Sebuah Catatan Kecil

We are agree that Knowledge is FREE…

Kungfu Ala Ustadz

Posted by Heri Setiawan pada Mei 3, 2007

ThifanThifan Po Khan Tsufuk

INDRA, seorang mahasiswa angkatan 2001 STT Tekstile Bandung, mengaku suatu hari terperangah melihat kakak seniornya yang berbadan gemuk tengah berlatih silat dengan sangat lincah dan beruntun bak Sammy Ho, jagoan kungfu Hong Kong di layar perak. Ditambah dengan penjelasan kakak seniornya mengenai falsafah perguruan ini, membuat Indra –yang mengaku awalnya antisegala bentuk bela diri — esoknya tertarik mendaftarkan diri sebagai anggota perkumpulan bela diri yang belakangan dia tahu bernama Thifan Po khan ini.

Selain keindahan bentuk jurusnya, terhadap bela diri itu Indra tertarik pada konsep Islam “lurus” yang dipegang perguruan. Hal ini menurut dia bisa dilihat pada poin pertama sumpah anggotanya. Anggota bersumpah untuk tidak menyekutukan Allah dan melakukan semua perbuatan yang melanggar agama Islam. Di poin yang lain, anggota dilarang untuk fanatik terhadap suatu golongan (ashabiyah) serta menggunakan lambang, upacara, atau penghormatan yang tidak sesuai ajaran agama Islam dalam setiap latihannya.

Tidak hanya Indra yang tertarik konsep perguruan, Fajar mahasiswa F-MIPA Unpad pun berujar sama, “Yang membedakan perguruan ini dengan yang lainnya adalah tata cara latihan yang bersih dari syririk dan takhayul.”
Fajar, yang sebelumnya menekuni Wushu, merasa berat melanjutkan latihannya, karena setelah berada di level yang tinggi diharuskan untuk melakukan penghormatan kepada arwah leluhur. Sesuatu yang menurutnya tidak masuk akal. Fajar dan beberapa mahasiswa lainnya, kemudian mulai memilih aktif di Lanah (dojo) Thifan Tsufuk Unpad Jatinangor.

Salah satu lanah Thifan Po Khan, yaitu Tsufuk telah berkembang ke banyak daerah di nusantara melalui kampus-kampus. Tercatat dari Salman ITB, UGM Yogyakarta, hingga Universitas Mahawarman di Kalimantan sebagai cabangnya.

Sebagian besar anggotanya berasal dari kalangan mahasiswa. Hal ini ditengarai karena sifat mahasiswa yang kritis terhadap apa pun yang mereka perbuat. Terutama di bela diri, hal ini terkait dengan ritual atau penghormatan yang seringkali tidak disadari anggotanya merupakan bentuk ibadah agama asal penyebar ilmu bela diri tersebut. “Di Thifan, penanaman falsafah untuk tidak berlaku asal ikut tanpa tahu artinya, itulah salah satu yang diajarkan,” tutur Fajar.

 

Bela diri Islam

Thifan Po Khan, dalam terjemahan bebas berarti kepalan (pukulan) tangan para bangsawan Thifan. Kata thifan merujuk pada Kota Thurfan, suatu daerah di Provinsi Xinjiang Cina Utara, tempat bela diri tua ini berkembang. Menurut Ustadz Habiburrahman (pelatih utama Thifan Tsufuk), Thifan merupakan hasil perpaduan beragam aliran bela diri suku-suku Muslim di dataran Saldsyuk Rusia hingga dataran Cina beratus-ratus tahun yang lalu. Tak heran bila Thifan memiliki perbendaharaan yang sangat lengkap dalam jurus tangan kosong hingga senjata. Dari teknik tinju suku Wigu di Turki, gulat tartar ala Mongol, hingga permainan pedang yang ilmunya berasal dari Kungfu para biksu muallaf.

Dalam penyebarannya, Thifan digunakan para bangsawan Thurfan untuk membela diri dari serangan musuh ketika menyampaikan dakwah Islam di dataran utara Cina dan Rusia. Kemudian, sempat berkembang menjadi bela diri resmi tentara Kesultanan Ottoman Turki, di abad XVII. Pasukan resmi ini pernah mengajarkannya pada bangsawan-bangsawan Sumatra atas undangan Sultan Malik Mufazar Syah dari Kerajaan Lamuri.

Kemunculannya kembali di akhir abad XX di Indonesia, dipelopori Ustadz Ade, seorang dokter di Bandung yang mengajarkan Thifan pada mahasiswa dan pelajar di pesantren Persis Bandung awal tahun 70-an. Jurus-jurus pun berkembang. Di tahun 2000, Ustadz Habiburrahman yang merupakan murid langsung Ustadz Ade, mereduksi gerakan latihan dan jurus yang tidak sesuai kaidah kesehatan olah raga.

Kini, lanah-lanah Thifan pun bertebaran di masjid-masjid kampus tempat para aktivis Islam kampus beraktivitas. Pernyebarannya tak pernah surut, berkembang seiring berkobarnya semangat para aktivis Islam kampus meneriakkan konsep Islam yang kaffah.

heykal sya’ban
kampus_pr@yahoo.com

http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2006/112006/02/kampus/ukm.htm

Sumber Artikel: Thifan Amikom

About these ads

15 Tanggapan to “Kungfu Ala Ustadz”

  1. ichsanmufti berkata

    Sadap. Saya pernah ikut mas (ngacungin jari)

    Tapi sekarang gak lagi.. :P

  2. Shan-in Lee berkata

    [...]Anggota bersumpah untuk tidak menyekutukan Allah dan melakukan semua perbuatan yang melanggar agama Islam.[...]

    Apa ini hanya terbatas pada anggota yang beragama Islam saja?

  3. Heri Setiawan berkata

    iya benar, hanya untuk muslim saja karena itu adalah persyaratan…

  4. kunderemp berkata

    melihat kakak seniornya yang berbadan gemuk tengah berlatih silat dengan sangat lincah dan beruntun bak Sammy Ho, jagoan kungfu Hong Kong di layar perak.

    Sammo Hung.. bukan Sammy Ho

  5. kunderemp berkata

    Kata thifan merujuk pada Kota Thurfan, suatu daerah di Provinsi Xinjiang Cina Utara, tempat bela diri tua ini berkembang.

    Xinjiang = Cina Utara?
    Antara aku yang perlu belajar geografi lagi atau ustadz Habiburrahman yang perlu melihat lagi.

    Lagipula, nama Xinjiang sendiri bukannya agak-agak merendahkan suku-suku di sana yah?

    nama lain:
    - Taklamakan (walau sebenarnya ini cuma sebagian kecil)
    - Sherqiy Türkistan atau Turkistan Timur.

  6. wan-setia berkata

    Asswrwb “ilmu anugrah dari Allah, mendapat kesempatan untk mengenal,mempelajari dan mengajarkan/mengamalkan ilmu tersebut dengan niatan suci untuk menegakkan agama Allah, adalah anugrah yang tiada tara.” ana tamid thifan Lanah UNMUL Samarinda Kaltim, selamat berlatih,tetas istiqomah, semoga menjadi sarana kita untuk syahid dijalanNya.Amiiin..

  7. paryono berkata

    asw.
    di jambi sudah ada belum ya cabangnya.? kalau belum gimana caranya biar kawan2 dijambi bisa mempelajarinya
    sukron
    was..

  8. Heri Setiawan berkata

    bisa ditanyakan ke http://www.thifan.amikom.info yak…
    hiks, nyerahin kepada ahlinya yang sering online… :D

  9. suhendar berkata

    di jakarta dimana tempat latihannya?sy sgt brminat utk ikut.trmksh..

  10. heri setiawan berkata

    bisa dicek di http://thifan.amikom.info
    tempat2 latihan di indonesia ada disana, kalau ada info tambahan bisa diberikan di http://thifan.amikom.info

  11. Firmansyah berkata

    Saya tertarik utk berlatih kungfu muslim ini, tlg carikan info alamat latihannya di daerah pekanbaru riau ya. Thanks a lot. Wassalamu’alaikum

  12. Saifullah berkata

    Ngorol ringan tentang Thifan Po Khan, kunjungi saja http://thifan-saif.blogspot.com/

  13. Assalamu’alaikum

    Salam kenal ya, saya dulu pernah berlatih kungfu di Solo. Saat ini beladiri yang saya tekuni yaitu aikido, dan sekarang saya lagi mencari perguruan kungfu didaerah pekanbaru untuk berlatih lagi, apa ada yang bisa membantu?
    Kalo ada tolong kirim infonya ke kualitas_oke@yahoo.co.id yach…

    Jazakumullah khoiron

  14. heri berkata

    Wa’alaykumussalaam…,
    coba cari informasi di http://www.thifan.amikom.info mas

  15. barly berkata

    brp bayarnya dan alamat anda dimana???tolong bls cepat!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 62 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: