Sebuah Catatan Kecil

We are agree that Knowledge is FREE…

Arsip untuk ‘Kisah Muallaf’ Kategori

Gene Netto : Mencari Tuhan menemukan Allah

Posted by Heri Setiawan pada Juni 24, 2007

Kisah MualafNama saya Gene Netto, sejak tahun 1995 saya telah menetap di Jakarta, Indonesia, dan pada saat saya bertemu dengan orang baru, mereka selalu penasaran tentang latar belakang saya. Mereka ingin tahu tentang bagaimana saya bisa belajar bahasa Indonesia dengan baik, pindah ke Indonesia dan akhirnya masuk Islam. Lewat bab ini, saya ingin menjelaskan latar belakang diri saya dan bagaimana caranya saya menjadi tertarik pada Islam.

 

Masa kecil dan mencari tuhan

Saya lahir di kota Nelson, sebuah kota kecil di Pulau Selatan di Selandia Baru (New Zealand) pada tanggal 28 April, tahun 1970. Bapak dan ibu saya bertemu di Nelson, menikah dan mendapat tiga anak; saya nomor dua. Bapak berasal dari Birma (yang sekarang dinamakan Myanmar) dan setelah Perang Dunia II, kakek saya pindah ke Selandia Baru.

Ibu lahir di Selandia Baru dan leluhurnya adalah orang Inggris dan Irlandia. Ibu dibesarkan di sebuah perternakan domba dan sapi di pulau selatan Selandia Baru.
Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Kisah Muallaf, Kristologi, Perjalanan Hidup | 98 Comments »

Yahya Yopie dan Keluarganya, Mantan Pendeta Yang Memeluk Islam

Posted by Heri Setiawan pada Juni 15, 2007

Kisah MualafWarga di kota Tolitoli di penghujung bulan Ramadan 1427 Hijriah belum lama ini, dihebohkan dengan salah seorang pendeta bersama seluruh keluarganya memeluk Islam. Di mana-mana santer dibicarakan soal Pendeta Yahya Yopie Waloni dan keluarganya masuk Islam. Bahkan media internet pun sudah mengakses kabar ini. Bagaimana aktivitas eks pendeta itu setelah memeluk Islam. Berikut kisahnya:

PAGI menjelang siang hari itu, nuansa Idul Fitri 1427 Hijriah masih terasa di Tolitoli. Hari itu baru memasuki hari ke-9 lebaran. Kendati terik panas matahari masih mengitari Tolitoli dan sekitarnya, tetapi denyut aktivitas warga tetap seperti biasa.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Kisah Muallaf, Kristologi, Perjalanan Hidup | 114 Comments »

Dan Jessica pun berSyahadat menerima Islam

Posted by Heri Setiawan pada November 17, 2006

Kisah MualafHari Sabtu, 14 Oktober lalu, dilakukan buka puasa dengan mengundang tetangga-tetangga non Muslim di Jamaica Muslim Center, salah satu mesjid yang saya pimpin di kota dunia ini. Acara ini kami namai “Open House Iftar”. Memang unik, karenanya asumsinya buka puasa itu adalah mengakhiri puasa yang dilakukan oleh kaum Muslimin. Tapi sore itu, justeru hadir bersama di antara lima ratusan Muslimin di Jamaica Muslim Center puluhan non Muslim dari kalangan tetangga.

Menjelang buka puasa itu saya tiba-tiba saya dikejutkan oleh seorang murid saya yang baru masuk Islam seminggu menjelang bulan puasa. Namanya Carissa Hansen. Beliau yang telah saya ceritakan proses Islamnya terakhir kali. Bersama beliau juga datang seorang gadis belia yang nampak sangat muda. Dengan jilbabnya rapih, saya menyangka dia seorang gadis Libanon atau Palestina.

Setelah menyampaikan ucapan selamat datang, gadis tersebut memperkenalkan diri dengan malu-malu. “Hi, I am Jessica”. Tentu dengan ramah saya balas sapaannya dengan “Hi, how are you? Welcome to our event!”.

Tiba-tiba saja Carissa menyelah bahwa Jessica ini ingin sekali tahu Islam. Rupanya Jessica bekerja merawat orang-orang “handicapped” (cacat) di kota New York. Dalam salah satu kelas khusus bagi orang-orang cacat inilah, Jessica bertemu dengan Carissa yang baru sekitar 2 minggu masuk islam. Carissa yang memang bersemangat itu menjelaskan kepadanya siapa dia dan Islam yang dianutnya.\

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Kisah Muallaf, Perjalanan Hidup | 20 Comments »

A China Town Lady

Posted by Heri Setiawan pada Oktober 24, 2006

Kisah Mualaf

Senin akhir bulan Oktober 2006, usai mengikuti ceramah, profesor Antropologi di City College, sebuah universitas negeri kota New York itu menyatakan memeluk Islam.

Pertama kali wanita ini datang ke kelas Islamic Forum for non Muslims (Forum Islam untuk non-Muslim) saya sangka sekadar iseng. Dia datang tapi hanya duduk sebentar, lalu meninggalkan ruangan. Minggu selanjutnya datang lagi. Akhirnya saya bertanya padanya dalam bahasa Inggris, “Siapa Anda dan apakah tertarik belajar Islam?” Dia menjawab, “Ya, saya merasa disconnection.”

Ia mengaku disconnected (tidak nyambung) karena menganggap saya selalu berbicara tentang Islam dan agama lain, tapi agamanya tidak pernah disebutkan.

Saya baru paham bahwa ia adalah seorang penganut Budha. Sementara dalam kelas, biasanya saya lebih berkonsentrasi pada agama Kristen, Katolik, dan Yahudi.

Sejak itu, setiap kali dia hadir di kelas, saya selalu menyebutkan beberapa kaitan diskusi dengan agama-agama lain, termasuk Budha. Misalnya bagaimana agama Budha menitikberatkan ajarannya pada “alam” dan “spiritual”, yang sesungguhnya Islam lebih jauh memperhatikan hal-hal tersebut tapi dengan pendekatan yang balanced (imbang). Secara khusus, saya sempat memberikan hadiah sebuah buku milik Harun Yahya berjudul Islam and Budhism.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Kisah Muallaf, Perjalanan Hidup | 2 Comments »

Mr. Toshiro Kobi mendapat hidayah Allah SWT

Posted by Heri Setiawan pada Oktober 10, 2006

Kisah MualafAlhamdulillah, telah kembali kepada islam, Presiden Direktur Pengelola Kawasan MM 2100 Mr. Toshihiro Kobi. Beliau masuk islam dihadapan Ketua MPR DR. Hidayat Nur Wahid, MA., Lc. dan jamaah masjid AHM (Astra Honda Motor) plant-3.

Mr. Toshihiro Kobi ini terhitung baru menjabat sebagai Predir PT. MMID (Pengelola kawasan MM2100 Cibitung) baru kurang lebih 1 tahun, namun beliau sangat lancar berbahasa Indonesia.

imageKetertarikan Beliau terhadap Islam juga terbilang baru, menurut cerita dari yang kerja disitu. Beliau juga yang mendorong dan memberikan dukungan penuh atas pembangunan Masjid Raya Baitul Mushafa ini setelah sempat direncanakan 16 tahun yang lalu namun karena dukungan dari Managementnya kurang maka tertunda.

Syahadat Beliau dilakukan di Masjid PT AHM didepan Pak Hidayat, sebelumnya Pak Hidayat melakukan peletakan batu pertama pembangunan Masjid ini dan kemudian menjadi Khotib Jum’at di Masjid AHM.

Rencana masuk Islamnya sendiri sebenarnya tidak dijadwalkan saat itu, namun ternyata Pintu Hidayah Allah datang lebih cepat menyelamatkan beliau. Sesaat setelah selesai Sholat Jum’at, melalui seorang Direkturnya yang juga Ketua Panitia Pembangunan Masjid tsb, Beliau meminta untuk segera mengucapkan Syahadat didepan Pak Hidayat.

Subhanallah, Allahuakbar, orang-orang yang hadir begitu kaget karena tentunya masuk Islamnya orang nomor 1 dikawasan dengan 100 lebih perusahaan asing (Jepang terutama) yang berada dikawasan ini tentunya menjadi sebuah nilai kondusif yang baik terhadap perkembangan Islam, ditengah-tengah gencarnya serangan terhadap Islam.

KeIslaman Mr.Toshihiro Kobi ini disambut gembira oleh para Direktur beserta karyawannya serta rekan-rekan Jepangnya yang sebelumnya telah memeluk Islam.

Ditulis dalam Kisah Muallaf, Kristologi, Perjalanan Hidup | 12 Comments »

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 62 pengikut lainnya.