Sebuah Catatan Kecil

We are agree that Knowledge is FREE…

Hati-Hati..! Syirik Dalam Lagu Cinta

Posted by Heri Setiawan pada Agustus 11, 2007

shalat anak kecilDan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.” (Luqman: 13)

Lagu-lagu pop Indonesia semakin hari semakin “mencengangkan”, mulai dari lirik lagu yang terkesan “menuhankan” cinta sampai kepada penampilan serta aksi-aksi yang sangat-sangat keluar batas dan membuat terlena akan tujuan hidupnya. Memang sih dari segi kemajuan blantika musik Indonesia, kita mungkin terdepan…tapi dari segi moralitas anak muda, mungkin kita juga yang terbobrok… Apakah kemajuan musik mempengaruhi moralitas generasi penerus bangsa..? Wallahu a’lam…

Lagu cinta memang melenakan, terutama bagi mereka yang baru jatuh cinta atau putus cinta… Karena keterlenaan itulah mereka tidak sadar kalau lagu-lagu yang mereka nyanyikan bisa membuat mereka jatuh pada kesyirikan. Saya coba googling mencari lirik-lirik lagu percintaan yang mengandung unsur syirik, menduakan Allah dengan “cinta” dan “kekasih” yang sifatnya cuma sementara.

Dan ini adalah beberapa contoh lirik lagu percintaan bermasalah:

Kubiarkan senyumku menari di udara
Biar semua tahu kematian tak mengakhiri cinta
Apalah artinya hidup, tanpa kekasihku
Percuma ku ada disini
(agnes monica-tanpa kekasihku)

Hanya cinta yang mampu begitu
Tiada di dunia yang dapat buatku merasa
Yang kucoba katakan tak dapat hidup tanpamu
(Same Same/Ft. Audy – Without You)

Bagaimana mestinya membuatmu jatuh hati kepadaku
T’lah kutuliskan sejuta puisi meyakinkanmu membalas cintaku
Haruskah ku mati karenamu, terkubur dalam kesedihan sepanjang waktu
Haruskah kurelakan hidupku hanya demi cinta yang mungkin bisa membunuhku
(Ada Band- Haruskah Kumati)

Hidupku tanpa cintamu
Bagai malam tanpa bintang

Cintaku tanpa sambutmu
Bagai panas tanpa hujan
(Dewa – Risalah hati)

Engkaulah hidupku
Hidup dan matiku
Tanpa dirimu
aku menangis

Kukenang dirimu
(Ari Lasso-Lirih)

Entah dimana dirimu berada
Hampa terasa hidupku tanpa dirimu
Apakah disana kau rindukan aku
Seperti diriku yang selalu merindukanmu
Selalu merindukanmu
Tak bisa aku ingkari
Engkaulah satu-satunya
Yang bisa membuat jiwaku
Yang pernah mati
Menjadi berarti
(Ari Lasso-Hampa)

Aku… ku begitu menginginkanmu
Takkan mampu hidup tanpamu
Mengertilah
(Tahta-Tempat Yang Paling Indah)

Disini sendiri jauh darimu
Kulewati malam sepi menghujam
Tanpamu kurasakan mati
Tak seperti saat kau disisi
Ku merindukanmu..
(??? – Merindukanmu)

So what the next..?
Bagi temen-temen sesama anak muda :D , hindarilah lagu-lagu cinta yang sementara itu… Kalau bisa tinggalkanlah sepenuhnya…kalau belum bisa, alihkanlah ke lagu yang lebih baik yang bisa mengingatkan kepada pemberi cinta sejati… Okey…

About these ads

40 Tanggapan to “Hati-Hati..! Syirik Dalam Lagu Cinta”

  1. mr lekig berkata

    mohon maaf sebelumnya,

    menurut saya, tidak ada yg salah dengan semua lirik2 itu. Saya rasa tidak masalah kita mencintai seseorang, bagaimanapun caranya. Bagaimana kita bisa hidup tanpa cinta? dan bila dihubungkan dengan tuhan, saya mencintai tuhan.. Jadi ajakan anda untuk menghindari, bahkan meninggalkan lagu-lagu itu saya rasa kurang tepat.

    Salam,

  2. Heri Setiawan berkata

    masa’ sih mencintai seseorang sampai segitunya..? tidak bisakah hidup tanpa “do’i”, itu mah sudah menyetarakan namanya…

  3. parsimurgh berkata

    saya setuju mr lekig. aynul qudhat mengatakan “semalam pujaanku meletakan tangannya di dadaku, dia telah merampas hatiku dan meletakan sebuah cincin budah di telingaku” “aku berkata, kekasihku aku menangis karena cintamu! ditekannya bibirnya di bibirku dan itu membuatku diam”

  4. abu muhandis berkata

    saya setuju, memang lagu2 itu sudah dapat dikategorikan menuhankan sesuatu selain Allah. sesuai dengan pendapat syech imam yusuf qorodowi. perbuatan syirik yg dilakukan oleh lisan dan dapat menggugurkan syahadat.
    lebih jelas silahkan buka qur-an dan cari penjelasan di hadist
    n pendapat para imam besar.

    salam da’wah

  5. heri berkata

    syirik zhahir. Jenis ini meliputi ucapan dan perbuatan fisik yang menjadi sarana menuju syirik akbar. Bisa juga diartikan dengan ucapan dan perbuatan yang disebut sebagai syirik oleh dalil-dalil syariat akan tetapi tidak mencapai tingkatan tandid/persekutuan secara mutlak. Contohnya adalah bersumpah dengan menggunakan selain nama Allah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barang siapa yang bersumpah dengan menyebut selain nama Allah maka dia telah kafir atau berbuat syirik.” (HR. Tirmidzi, beliau (Tirmidzi) menghasankannya, dan dishahihkan juga oleh Al Hakim). Contoh lainnya adalah mengatakan,

    مَا شَاءَ اللهُ ثًمَّ شِئْتَ

    “Apa pun yang Allah kehendaki dan yang kamu inginkan.”

    Ketika ada seseorang yang mengatakan ucapan itu kepada beliau, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam marah dan bersabda, “Apakah engkau hendak menjadikan aku sebagai sekutu bagi Allah?! Katakanlah Apa pun yang Allah kehendaki, cukup itu saja.” (HR. Nasa’i)

    Atau mengatakan, “Seandainya bukan karena dokter maka saya tidak akan sembuh”, dan lain sebagainya.

    sumber: muslim.or.id

    Coba bandingkan dengan lirik lagu diatas (sebagai contoh saja-masih banyak yang sejenis bahkan lebih parah)

    Saya tahu mungkin meninggalkan hal itu tidak mudah karena saya pun pernah mengalaminya… step by step aja insyaAllah bisa, masa’ orang seperti saya aja bisa tapi temen2 yang baca postingan ini ndak bisa..?

    Katakanlah bahwa yang benar adalah benar dan yang salah adalah salah…walaupun (mungkin) tidak menyenangkan bagi (hawa nafsu) kita…

  6. LINGGISSEJATI berkata

    kalo kita masih suka melagukan cinta…..cinta bisa berubah rubah ! hal yang manusiawi, ayat yang jelas tertulis di mushaf al Quran pun dilagukan dengan nama tilawah atas dasar keindahan untuk diperdengarkan disampaikan dan ibadah….lalu syair selain itu disebut nyanyian…

    jika kita masih hidup…akan dekat dengan lagu dan musik…hati hati memperdebatkan masalah ini, perbanyaklah dzikrulloh yang sebenarnya dibanding menyukai lagu/nyanyian atas nama cinta

  7. A-isy berkata

    hm..klo saya sih masih suka lagu dan musik sih. Tapi sekarang sedang berusaha beralih ke nasyid dan instrumen aja. meskipun lagu barat slow sama asia masih suka di dengar. tapi cuma di dengar sih, soalnya ga ngerti artinya.

    itu salah jg ya?
    soalnya klo langsung berhenti dari lagu juga agak susah. harus bertahap.

  8. retnoarum berkata

    Assalamualaikum.
    he..he..he…lagu cinta lagi…lagu cinta lagi..capee deeechh…!!!
    lagu cinta bisa bermasalah kalo yg ngedengerinya emang bermasalah juga maksudnya kalo seandainya dia lagi jatuh cinta or abis patah hati. nah…di situlah lagu bisa berperan.kita bisa senyum2 sendiri or nangis2 bombay. dan tanpa sadar suka ngomong “nich lagu gue banget sich!!…kok kamu tega sich tinggalkan daku seorang diri…” jadilah disitu Allah terlupakan di hati. kalo udah gitu wassalam dijamin seharian yg akan diingat si doi mulu.mau makan teringat padamu..mau minum teringat padamu..(lho..lho..itu lagu juga yach?)wes lah pokoke ora ngejamin nak ngrungone lagu tresno iso nenangne ati.
    saya ada sedikit tips buat yg masih suka dengerin lagu cinta.tapi wallahualam yach apa yg saya utarakan ini benar or salah. jujur nich saya juga terkadang masi dengerin lagu cinta.tttaaappiii….berhubung saya tdk ada yg spesial dihati alias tdk ada pacar.ya lagu itu terkadang coba saya alihkan ke Allah.maksudnya lirik2 yg ada kekasih hati,atau aku cinta padamu,aku tdk bisa hidup tanpa kamu,dlll dialihkan dengan mengingat Allah. karena pada hakekatnya cinta sejati kita adalah Allah SWT. kita tidak bisa hidup tanpa Allah, AKu cinta pada ALlah,,tapi lagu islami tetap yg terbaik. iso nenangne ati.ora bikin nelongso.yah kalo penddapat saya salah mohon maaf aja yach.
    WES…EWES…EWES…NASYID IS THE BEST…

  9. nuke berkata

    Assalamualaikum
    Thanks for Heri Setiawan yang telah mengingatkan aku. Benar, kalo kita lagi jatuh cinta, rasanya lagu-lagu cinta itu menyentuh banget dan tanpa sadar kita terlena dan melupakan Pembuat Cinta. Bahkan bila aku punya suami ntar, gak boleh mencintai melebihi cinta kita pada Allah. Tp bukankah cinta pada suami beda ama cinta kita ke Allah. Bagaimana Kak Heri Setiawan??? Aku tunggu tanggapannya…

    Wassalam

    Nuke

  10. penyet berkata

    Wa’alaykumussalaam Warahmatullaahi Wabarakaatuh,
    Alhamdulillah kalau tulisan ini ada manfaatnya :D .

    Hmm,
    Cinta suami…? lihat dulu suaminya.. :)
    Pada dasarnya, makna “cinta” itu sama artinya, baik cinta kepada Allah maupun cinta kepada suami…

    Cinta kepada Allah maupun cinta kepada suami khan dibuktikan dengan keta’atan yah? Dan sudah sangat jelas bahwa suami tidak akan bisa dibandingkan dengan sang Pencipta, dan cinta sang Pencipta kepada kitapun sangat-sangat jauuuuhhhh melebihi cinta suami kepada Nuke.

    Lalu bolehkah kita cinta kepada suami..? Wah itu harus, insyaAllah ridha Allah itu bersama dengan ridha suami jika suami tersebut taat kepada Allah… jadi cintailah suami agar mendapatkan ridha Allah, dan insyaAllah suami pun akan semakin senang kepada istri.

    Dalam suatu hadits dikatakan bahwa jika ada suami memandang istrinya dengan kasih sayang dan istri memandang suaminya dengan kasih sayang, maka Allah akan memandang keduanya dengan kasih sayang. Bayangkan tuh, kasih sayang Allah gedhenya seberapa coba…?

  11. nuke berkata

    Assalamualaikum..

    Thanks tanggapannya Mas Penyet… Jd lebih ngerti nih. Trus kalo kita pacaran itu namanya cinta apa…Cinta pra pernikahan itu mestinya kayak apa??

    Wassalam

  12. heri setiawan berkata

    Wa’alayumussalaam, afwan kemaren login ke WP sbg “penyet”

    Baik pernikahan maupun pacaran itu kemungkinan bisa karena masalah “nafsu”. Perbedaannya, kalau nafsu itu di”salur”kan pada tempat yang halal, maka itu akan menjadi pahala sedangkan jika disalurkan pada tempat yang haram, maka akan menjadi dosa…
    Jadi cinta dalam pernikahan dan cinta pada pacaran bisa dikatakan SAMA, cuma penyalurannya TEPAT atau TIDAK TEPAT. Menurut saya seperti itu.

    Cinta pra pernikahan itu mah normal-normal saja, yah mungkin diperlukan “manajemen cinta” yak :D . Cinta “pra” pernikahan menurut saya mestinya dibuktikan dengan “lamaran” atau “khitbah” bagi laki2, tapi kalau belum mampu ya…ditahan dulu deh… :D kalau bagi akhwat sih, persiapkan diri jadi ibu/istri, banyak2 menuntut ilmu dan…jaga selalu dirimu untuk “calon” suamimu.. :D . Kalo untuk ikhwan, kerja keras cari ma’isyah biar cepet dapet Aisyah, jangan cuman ngeblog doank :D, hiks… kena deh sama ucapan sendiri…. :(

  13. nuke berkata

    Assalamualaikum…

    Thanks untuk heri setiawan / penyet ato apa sajalah…
    Sorry baru baca profil kamu, ternyata kamu masih 23 th…He..he..Masih dibawahku, tp soal ilmu agama kamu mah lebih ngerti. Hebat atu…
    Di jaman sekarang masih ada pemuda yang ngerti, ngeehh soal agama, patut aku acungkan 2 jempol.
    Ya masalahnya sekarang pacaran dah jadi trend n itu harus ada n kudu dilalui sebelum menikah ( itu yang aku tangkap dari lingkungan aku sekarang ini ). Nah, kebanyakan bentuk pacarannya juga dah nyerempet2 alias bikin dosa… N sulit untuk “cinta” yang kayak gini ini. Emang benar perlu managemen cinta, but…. sulit melaksanakannya….. ( walo itu dah kdang kita atur dalam hati sedemikian rupa )…
    Semoga kamu mah gak pernah merasakan cinta yang kayak gini, cinta setengah mati tp bukan pada istri / suami. Aduh, kalo dah putus, merananya setengah mati juga… Dan lagu2 cinta tentang patah hati menambah pilu. Wah, wah…
    Sekarang mah sulit nyari calon suami yang baik ahlaqnya. Cewek sebagai istri kan perlu dibimbing. Kalo aku sih, pengin nyari suami yang bisa bawa aku bahagia dunia n akherat…
    Coba kamu bikin managemen cinta untuk orang yang jatuh cinta juga untuk yang patah hati… Pasti berguna banget, Ok..

    Wassalam

  14. Heri Setiawan berkata

    Ini ada bukunya :D
    http://www.adicita.com/detail.php?UnMgL2Z1dkJ0MS9LdkFiUjRmbEVnYQ%3D%3D=

  15. nuke berkata

    Assalamualaikum…

    Emang dah baca bukunya ??? Sesuai dengan tuntunan agama Islam gak ???

    Wassalam

  16. retnoarum berkata

    akhi hery…mo jadi dokter cinta ya? :)
    kayaknya penjelasanya dalem banget…nuke akhi hery dah punya pengalaman tuch tapi duulluuu banget.afwan ya akhi..

  17. nuke berkata

    Assalamulaikum…

    Meskipun dah dulu, tapi kan masih terasa sampe sekarang… He…he.. Perihnya juga manisnya ??
    Buat bung heri, please bagi ilmunya cara bikin blog. Soale aku kan juga pengin nulis, siapa tau berguna bagi pembaca….
    Tolong kirim ke e-mailku : nn.nuke@yahoo.co.id
    Please…Please….

  18. heri setiawan berkata

    @retnoarum
    Kata orang sih, kalo lom punya pengalaman tu ndak bisa merasakan apa yg mungkin sedang orang lain rasakan.

    Kalo saya lom punya pengalaman masalah ini, tentu saya tidak bisa menuliskan artikel ini dengan mudah, dan cenderung “melihat dari satu sisi” saja dan itu menurut saya mah kurang adil karena terkesan menghakimi. Kalo punya pengalaman kan enak karena sama2 pernah merasakan :D

    @nuke,
    Iip Wijayanto, penulis buku “Manajemen Cinta” biasa ngisi khutbah jum’at, juga kajian2 islam terutama menyangkut masalah remaja. Lom baca sih bukunya, tapi pernah lihat pengarangnya waktu ngisi khutbah jum’at. :D

    Kalo masalah blog, mungkin bisa sign up dulu ke blog http://wordpress.com , kemudian bikin blog, sama muter2 dulu ke bagian dashboard. Kalo ada pertanyaan bisa disampaikan ke heri@amikom.info . Seminggu atau 2 minggu kedepan mungkin saya “cuti” dulu ngeblognya…

  19. nuke berkata

    Assalamualaikum….

    Bung Heri, tolong liat blog-ku : n-nuke.blogspot.com
    N kasi saran, dan kritik…….. Tks.

    Wassalam

  20. Heri Setiawan berkata

    Wa’alaykumsalaam
    Kalo saran saya mah…, pake wordpress aja…
    Wordpress is the best untuk layanan blog gratisan. Traffic di google juga tinggi sehingga mudah mendapatkan pengunjung. Bukannya blog dibuat untuk dikunjungi dan dibaca orang? :D

  21. nnuke berkata

    Asslamualaikum…
    Bung Heri… Dah aku ikutin sarannya. Liat nnuke.wordpress.com
    Gmn cara menampilkan kolom komentar ?? Tks

    Wasslam

  22. nnuke berkata

    For : Retnoarum

    Assalamualaikum…

    Kayaknya kita kehilangan Bung Heri, mungkin lagi sibuk mudik…. :-(

    Wassalam

  23. danu wijaya berkata

    Assalamualaikum. wr.wb
    luar biasa…….

  24. Heri Setiawan berkata

    @nuke
    Wa’alaykumussalaam,
    Coba di cek dari Dashboard>>Presentation/Tampilan>>Widgets

  25. nnuke berkata

    Asslamualaikum….

    Bung Heri, bagaimana cara menampilkan komentar tanpa moderasi ??

    Wassalam

  26. Heri Setiawan berkata

    http://alikhwan.wordpress.com/wp-admin/options-discussion.php
    dari link itu, ganti aja alamat blognya… ada 2 opsi yang diubah…

    yang ini diubah:
    Sebuah komentar ditahan untuk moderasi
    Administrator harus selalu menyetujui komentar.

  27. nnuke berkata

    Assalamualaikum….

    Untuk modus penglihatan komentar gak bisa diubah. Atau emang untuk saat ini wordpress memberlakukan semua komentar dimoderasi ??

    Wassalam

  28. heri setiawan berkata

    Wa’alaykumussalaam,

    nggak, punya saya langsung tanpa termoderasi kecuali yang terindikasi sebagai spam dan banyak link dalam komentar.

    untuk default, memang semua komentar dimoderasi pemilik blog, tapi ya bisa di”disable” moderasinya…

  29. retnoarum berkata

    @nuke
    waalaikumsalam.wr.wb
    yup senangnya…abis mudik nich ke wonogiri gituu…met idul fitri yach.walau agak telat tapi kan masih bulan syawal.

    untuk akhi hery setiawan
    H : Hari ini ingin kuucapkan padamu
    E : Emang sich agak telat
    R : Rasanya…tetep pengen diucapain
    Y : yup…yakin dech pengen ngutarain….

    S : Selamat idul fitri 1428H
    E : E…E…apa yach? oh iya..!!!!
    T : Taqabbalallaahuminnawaminkum taqabbalallaahu ya karim
    I : indahnya hari kemenangan
    A : Akan selalu terkenang
    W : Walau kita tak pernah bersua
    A : Aku berharap tetap akan terjalin persahabatan
    N : Nantikanku dibatas waktu…(lho kok?) he..he..bercanda akhi…:)

  30. heri setiawan berkata

    hehe…ada-ada ajah… dari wonogiri toh, temen saya juga ada tuh yang dari sana…

  31. retnoarum berkata

    yup…asli 100% “PURWANTORO-WONOGIRI SUKSES”

  32. Iqbal berkata

    yah…kata Tiffany Lov Is Blind…:)
    Baru aja saya mikir-mikir…kenapa ya kita bisa mencintai seseorang?
    Ternyata memang Allah memberikan rasa cinta itu tumbuh pada diri setiap makhluk di dunia, dan kita tidak boleh mengingkarinya. Seperti kata pujangga Alm. Mashabi. ” rasa cinta, pasti ada pada makhluk yang bernyawa, sejak lama sampai kini tetap suci dan abadi…takkan hilang selamanya, sampai datang akhir masa”
    Dia adalah seorang muslim yang begitu memuja cinta. Kalau baca syair syair Jalaluddin Rumi pun tidak jauh dari cinta.
    Rosulullah juga tetap mengajarkan cinta kepada makhluk. Bahkan manusia dianggap sempurna agamanya ketika sudah menikah. Toh menikah juga akibat dari cinta.
    Tapi Allah tidak menyukai hal-hal yang berlebihan. Berlebihan secara langsung maupun tidak.
    Mungkin kita tidak mencintai kekasih kita sampe sebegitunya. Toh kita juga tidak lupa Sholat, Kita masih Syahadat, dan kita masih sadar untuk beriman pada Allah.
    Namun ketika rasa cinta itu kemudian diwujudkan dengan kata-kata, memang dampaknya luar biasa!
    Anda harus mencermati lirik dari Andra n The Backbone dengan lagu Sempurna. Atau Once yang Dealova diciptakan Opik.
    Memang rasanya rancu dengerin lirik-lirik itu. Saya sempat bingung. Apakah lirik ini diciptakan untuk sang pacar yang notabene manusia atau justru diciptakan untuk sang Kekasih Sang Kholiq karena begitu cintanya pada Allah.
    Saya sempat menangis ketika dengerin lagunya Sandaran Hati nya Letto. Ternyata setelah saya cermati benar-benar, oalah ternyata itu lirik persembahan diri makhluk pada Tuhannya lewat Sholat.
    Saya tidak ingin melarang atau mengomentari buruk tentang lagu-lagu yang liriknya ngeri itu. Saya pikir semua tergantung yang menafsirkan. Karena memang itu semua tergantung si pencipta lagu. Lagu itu mau diciptakan untuk siapa. Karena kalau mau dipkir pikir hampir 90 persen lagu di dunia ini bertemakan cinta. Karena itulah yang laku dijual. Tergantung cinta yang dimaksud cinta kepada Allah atau kepada makhluk.
    Kita semua sudah tau batasannya…
    Wallahua’lam

  33. Heri Setiawan berkata

    Yah, serahkan saja kepada yang membuat lirik lagunya… lalu bandingkan dengan yang ditangkap oleh sebagian besar pendengarnya.. lalu bandingkan lagi video klip dari lagu2 tersebut…

    Saya rasa kita semua sudah mengerti maksudnya….

  34. retnoarum berkata

    assalamualaykum…
    lagu cinta…mmm..bikin puuussiinggg…!!! alias musiknya berisik…gak karuan…. lagu nasyid meneduhkan hati…pa lagi nasyidnya yg bisa mengajak kita untuk bermuhasabah…mencoba mengingatkan hakikat kita diciptakan Allah didunia ini….yang membuat semangat….yang bisa membangkitkan ghirah…ALLAHUAKBAR…!!! :)

  35. siti berkata

    Saya setuju sama bung hery,
    memang lagu2 cinta akhir2 ini semakin menjadi-jadi…
    tapi anehnya, seperti mbak retnoarum, saya malah mengalihkan semua yg ada di lirik lagu itu jadi inget sama cinta ke Allah…
    cinta sama manusia sampe kayak gitunya, gak ada deh di kamus… hehehehehe… pissssssss….

  36. aAN hANDRIYAN berkata

    “Dan mereka tidaklah diperintah kecuali untuk menyembah Allah dengan ikhlas, lurus, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, dan itulah agama yang kokoh (dienul qayyimah”
    memang mungkin akan terasa berat untuk meninggalkan musik2 itu, tapi, memurnikan keikhlasan kita kepada Allah adalah kunci kita menggapai ridhonya, dan bukankah kesyirikan itu lebih halus daripada seekor semut hitam yang berjalan pada malam hari yang pekat,
    lirik2 diatas sangat jelas menjurus pada kesyirikan, semoga kita termasuk orang-orang yang diselamtakan dari kesyirikan, Amiin.

  37. fale berkata

    wah trnyata itu sLh y…?
    tp mnurutQ itu cm gaya bhs yg trmsuk hiperbolis sja..,
    yg brguna bwt memperindah lirik,bgtu pula lagunya, tanpa bermaksud menyekutukan Allah SWT.

    cth:”Takkan mampu hidup tanpamu” ; “Haruskah ku mati karenamu” dLL.

    dan skaLi Lagi cm gaya bhs, bkn kjadian sbnarnya(kbanyakan), hanya skedar makna kias. dan secara makna asli si-penulis ato pelantun lagu ato pendengar yg critanya hmpir sma dng kisah lagu itu ternyata msh bs hidup.
    sedangkan jk:

    “tidak bs Q hidup tanpa MU (Allah)” cntohnya,

    itu bkn skedar makna kias, tp makna sbenarnya , bukan puLa gaya bahasa (hiperbolis,metafora, dLL) tetapi memang secara makna gramatikalnya kita memang tidak bisa hidup tanpa Allah SWT, tidak bs bahagia jk Allah tdk menghendaki.

    jd mnurutku itu msh diperbolehkan.
    yaa…pLg tdk ktika aQ ndegerin lagu cinta, aQ msh bs berpikir ttg Allah, ttg kebesaranNya, tentang cintaNya, dan ttg cintaku kpdNya.

    dan smua itu kmbali kpd niatnya.

    nb:ini hanya pendapatQ, manusia yg bahkan tidk bs skaLipun men-degup-kan jantungnya tanpa seijin Allah.., manusia yang msh trus mncari ilmu, mohon bagi ilmunya.
    jk pndapat saya salah mohon koreksinya..

  38. Aini berkata

    Assalamu’alaikum…

    Kalo gitu, enakan denger lagunya Cat Steven a.k.a Yusuf Islam, ya… terutama yang “Morning Has Broken” ;)

  39. Heri Setiawan berkata

    @Fale,
    Memang sesuatu itu terasa sangat mudah untuk diucapkan dan hawa nafsu itu akan terus membawa kita kepada kesenangan dunia…

    Niat seseorang siapa yang tahu..? tapi sekali lagi saya sampaikan.. tahukah Fale niat si penyanyi atau pembuat lagu..? Sudahkah melihat video klip dari lagu itu..?

    Perlu saya sampaikan juga kalo sudah terlalu banyak Band yang membuat lagu “religi”… apakah itu mengingatkan penyanyinya kepada Sang Pencipta..? atau sekedar “karena lagunya ENAK” saja..? Wallahu’alam… saya sudah cukup banyak menyaksikan keadaan disekitar saya…

    Maaf kalo ada yang salah… semoga kita tidak membenarkan sesuatu yang salah dikarenakan hawa napsu kita…

  40. angriavan berkata

    assalamu alaikum….

    nih jg ad tambahan lirik lagu gan…

    “dan demi waktu.. yg mengulir disampingku….” (by: ungu)

    >>> berjanji selain nama Allah…

    “cinta yg mempertemukan kita…. cinta yang…” (by: Nidji)

    >>> syirik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 62 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: