Sebuah Catatan Kecil

We are agree that Knowledge is FREE…

Endra Pitowarno : Puaskah G-RUSH di posisi Runner Up ?

Posted by Heri Setiawan pada Agustus 28, 2007

Tulisan Bapak Endra Pitowarno via Milis KRI2007

===============================================

Kalah di final memang menyakitkan. Apalagi ketika merasa mampu akan dapat meredam China yang memang kokoh sejak awal namun ada celah yang sudah dapat dibaca oleh Indonesia untuk diruntuhkan keperkasaannya. Robot manual Indonesia yang lebih unggul juga menjadi andalan tim jika pencapaian
menang Victory tak memungkinkan. Robot manual Indonesia jelas lebih unggul dalam kecepatan, ketangkasan manuver dan kemampuan membalik tumpukan dengan gerakan yang memukau. Terbukti, meski kalah victory namun pada kedudukan terakhir robot manual Indonesia ini telah mampu meletakkan 3
pearl di posisi luar sementara manual China baru meletakkan satu.

Robot otomatis Indonesia juga terbukti lebih gesit, yang terbukti dalam 10 detik pertama sudah mampu menempatkan masing-masing 2 pearl di dua island untuk siap-siap membentuk victory, sementara China baru akan me- nguasai satu island saja.

Namun,
ketika robot otomatis ketiga siap-siap mengambil 2 pearl di tumpukan terjauh, sebuah robot otomatis China dikorbankan untuk menubruk dengan cepat ke arah robot kita itu. Maka terjadilah tabrakan. Dalam hitungan 2-3 detik setelah tabrakan tim Indonesia meminta untuk retry. Namun kenapa wasit tidak memerbolehkan? Paniklah tim Indonesia, padahal dua posisi island victory sudah dikuasai menunggu satu island lagi untuk dilengkapi, sementara tim China perlahan tapi pasti mulai menempatkan pearl pada posisi victory. SATU ISLAND BERBAHAYA ! Teriak lagi minta retry… teriak lagi (bendera kuning sudah dikibarkan berkali-kali oleh Komeng (Marsudi), aaah… baru setelah 6-7 detik kemudian wasit memerbolehkan retry untuk robot yang dihalangi otomatis China itu. Indonesia bermaksud retry dengan mengarahkan robot ini ke island victory lawan yang sesuai program akan mampu mencapai island itu dalam waktu kurang dari 5 detik tanpa membawa pearl untuk menghalagi lawan menempatkan pearl. Berikutnya G-RUSH berencana menguasai penuh posisi jangkauan robot manual sembari melakukan penyisiran islands melalui robot otomatis yang berdiri bebas. Mekanisme rotasi di robot manual menjadi andalan sebab China tidak punya.

Terlambat!
Kerugian waktu lebih dari 7 detik itu cukup membuat China mampu menyelesaikan bentuk victory sementara dua robot otomatis Indonesia lainnya masih berdiri kokoh mengangkangi dan menjaga island victory yang dikuasainya sebelum membuat keputusan menyisir islands yang lain.

Dalam final ini ambisi juara Tim Indonesia dikandaskan bukan semata-mata kekuatan China, namun wasit yang memimpin juga ikut andil atas terjadinya hasil ini.

Yaah,
bagaimanapun, sebagai bangsa yang besar, Indonesia juga harus berjiwa besar. Pertandingan ini bukanlah pertandingan hidup-mati. Ini adalah ajang pembelajaran teknologi bagi generasi muda. Selebihnya, unsur-unsur unfairplay, baik oleh tim yang bertanding maupun oleh panitia dan wasit tuan rumah sebagai penyelenggara semestinya bukan pada tempatnya ditunjukkan oleh pihak tuan rumah. Perlu diketahui: 2 tim Vietnam yg telah dipersiapkan dengan sangat matang telah dikandaskan oleh lawan-lawannya
pada babak-babak awal hingga perempat final. Ini nampak telah membuat sangat kecewa rakyat Vietnam yang dampaknya panitia mulai sewot ketika babak semifinal akan mulai.

Sebagai bangsa yang besar, anggota tim yang semula terpana tidak percaya kenapa bisa kalah, akhirnya bisa bercanda kembali dan mensyukuri hasil yang bagaimanapun memang telah digariskan oleh Yang Maha Kuasa sesuai dengan usaha yang telah dilakukan. Jiwa besar telah ditunjukkan oleh mereka. Firdaus, Angga, Komeng, Ali, Andik, kalian telah mengharumkan nama bangsa. Nando, Anda adalah pakar robot masa depan. Pak Ali Husein, terima kasih atas bimbingan Anda sehingga mereka mampu membuat rangkaian
dengan sangat handal.

Puaskah G-RUSH sebagai Juara II ABU Robocon 2007 ?
Alhamdulillaah….

Terima kasih para pahlawan.

Hanoi, 26 Agustus 2007
(mantan) Ketua Dewan Juri KRI 2007
Endra Pitowarno

3 Tanggapan to “Endra Pitowarno : Puaskah G-RUSH di posisi Runner Up ?”

  1. raffaell said

    Semoga taun taun berikutnya lebih baik lagi yak, mekatronik nya mungkin kurang ato gimana ? pasti ada pros dan cons nya dong…

  2. anom said

    >> Sedikit sumbang sapa buat G-RUSH :

    Hari itu, ketika hendak melangkahkan kaki menuju mushola tuk laksanakan sholat maghrib

    Tiba-tiba HP ini bergetar…
    sengaha ringtone tanda nada SMS sengaja kugetarkan,
    kalo bunyi bisa dipelototi banyak orang abis sholat… kan malu.
    kusempatkan baca SMS dari teman salah satu penghuni lab yang paling rajin ngelab, namanya Badrul anak madura yang juga komting di kelasku. Kubaca isi SMS di HP-ku :

    “Minta do’a G-Rush vs China di Final”.

    Sepertinya hati ini ga percaya, namun…Allohu Akbar!!!
    Tampaknya dunia robotika Indonesia akan kembali memberikan kado buat ultah negeri ini, menampar muka negeri-negeri Tech-no macam Jepang, China, Korea untuk ke-2 kalinya.

    Lalu Kupercepat langkahku menuju mushola dan kusempatkan membalas SMS tadi dengan kalimat :

    “Insya Alloh, dengan sepenuh hati kudoakan. Kabarin Lagi ya…”

    Berikutnya… aku ambil wudhu dan Sholat maghrib.

    Waktu sholat, HP ini kembali bergetar.
    Sering waktu sholat, sengaja HP ini tidak kumatikan… hanya kugetarkan, katanya kalo HP sering di HIDUP-MATI- in bisa cepet D.R.O.P.

    Tidak lama setelah sholat dan berdoa buat G-RUSH tentunya, HP yang biasa kutaruh di kantong yang selalu melekat di pinggang kiriku kuambil. lalu kulihat balasan dari Badrul, bunyinya :

    “G-Rush Runer Up”.

    Lha… Ko’ Runner-UP. It means : Kalah ma China dong….
    Perasaan yang bergegap gempita sebelum sholat maghrib tadi berubah jadi perasaan yang tidak menentu…

    Hampir hati ini ga percaya. Lalu kubalas SMS tadi dengan :

    “Maksudnya Juara 2…?”

    Sebagai tanda ketidak yakinanku.
    Berharap, SMS tadi salah ketik atau sekedar gurauan.

    Kali ini tidak ada balasan.
    Ya udah… bener ternyata…

    Alhamdulillah….

    Aku yakin sahabat-sahabatku di Vietnam sekarang tidak sedang bermain dadu. Mereka berjuang sepenuh jiwa tuk jadi nomor satu di salah satu ajang internasional tahunan paling bergengsi di dunia Robotika.

    Tapi apa dikata, ikhtiar dan tawakkal sudah berbuah takdir.
    Mimpi mengulangi kejayaan 7 tahun silam sirna sudah.
    Walau banyak tangis air mata yang bercucuran,
    perih dan darah akibat goresan luka perjuangan itu.

    Yakinlah sahabat…
    Perjuangan ini belum berakhir.
    Negeri ini masih merindukan namanya berkumandang.

    Sedang aku masih rindu menyaksikan kembali
    pemuda ber-“kopyah” mengangkat piala tanda kemenangan.

    Robocon 2007 itu hal yang Kecil….
    masih ada yang jauh lebih besar

    “Allohu Akbar… Walillah’ilham.”
    Alloh Maha Besar, Kepadanya Tempat Kembali.

    Dari Sahabatmu

    A.R. Anom B.

  3. Iya, sejak awal saat melihat aksi G-Rush di lapangan dengan team yang solid dan penuh semangat, saya prediksikan G-Rush akan menjuarai KRI2007 dan ternyata itu benar. Saat G-Rush mengikuti Abu Robocon 2007 di vietnam, saya juga yakin tidak akan mudah bagi tim dari negara lain, termasuk Jepang, untuk mengalahkan G-Rush.

    Dan ternyata memang benar, G-Rush memang tangguh sampai bisa melaju ke babak final Kontes Robot bergengsi di Asia Pasifik.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: