Sebuah Catatan Kecil

We are agree that Knowledge is FREE…

Antara “LA” dan “LAA”…, Samakah..?

Posted by Heri Setiawan pada Juni 14, 2007

Hmmm…,

Permasalahan klasik…
Hanya masalah panjang dan pendek dalam pengucapan, tetapi mempunyai arti yang berlawanan. Mungkin dari sinilah pentingnya membaca Qur’an dengan tartil, dengan makhraj huruf yang benar dan juga pentingnya ilmu tajwid.

Kembali ke masalah awal,
Antara “LA” dan “LAA”, apakah mempunyai arti yang sama..?

Saya coba menggunakan software kamus Arab-Inggris untuk membuktikannya, dan ini dia hasilnya:

LA = Sungguh, benar-benar
LAA = Bukan, tidak, jangan

Hmmm…, ternyata mempunyai arti yang berlawanan ya…?

Saya berikan contoh lain yak..,
Perhatikan kata ini:

Lalu bandingkan dengan kata ini:

Wow…, keren …

Kalb = Anjing
Qalb = Hati

Jangan ganti huruf “Q” dengan huruf “K” ya, kalau salah bisa berabe tuh… Yah semoga kita lebih berhati-hati dalam pengucapan panjang-pendek huruf dan mencoba mempelajari makhraj huruf lebih dalam lagi… Lancar baca Qur’an bukan jaminan itu benar, walaupun masih terbata-bata asal pengucapan bunyi huruf dan panjang pendek huruf benar insyaAllah itu lebih baik.

“Lambat asal selamat”, mungkin ungkapan itu paling tepat digunakan ketika kita membaca Qur’an…

Download kamus Arab-Inggris disini

Iklan

16 Tanggapan to “Antara “LA” dan “LAA”…, Samakah..?”

  1. Nayz said

    kita memang harus teliti
    hal kecil bisa berakibat fata ;p

  2. Agam said

    Jadi inget Usama bin Ladin.
    Ada yang menganggap Usama itu Atheis. Tidak beragama.
    Karena namanya Laadin, jadi arti namanya menjadi Tidak memiliki agama, din berarti agama.
    Itu salah mengartikan. Karena La disini pendek bukan panjang. Jadi Ladin berarti benar2 beragama, atau sunguh2 beragama.
    Ini aku denger dari ceramah di Masjid, dah lama sekitar 4 tahun yang lalu, waktu gencar2nya berita WTC.

  3. peyek said

    sangat mencerahkan! ditunggu posting-posting selanjutnya

  4. raffaell said

    Thanks atas kamus nya, cool, pengen belajar basa arap

  5. Heri Setiawan said

    Yup, saya angkat artikel ini setelah membaca forum yang kaya’nya kok nggak pas antara “la” dan “laa”

  6. thanks dae mampir di blog saya…

    baik…baikk…

  7. xwoman said

    nice post 😉
    sangat bermanfaat

  8. arul said

    wah pelajaran berharga nih… 🙂

  9. paryono said

    asw kita tunggu yang lainnya was….

  10. sebenarnya masih ada la lainya seperti la untuk taukid, ta’lil dsb 🙂

  11. az&fa said

    Jadi inget Usama bin Ladin.
    Ada yang menganggap Usama itu Atheis. Tidak beragama.
    Karena namanya Laadin, jadi arti namanya menjadi Tidak memiliki agama, din berarti agama.
    Itu salah mengartikan. Karena La disini pendek bukan panjang. Jadi Ladin berarti benar2 beragama, atau sunguh2 beragama.
    Ini aku denger dari ceramah di Masjid, dah lama sekitar 4 tahun yang lalu, waktu gencar2nya berita WTC.

    Tulisan Usamah Bin Laden…
    Laden … La-nya memang panjang
    Tapi den-nya Pendek
    Artinya?
    Kadang-kadang nama-nama orang tidak bisa diartikan apalagi nama keluarga (suku) banyak yang tidak berarti..
    أسامة بن لادن

  12. Heri Setiawan said

    @ichsan,
    Yup… sebenarnya masih banyak contohnya…
    Contoh sederhana (dan mudah dipahami) diatas untuk penegasan pentingnya ilmu tajwid.. 😀

    @az&fa,
    Yak saya setuju, tapi tetap saja memberi nama yang jelas itu akan lebih baik ya… 🙂

  13. kangabuy said

    bagaimana dengan lam, laisa, lan coba lihat terjemahan alquran maknanya sama

  14. Heri Setiawan said

    @kangabuy
    saya kurang tahu masalah yang detail mengenai bahasa arab…

  15. Agung said

    @kangabuy: setahu saya terjemahan di mushaf yang umum (depag RI) nggak semuanya murni alih bahasa dari bahasa Arab, bisa berupa tafsir.Jadi sepertinya ga bisa full memahami bhs Arab dari terjemahan itu, allahu a’lam. Nb: bales kunjungan ni kang Heri 🙂

  16. Ahmad Abu Faza said

    Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah : “Dan sesungguhnya bahasa Arab itu sendiri bagian dari agama dan hukum mempelajarinya adalah WAJIB, karena memahami Al-Kitab dan As-Sunnah itu wajib dan keduanya tidaklah bisa dipahami kecuali dengan memahami bahasa Arab”

    Firman Allah, “Sesungguhnya Kami telah jadikan Al-Quran dalam bahasa Arab supaya kalian memikirkannya.”(Yusuf : 2)

    jadi memang sudah seharusnya bagi seorang muslim mencintai bahasa Arab dan berusaha menguasainya…

    Wassalam
    Abu faza

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: