ada fakta dan penelitian di masa lalu tentang bahaya sebatang rokok.</p>
<p>Maka hukum rokok hanya sekedar makruh lantaran membuat mulut berbau kurang sedang serta mengganggu pergaulan.</p>
<p><strong>Penelitian Terbaru</strong></p>
<p>Seandainya para kiyai itu tidak hanya terpaku pada naskah lama dan mengikuti rekan-rekan mereka di berbagai negeri Islam yang sudah maju, tentu pandangan mereka akan berubah 180 derajat.</p>
<p>Apalagi bila mereka membaca penelitian terbaru tentang 200-an racun yang berbahaya yang terdapat dalam sebatang rokok, pastilah mereka akan bergidik. Dan pastilah mereka akan setuju bahwa rokok itu memberikan <em>madharat</em> yang sangat besar, bahkan teramat besar.</p>
<p>Pastilah mereka akan menerima bahwa hukum rokok itu bukan sekedar makruh lantaran mengakibatkan bau mulut, tapi mereka akan sepakat mengatakan bahwa rokok itu haram, lantaran merupakan benda mematikan yang telah merenggut jutaan nyawa manusia. Prosentase kematian disebabkan rokok adalah lebih tinggi dibandingkan karena perang dan kecelakaan lalulintas.</p>
<p>Badan kesehatan dunia WHO menyebutkan bahwa di Amerika, sekitar 346 ribu orang meninggal tiap tahun dikarenakan rokok. Dan tidak kurang dari 90% dari 660 orang yang terkena penyakit kanker di salah satu rumah sakit Sanghai Cina adalah disebabkan rokok.</p>
<p>Penelitian juga menyebutkan bahwa 20 batang rokok per hari akan menyebabkan berkurangnya 15% hemoglobin, yakni zat asasi pembentuk darah merah.</p>
<p>Seandainya para kiyai mengetahui penelitian terakhir bahwa rokok mengandung kurang lebih 4.000 elemen-elemen dan setidaknya 200 di antaranya dinyatakan berbahaya bagi kesehatan, pastilah pandangan mereka akan berubah.</p>
<p>Racun utama pada rokok adalah tar, nikotin dan karbon monoksida. Tar adalah substansi hidrokarbon yang bersifat lengket dan menempel pada paru-paru. Nikotin adalah zat adiktif yang mempengaruhi syaraf dan peredaran darah. Zat ini bersifat karsinogen dan mampu memicu kanker paru-paru yang mematikan. Karbon monoksida adalah zat yang mengikat hemoglobin dalam darah, membuat darah tidak mampu mengikat oksigen.</p>
<p>Efek racun pada rokok ini membuat pengisap asap rokok mengalami resiko14 kali lebih bersar terkena kanker paru-paru, mulut, dan tenggorokan dari pada mereka yang tidak menghisapnya.</p>
<p>Penghisap rokok juga punya kemungkinan4 kali lebh besar untuk terkena kanker esophagus dari mereka yang tidak menghisapnya.</p>
<p>Penghisap rokok juga beresiko 2 kali lebih besar terkena serangan jantung dari pada mereka yang tidak menghisapnya.</p>
<p>Rokok juga meningkatkan resiko kefatalan bagi penderita pneumonia dan gagal jantung serta tekanan darah tinggi. Menggunakan rokok dengan kadar nikotin rendah tidak akan membantu, karena untuk mengikuti kebutuhan akan zat adiktif itu, perokok cenderung menyedot asap rokok secara lebih keras, lebih dalam, dan lebih lama.</p>
<p>Tidak ada satu pun orang yang bisa menyangkal semua fakta di atas, karena merupakan hasil penelitian ilmiyah. Bahkan perusahaan rokok poun mengiyakan hal tersebut, dan menuliskan pada kemasannya kalimat berikut:</p>
<p><strong>MEROKOK DAPAT MENYEBABKAN SERANGAN JANTUNG, IMPOTENSI DAN GANGUGAN KEHAMILAN DAN JANIN.</strong></p>
<p>Kalau produsen rokok sendiri sudah menyatakan bahaya produknya berbahaya dan mendatangkan penyakit, bagaimana mungkin konsumen masih mau mengingkarinya?</p>
<p><strong>8. </strong><a href="http://www.halalguide.info/content/view/252/"><strong>Dr. Ir. M. Romli, Msc, Auditor Halal LPPOM MUI</strong></a></p>
<p>(Rizki Wicaksono, dari berbagai sumber)</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/awansx.wordpress.com/214/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/awansx.wordpress.com/214/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/awansx.wordpress.com/214/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/awansx.wordpress.com/214/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/awansx.wordpress.com/214/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/awansx.wordpress.com/214/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/awansx.wordpress.com/214/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/awansx.wordpress.com/214/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/awansx.wordpress.com/214/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/awansx.wordpress.com/214/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/awansx.wordpress.com/214/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/awansx.wordpress.com/214/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=awansx.wordpress.com&blog=4451170&post=214&subd=awansx&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://awansx.wordpress.com/2008/08/25/fatwa-rokok-haram/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b36ffe42a4e10241db2bfdb385591653?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">awansx</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.halalguide.info/images/stories/no-smoking.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Image</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pesan &#8211; Pesan Menyesatkan</title>
		<link>http://awansx.wordpress.com/2008/07/17/pesan-pesan-menyesatkan/</link>
		<comments>http://awansx.wordpress.com/2008/07/17/pesan-pesan-menyesatkan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Jul 2008 01:12:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Heri Setiawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tarbiyah]]></category>
		<category><![CDATA[email]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[pesan]]></category>
		<category><![CDATA[sesat]]></category>
		<category><![CDATA[syirik]]></category>
		<category><![CDATA[tauhid]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alikhwan.wordpress.com/?p=139</guid>
		<description><![CDATA[Baru aja buka friendster, eh ada inbox yang agak nyleneh&#8230; sebenernya dah lama sih dapat pesen kaya gini di baik lewat friendster ato lewat broadcast YM, tapi ya baru kepikiran nulis di blog hari mumpung masih pagi dan masih semangit&#8230;eh semangat&#8230; ni kutipannya&#8230;:
BISMILLAHHIRAHMANIRRAHIM. ALLAH HUMMA INNI AS ALUQA TAHHDIYBIHAL QALBI WATAJMU BIHAL SYAMLI WATATDHUBIHAL FITNATI [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=awansx.wordpress.com&blog=4451170&post=138&subd=awansx&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Baru aja buka friendster, eh ada inbox yang agak nyleneh&#8230; sebenernya dah lama sih dapat pesen kaya gini di baik lewat friendster ato lewat broadcast YM, tapi ya baru kepikiran nulis di blog hari mumpung masih pagi dan masih semangit&#8230;eh semangat&#8230; ni kutipannya&#8230;:</p>
<blockquote><p><em>BISMILLAHHIRAHMANIRRAHIM. ALLAH HUMMA INNI AS ALUQA TAHHDIYBIHAL QALBI WATAJMU BIHAL SYAMLI WATATDHUBIHAL FITNATI ANNI &#8221; ini doa Nabi Muhammad s.a.w. Kirimpada 5 teman, insyaAllah 2 hari kemudian, anda akan mendengar kabar baik dengan mendapat kebahagiaan. tapi jika anda tidak menyebarkan, maka anda mendapat musibah besar&#8230;<strong>DEMI ALLAH!</strong>&#8230;.</em></p></blockquote>
<p><span id="more-138"></span>Katanya sih itu do&#8217;a Rasulullah (walaupun tidak jelas datangnya dari mana).<br />
Dengan mengirimkan kepada 5 teman, dalam dua hari bisa mendapat kebahagiaan&#8230; hiks, enak banget yak&#8230; kebahagiaan apa ni&#8230;? kebahagiaan atau kenistaan ya..?</p>
<p>Trus &#8220;katanya&#8221; kalau tidak menyebarkan akan mendapat musibah besar&#8230; hmmm, emang mo bahagia atau susah itu tergantung mo nyebarin atau tidak nyebarin sebuah pesan&#8230;? kok aneh gitu..?</p>
<p>Yang paling &#8220;berani&#8221; dari pesan ini tu ada kata &#8220;DEMI ALLAH!&#8221;.. pake tanda seru lagi&#8230; hiks&#8230; kasihan amat tu orang bersumpah dengan nama Allah demi sebuah kebohongan&#8230;.</p>
<blockquote><p>&#8220;Hai orang-orang yang  beriman, janganlah kamu mendahului Allah dan RasulNya dan bertakwalah kepada  Allah. Sesungguh-nya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.&#8221; (Al-Hujurat:  1)<strong></strong></p></blockquote>
<p>Yah, buat temen-temen, hati2 aja deh dengan pesan2 seperti ini&#8230; Bukannya kebahagiaan tu yag didapat, justru kita akan terjebak dalam perbuatan syirik&#8230; tahu sendiri khan kalo perbuatan syirik tu perbuatan paling hina dan paling besar dosanya. Islam tu dibangun dengan pondasi aqidah &#8220;Tiada yang patut disembah melainkan Allah&#8221;. Bandingkan dengan pesan &#8220;tidak jelas&#8221; diatas, masa&#8217; sebuah kebahagiaan dan musibah tergantung pada sebuah pesan..?</p>
<p>Hmmm, apakah temen2 termasuk orang yang &#8220;terjebak&#8221; dengan pesan-pesan seperti ini..? Kalau iya saya menyarankan temen2 untuk mengulang kembali ilmu dasar agama ini&#8230;. TAUHID&#8230; yah, orang yang percaya pada pesan2 seperti ini mah tandanya mempunyai &#8220;pondasi&#8221; yang masih sangat rapuh. Ibarat sebuah pohon yang akarnya lemah, dia mudah diombang-ambingkan angin yang menerjangnya dan akhirnya roboh, jatuh ke tanah (kalau bawahnya tanah, kalau bawahnya jalan ya jadi &#8220;jatuh ke jalan&#8221; <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  )&#8230;.</p>
<p>Ingat yah&#8230;, pesan2 diatas, ramalan bintang, cari berkah di makam &#8220;wali&#8221;, susuk, pesugihan, jimat dan sejenisnya tu bagian dari kesyirikan&#8230; jadi.., jauhilah semua tiu sejauh-jauhnya&#8230;</p>
<blockquote><p>&#8220;Hanya Kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah Kami memohon  pertolongan.&#8221; (Al-Fatihah: 5)</p></blockquote>
<p>Jadi&#8230;,hari gini masih percaya sama pesan-pesan gituan..? Mimpi kalee yak&#8230;<br />
Hari gini masih percaya sama ramalan..? gak keren tuh&#8230;</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/awansx.wordpress.com/138/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/awansx.wordpress.com/138/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/awansx.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/awansx.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/awansx.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/awansx.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/awansx.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/awansx.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/awansx.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/awansx.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/awansx.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/awansx.wordpress.com/138/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=awansx.wordpress.com&blog=4451170&post=138&subd=awansx&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://awansx.wordpress.com/2008/07/17/pesan-pesan-menyesatkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b36ffe42a4e10241db2bfdb385591653?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">awansx</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kehalusan, Kelemah lembutan dan Kesabaran Rasulullah</title>
		<link>http://awansx.wordpress.com/2008/02/27/kehalusan-kelemah-lembutan-dan-kesabaran-rasulullah/</link>
		<comments>http://awansx.wordpress.com/2008/02/27/kehalusan-kelemah-lembutan-dan-kesabaran-rasulullah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Feb 2008 12:07:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Heri Setiawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Shiroh]]></category>
		<category><![CDATA[Shiroh Nabi dan Shahabat]]></category>
		<category><![CDATA[Tarbiyah]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammad]]></category>
		<category><![CDATA[nabi]]></category>
		<category><![CDATA[rasulullah]]></category>
		<category><![CDATA[shirah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alikhwan.wordpress.com/?p=107</guid>
		<description><![CDATA[Merampas dan mengambil hak orang lain dengan paksa merupakan ciri orang-orang zhalim dan jahat. Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam telah memancangkan pondasi-pondasi keadilan dan pembelaan bagi hak setiap orang agar mendapatkan dan mengambil haknya yang dirampas. Dan Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam telah menjalankan kaidah tersebut demi kebaikan dan semata-mata untuk jalan kebaikan dengan bimbingan karunia yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=awansx.wordpress.com&blog=4451170&post=107&subd=awansx&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Merampas dan mengambil hak orang lain dengan paksa merupakan ciri orang-orang zhalim dan jahat. Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam telah memancangkan pondasi-pondasi keadilan dan pembelaan bagi hak setiap orang agar mendapatkan dan mengambil haknya yang dirampas. Dan Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam telah menjalankan kaidah tersebut demi kebaikan dan semata-mata untuk jalan kebaikan dengan bimbingan karunia yang telah Allah curahkan berupa perintah dan larangan. Kita tidak perlu takut adanya kezhaliman, perampasan, pengambilan dan pelanggaran hak di rumah beliau.</p>
<p>&#8216;Aisyah radhiyallahu &#8216;anha menuturkan:<br />
<i> &#8220;Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam tidak pernah sama sekali memukul seorang pun dengan tangannya kecuali dalam rangka berjihad di jalan Allah. Beliau tidak pernah memukul pelayan dan kaum wanita. Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam tidak pernah membalas suatu aniaya yang ditimpakan orang atas dirinya. Selama orang itu tidak melanggar kehormatan Allah Namun, bila sedikit saja kehormatan Allah dilanggar orang, maka beliau akan membalasnya semata-mata karena Allah.&#8221;</i> (HR. Ahmad)</p>
<p>&#8216;Aisyah radhiyallahu &#8216;anha mengisahkan: &#8220;Suatu kali aku berjalan bersama Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam, beliau mengenakan kain najran yang tebal pinggirannya. Kebetulan beliau berpapasan dengan seorang Arab badui, tiba-tiba si Arab badui tadi menarik dengan keras kain beliau itu, sehingga aku dapat melihat bekas tarikan itu pada leher beliau. ternyata tarikan tadi begitu keras sehingga ujung kain yang tebal itu membekas di leher beliau. Si Arab badui itu berkata: &#8220;Wahai Muhammad, berikanlah kepadaku sebagian yang kamu miliki dari harta Allah!&#8221; Beliau lantas menoleh kepadanya sambil tersenyum lalu mengabulkan permintaannya.&#8221; (Muttafaq &#8216;alaih)</p>
<p>Ketika <span id="more-107"></span>Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam baru kembali dari peperangan Hunain, beberapa orang Arab badui mengikuti beliau, mereka meminta bagian kepada beliau. Mereka terus meminta sampai-sampai beliau terdesak ke sebuah pohon, sehingga jatuhlah selendang beliau, ketika itu beliau berada di atas tunggangan. Beliau lantas berkata:<br />
<i> &#8220;Kembalikanlah selendang itu kepadaku, Apakah kamu khawatir aku akan berlaku bakhil? Demi Allah, seadainya aku memiliki unta-unta yang merah sebanyak pohon &#8216;Udhah ini, niscaya akan aku bagikan kepadamu, kemudian kalian pasti tidak akan mendapatiku sebagai seorang yang bakhil, penakut lagi pendusta.&#8221; </i>(HR. Al-Baghawi di dalam kitab Syarhus Sunnah dan telah dinyatakan shahih oleh Syaikh Al-Albani)</p>
<p>Merupakan bentuk tarbiyah dan ta&#8217;lim yang paling jitu dan indah adalah berlaku lemah lembut dalam segala perkara, dalam mengenal maslahat dan menolak mafsadat.</p>
<p>Kecemburuan yang dimiliki para sahabat telah mendorong mereka untuk menyanggah setiap melihat orang yang keliru dan tergelincir dalam kesalahan. Mereka memang berhak melakukan hal itu! Namun Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam yang lembut dan penyantun melarang mereka melakukan seperti itu, karena orang itu (pelaku kesalahan itu) jahil atau karena mudharat yang timbul dibalik itu lebih besar. Tentu saja, perilaku Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam lebih utama untuk diteladani.</p>
<p>Abu Hurairah radhiallahu anhu menceritakan: <i>&#8220;Suatu ketika, seorang Arab Badui buang air kecil di dalam masjid (tepatnya di sudut masjid). Orang-orang lantas berdiri untuk memukulinya. Namun Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam memerintahkan: &#8220;Biarkanlah dia, siramlah air kencingnya dengan seember atau segayung air. Sesungguhya kamu ditampilkan ke tengah-tengah umat manusia untuk memberi kemudahan bukan untuk membuat kesukaran.&#8221;</i> (HR. Al-Bukhari)</p>
<p>Kesabaran Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam dalam menyebarkan dakwah layak menjadi motivasi bagi kita untuk meneladaninya. Kita wajib berjalan di atas manhaj (metode) beliau di dalam berdakwah semata-mata karena Allah tanpa membela kepentingan pribadi.</p>
<p>&#8216;Aisyah radhiyallahu &#8216;anha pernah bertanya kepada Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam : &#8220;<i>Apakah ada hari yang engkau rasakan lebih berat daripada hari peperangan Uhud?&#8221; </i>beliau menjawab:<br />
<i> &#8220;Aku telah mengalami berbagai peristiwa dari kaummu, yang paling berat kurasakan adalah pada hari &#8216;Aqabah, ketika aku menawarkan dakwah ini kepada Abdu Yalail bin Abdi Kalaal namun dia tidak merespon keinginanku. Akupun kembali dengan wajah kecewa. Aku terus berjalan dan baru tersadar ketika telah sampai di Qornuts Tsa&#8217;alib (sebuah gunung di kota Makkah). Aku tengadahkan wajahku, kulihat segumpal awan tengah memayungiku. Aku perhatikan dengan saksama, ternyata Malaikat Jibril alaihissalam ada di sana. Lalu ia menyeruku: &#8220;Sesungguhnya Allah Subhanahu wata’ala telah mendengar ucapan kaum-mu dan bantahan mereka terhadapmu. Dan aku telah mengutus malaikat pengawal gunung kepadamu supaya kamu perintahkan ia sesuai kehendakmu. Kemudian malaikat pengawal gunung itu memberi salam kepadaku lalu berkata: &#8220;Wahai Muhammad, sesungguhnya Allah Subhanahu wata’ala telah mendengar ucapan kaummu dan bantahan mereka terhadapmu, dan aku adalah malaikat pengawal gunung, Allah Subhanahu wata’ala telah mengutusku kepadamu untuk melaksanakan apa yang kamu perintahkan kepadaku. Sekarang, apakah yang kamu kehendaki? jika kamu menghendaki agar aku menimpakan kedua gunung ini atas mereka, niscaya aku lakukan!&#8221; Beliau menjawab: &#8220;Tidak, justru aku berharap semoga Allah Subhanahu wata’ala mengeluarkan dari tulang sulbi mereka keturunan yang menyembah Allah Subhanahu wata’ala semata dan tidak mempersekutukan sesuatu apapun dengan-Nya.&#8221; </i>(Muttafaq &#8216;alaih)</p>
<p>Pada hari ini, sering kita lihat sebagian orang yang bersikap terburu-buru dalam berdakwah. Berharap dapat segera memetik hasil. Hanya membela kepentingan pribadi yang justru hal itu merusak dakwah dan mengotori keikhlasan. Oleh sebab itu, berapa banyak kelompok-kelompok dakwah yang gagal karena individu-individunya tidak memiliki kesabaran dan ketabahan!</p>
<p>Setelah bersabar dan berjuang selama bertahun-tahun, barulah terwujud apa yang dicita-citakan Rasulullah</p>
<p>Dalam sebuah syair disebutkan:<br />
<i> Bagaimanakah mungkin dapat diimbangi<br />
seorang insan terbaik yang hadir di muka bumi.<br />
Semua orang yang terpandang tidak akan mampu mencapai ketinggian derajatnya.<br />
Semua orang yang mulia tunduk di hadapannya.<br />
Para penguasa Timur dan Barat rendah di sisi-nya.</i></p>
<p>Abdullah bin Mas&#8217;ud radhiallaahu anhu mengungkapkan: &#8220;Sampai sekarang masih terlintas dalam ingatanku saat Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam mengisahkan seorang Nabi yang dipukul kaumnya hingga berdarah. Nabi tersebut mengusap darah pada wajahnya seraya berdoa:<br />
&#8220;Ya Allah, ampunilah kaumku! karena mereka kaum yang jahil.&#8221; (Muttafaq &#8216;alaih)</p>
<p>Pada suatu hari ketika Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam tengah melayat satu jenazah, datanglah seorang Yahudi bernama Zaid bin Su&#8217;nah menemui beliau untuk menuntut utangnya. Yahudi itu menarik ujung gamis dan selendang beliau sambil memandang dengan wajah yang bengis. Dia berkata: <i>&#8220;Ya Muhammad, lunaskanlah utangmu padaku!&#8221;</i> dengan nada yang kasar. Melihat hal itu Umar Radhiallahu&#8217;anhu pun marah, ia menoleh ke arah Zaid si Yahudi sambil mendelikkan matanya seraya berkata: <i>&#8220;Hai musuh Allah, apakah engkau berani berkata dan berbuat tidak senonoh terhadap Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam di hadapanku!&#8221; </i>Demi Dzat Yang telah mengutusnya dengan membawa Al-Haq, seandainya bukan karena menghindari teguran beliau, niscaya sudah kutebas engkau dengan pedangku!&#8221;</p>
<p>Sementara Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam memperhatikan reaksi Umar radhiallaahu anhu dengan tenang. Beliau berkata:<br />
<i> &#8220;Wahai Umar, saya dan dia lebih membutuhkan perkara yang lain (nasihat). Yaitu engkau anjurkan kepadaku untuk menunaikan utangnya dengan baik, dan engkau perintahkan dia untuk menuntut utangnya dengan cara yang baik pula. Wahai umar bawalah dia dan tunaikanlah haknya serta tambahlah dengan dua puluh sha&#8217; kurma.&#8221;</i></p>
<p>Melihat Umar radhiallahu anhu menambah dua puluh sha&#8217; kurma, Zaid si Yahudi itu bertanya: <i>&#8220;Ya Umar, tambahan apakah ini</i>? Umar radhiallahu anhu menjawab: <i>&#8220;Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam memerintahkanku untuk menambahkannya sebagai ganti kemarahanmu!&#8221;</i> Si Yahudi itu berkata: <i>&#8220;Ya Umar, apakah engkau mengenalku?&#8221;</i> <i>&#8220;Tidak, lalu siapakah Anda?&#8221;</i> Umar Radhiallahu&#8217;anhu balas bertanya. <i>&#8220;Aku adalah Zaid bin Su&#8217;nah&#8221;</i> jawabnya. <i>&#8220;Apakah Zaid si pendeta itu?&#8221;</i> tanya Umar lagi. <i>&#8220;Benar!&#8221;</i> sahutnya. Umar lantas berkata: <i>&#8220;Apakah yang mendorongmu berbicara dan bertindak seperti itu terhadap Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam ?</i> Zaid menjawab: <i>&#8220;Ya Umar, tidak satupun tanda-tanda kenabian kecuali aku pasti mengenalinya melalui wajah beliau setiap kali aku memandangnya. Tinggal dua tanda yang belum aku buktikan, yaitu: apakah kesabarannya dapat memupus tindakan jahil, dan apakah tindakan jahil yang ditujukan kepadanya justru semakin menambah kemurahan hati-nya?&#8221; Dan sekarang aku telah membuktikannya. Aku bersaksi kepadamu wahai Umar, bahwa aku rela Allah Subhanahu wata’ala sebagai Rabbku, Islam sebagai agamaku dan Muhammad sebagai nabiku. Dan Aku bersaksi kepadamu bahwa aku telah menyedekahkan sebagian hartaku untuk umat Muhammad </i>. Umar berkata: <i>&#8220;Ataukah untuk sebagian umat Muhammad Shallallahu&#8217;alaihi wasallam saja? sebab hartamu tidak akan cukup untuk dibagikan kepada seluruh umat Muhammad .&#8221;</i> Zaid berkata: &#8220;<i>Ya, untuk sebagian umat Muhammad .</i> Zaid kemudian kembali menemui Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam dan menyatakan kalimat syahadat <i>&#8220;Asyhadu al Laa Ilaaha Illallaahu, wa Asyhadu Anna Muhammadan Abduhu wa Rasuuluhu&#8221;</i>. Ia beriman dan membenarkan Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam .&#8221; (HR. Al-Hakim dalam kitab Mustadrak dan menshahihkannya).</p>
<p>Cobalah perhatikan dialog yang panjang tersebut, sebuah pendirian dan kesudahan yang mengesankan. Semoga kita dapat meneladani junjungan kita nabi besar Muhammad . Meneladani kesabaran beliau dalam menghadapi beraneka ragam manusia. Dan dalam mendakwahi mereka dengan lemah lembut dan santun. Memberikan motivasi bila mereka berlaku baik, serta menumbuhkan rasa optimisme di dalam diri mereka.</p>
<p>&#8216;Aisyah radhiyallahu &#8216;anha menceritakan: &#8220;Suatu kali aku pergi melaksanakan umrah bersama Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam dari kota Madinah. Ketika tiba di kota Makkah, aku berkata: &#8220;<i>Wahai Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam, ayah dan ibuku sebagai tebusannya, engkau mengqasar shalat namun aku menyempurnakan-nya, engkau tidak berpuasa justru aku yang berpuasa?&#8221;</i> beliau menjawab: <i>&#8220;Bagus, wahai &#8216;Aisyah!&#8221;</i> Beliau sama sekali tidak mencela diriku.&#8221; (HR. An-Nasaai)</p>
<p><i>Kehalusan, Kelemah lembutan dan Kesabaran Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam<br />
Disalin dari buku Sehari di Kediaman RASULULLAH SHALLALLAHU&#8217;ALAIHI WASALLAM<br />
Syaikh Abdul Malik bin Muhammad bin Abdurrahman Al-Qasim</i></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/awansx.wordpress.com/107/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/awansx.wordpress.com/107/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/awansx.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/awansx.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/awansx.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/awansx.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/awansx.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/awansx.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/awansx.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/awansx.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/awansx.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/awansx.wordpress.com/107/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=awansx.wordpress.com&blog=4451170&post=107&subd=awansx&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://awansx.wordpress.com/2008/02/27/kehalusan-kelemah-lembutan-dan-kesabaran-rasulullah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b36ffe42a4e10241db2bfdb385591653?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">awansx</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>